Teknologi

Amankah Wifi Untuk Kesehatan? Ini Penjelasannya

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Selasa, 25 Juni 2019
Amankah Wifi Untuk Kesehatan? Ini Penjelasannya

Sempat beredar isu jika wifi berbahaya bagi kesehatan(Foto: pixabay/geralt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT ini Wifi menjadi kebutuhan khususnya kaum milenial. Seperti disaat mereka mencari tempat nongkrong, salah satu yang menjadi pertimbangan ialah ketersediaan dan kecepatan wifi.

Wifi sejatinya merupakan teknologi yang menggunakan Wireless local area networks (WLAN). Berbagai perangkat seperti ponsel maupun laptop mudah terhubung dengan wifi lewat gelombang radio, tanpa harus mencolok kabel.

Bicara soal Wifi, sempat ada keraguan soal bahaya atau keamanan wifi pada kesehatan. Terkait hal itu sebaiknya kamu harus mengetahui beberapa hal terlebih dahulu.

Wifi akan membuatmu tepapar gelombang radio (Foto: pixabay/rawpixel)

Ketika seseorang memanfaat wifi atau peralatan elektronik dengan perangkat wifi, maka kamu akan terpapar gelombang radio. Lalu sebagian akan terserap oleh tubuh.

Kekhawatiran yang timbul yaitu kemungkinan pengaruh gelombang radio, terhadap kerusakan sel-sel di dalam tubuh. Hingga memicu pertumbuhan sel-sel kanker.

Untuk saat ini, efek yang telah terbukti secara ilmiah dari paparan frekuensi radio ialah kenaikan suhu tubuh, sekitar 1 derajat celcius. Tapi, hanya ditemukan pada lokasi tertentu dengan paparan yang sangat tinggi. Pada paparan normal. tak ditemukan kenaikan temperatur yang berdampak pada kesehatan manusia.

Kendati di beberapa negara wifi sempat dihubungkan dengan risiko terkena penyakit tertentu, seperti gangguan saraf, jantung dan kanker, tapi hal itu tak cukup beralasan dan tak didukung dengan bukti-bukti yang kuat.

wifi
Wifi saat ini masih dalam level aman. (Foto: Pixabay/200degrees)

Wifi tergolong memancarkan radioasi non-ionisasi atau energi rendah. Dimana radiasi tersebut hampir sama dengan yang dikeluarkan sinyal telepon genggam, televisi, gelombang radio, microwave dan radiasi sinar ultraviolet (UV).

Lalu, sinyal dari wifi dan WLAN pun tergolong sangat kecil, yaitu sekitar 0,1 watt pada komputer dan router. Angka itu masih bisa diterima dalam batas radiasi yang dikeluarkan organisasi internasional. Bahkan gelombang radio yang dikeluarkan oleh wifi juga lebih rendah ketimbang telepon genggam.

Seperti yang dilansir dari alodokter. Menurut survei terbaru, paparan gelombang radio dari basis utama dan teknologi nirkabel publik, tergolong masih jauh di bawah batas internasional yang diperbolehkan.

Wifi masih dalam papran gelombang yang masih dibawah batas internasional (Foto: pixabay/mohamed_Hassan)

Meski begitu paparan radiasi yang dihasilkan oleh wifi pun bisa dipengaruhi oleh hal lain. Seperti penempatan router wifi yang tidak tepat. Maka dari itu, pastikan untuk menempatkan router wifi setidaknya 20 sentimeter dari dalam rumah. Hal itu bertujuan untuk mengurangi paparan radiasi yang dihasilkan dari wifi.

Untuk menjawab spekulasi serta ketegangan seputar hal itu, World Health Organization (WHO), melakukan studi untuk memperoleh bukti ilmiah. Disusul dengan pernyataan WHO. yaitu selama paparan berada dibawah frekuensi radio yang dapat di toleransi. yaitu 0-300 GHz.

Belum diketahui adanya efek terhadap kesehatan tubuh manusia. Namun, frekuensi radio yang melebihi batas tersebut yang tergolong tak sehat. Jadi kekhawatiran gangguan kesehatan akibat wifi belum terbukti secara ilmiah. (ryn)

#WiFi #Tips Kesehatan #Info Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Fun
Opor, Rendang, Kue Kering: Berapa Kalori Ideal yang Dikonsumsi saat Lebaran?
Berapa kalori makanan Lebaran seperti opor ayam, rendang, dan kue kering? Simak tips mengatur pola makan agar tetap sehat saat Lebaran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2026
Opor, Rendang, Kue Kering: Berapa Kalori Ideal yang Dikonsumsi saat Lebaran?
Fun
Cara Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Berat Badan Naik, Simak 6 Tips Ini
Simak 6 tips menjaga berat badan saat Lebaran tanpa harus menahan makan. Tetap bisa menikmati opor, rendang, dan kue kering dengan bijak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2026
Cara Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Berat Badan Naik, Simak 6 Tips Ini
Berita Foto
HiFi Air Indosat Resmi Meluncur, Solusi Internet Rumah Tanpa Instalasi Kabel
Director & Chief Commercial Officer Indosat Bilal Kazmi dan Senior Vice President (SVP) Head of Home Broadband Indosat Manish Kar saat Media Update di Jakarta.
Didik Setiawan - Jumat, 27 Februari 2026
HiFi Air Indosat Resmi Meluncur, Solusi Internet Rumah Tanpa Instalasi Kabel
Indonesia
Dokter Spesialis Beberkan Beda Serangan Jantung dengan Kematian Jantung Mendadak
Gangguan irama jantung atau aritmia menjadi aktor intelektual di balik sekitar 26,3 persen kasus kematian jantung
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
Dokter Spesialis Beberkan Beda Serangan Jantung dengan Kematian Jantung Mendadak
Indonesia
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
Tak kalah penting, kandungan zinc yang ditemukan dalam daging merah, susu, dan olahan kedelai berperan besar dalam meningkatkan fungsi sel imun
Angga Yudha Pratama - Rabu, 07 Januari 2026
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
Indonesia
Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Belum Dapat 'Lampu Hijau' DPR, Legislator Soroti Pentingnya Keadilan Sosial dan Akurasi Data Penerima Bantuan Iuran
Irma mendorong BPJS Kesehatan untuk bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik
Angga Yudha Pratama - Kamis, 28 Agustus 2025
Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Belum Dapat 'Lampu Hijau' DPR, Legislator Soroti Pentingnya Keadilan Sosial dan Akurasi Data Penerima Bantuan Iuran
Lifestyle
Air Kelapa Lebih dari Sekadar Segar! Ini Manfaatnya yang Vital untuk Ibu Hamil dan Pembentukan Air Ketuban
Dokter Dara menyarankan bahwa konsumsi rutin air kelapa diperbolehkan karena manfaat positifnya yang kaya antioksidan dan elektrolit
Angga Yudha Pratama - Senin, 21 April 2025
Air Kelapa Lebih dari Sekadar Segar! Ini Manfaatnya yang Vital untuk Ibu Hamil dan Pembentukan Air Ketuban
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis Dinilai Langkah Maju untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Program ini bertujuan memberikan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat secara cuma-cuma
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Februari 2025
Cek Kesehatan Gratis Dinilai Langkah Maju untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Indonesia
DPR Minta Nakes yang Terlibat Program Cek Kesehatan Gratis Punya Kompetensi
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit
Angga Yudha Pratama - Jumat, 07 Februari 2025
DPR Minta Nakes yang Terlibat Program Cek Kesehatan Gratis Punya Kompetensi
Indonesia
Pemeriksaan Kesehatan Gratis Diharap Mencakup Seluruh Penyakit di Setiap Tingkat Usia
Banyak orang yang tidak mendaftarkan akun karena data nama tidak sesuai dengan data KTP
Angga Yudha Pratama - Jumat, 07 Februari 2025
Pemeriksaan Kesehatan Gratis Diharap Mencakup Seluruh Penyakit di Setiap Tingkat Usia
Bagikan