Kembang Api Tahun Baru Sisakan Sampah, ini nih Alternatif Perayaan Meriah nan Berkelanjutan
2024 saatnya rayakan malam tahun baru yang lebih berkelanjutan. (Foto: Unsplash/Ray Hennessy)
MALAM Tahun Baru hendaknya dirayakan semeriah mungkin, dengan ratusan kembang api raksasa mewarnai langit dan ribuan dekorasi mulai dari confetti hingga aksesori tahun baru. Hal itu membuat perayaan tahun baru terasa kian hidup.
Namun, perayaan malam Tahun Baru nan megah tak jarang meninggalkan timbunan sampah di sekitar kita. Mulai dari sampah bekas kembang api, bekas konfeti, bekas balon, dan masih banyak lagi. Seperti petugas kebersihan Pantai Kuta, Bali, yang bekerja keras pada 1 Januari untuk membersihkan sisa sampah bekas kembang api.
Padahal, ada banyak cara untuk merayakan malam tahun baru secara lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Maka dari itu, agar 2024 lebih hijau dan ramah lingkungan, berikut alternatif aksesori dan cara merayakan yang lebih berkelanjutan.
Baca juga:
Produksi Sampah Capai 18,7 Ton saat Perayaan Malam Tahun Baru di Solo
1. Konfeti daun
Meriam konfeti menjadi salah satu barang paling populer di pesta malam tahun baru. Berbagai warna membuat perayaan terasa kian meriah. Namun, coba untuk menggunakan konfeti yang terbuat dari daun, sehingga dapat terbiodegradasi. Kamu bisa menemukan berbagai jenis konfeti daun di internet.
2. Pertunjukan drone
Alternatif perayaan tahun baru yang tak kalah menarik adalah dengan pertunjukan drone, seperti yang dilakukan Pemprov Jakarta pada Kirana Jakarta Tahun Baru 2024. Drone tidak membuat polusi di udara, dan tidak meninggalkan bekas sampah setelah penampilan nan menggugah mata.
3. Gelembung sabun
Ketimbang membakar kembang api yang meninggalkan polusi dan merogoh kocek, kamu bisa menggantinya dengan permainan gelembung sabun. Cairan seperti sabung akan membentuk gelembung di udara, dan tidak akan melukai lingkungan atau alam.
Baca juga:
500 Drone akan Warnai Langit Jakarta di Malam Tahun Baru
4. Alat makan biodegradable
Saat merayakan pesta malam tahun baru di rumah, usahakan untuk menggunakan alat-alat makan biodegradable, sehingga dapat terurai dengan mudah. Bila tidak, gunakan alat makan yang bisa digunakan kembali untuk menghindari menciptakan sampah plastik.
5. Jangan membeli kembang api
Kembang api berbahaya bagi satwa liar, terutama burung yang bermigrasi, kelelawar, dan anabul di rumah. Sebaiknya, cukup nikmati sajian kembang api yang dihadirkan pemerintah kota atau menikmati kembang api yang sudah disiapkan warga sekitar. (waf)
Baca juga:
Tragedi Itaewon Jangan Sampai Terjadi saat Perayaan Malam Tahun Baru
Bagikan
Andrew Francois
Berita Terkait
Kebakaran Bar di Swiss, Pejabat Akui Kegagalan Inspeksi Sebabkan Insiden Mematikan
Kebakaran di Resor Ski Swiss, Manajer Bar Resor Ski Diperiksa dalam Kasus Pidana
Kebakaran Mematikan di Bar Swiss, Kembang Api di Botol Sampanye Diduga Jadi Penyebab
Tarif MRT Jakarta Rp1 Berhasil Tarik 326.372 Pelanggan Saat Malam Tahun Baru, Blok M Hub Jadi Magnet Utama
Sisa Sampah Tahun Baru di Pulau Seribu Capai 2,9 Ton
Ribuan Lilin Terangi Car Free Night Solo Sambut Tahun Baru 2026
Jakarta Hasilkan 132 Ton Sampah Malam Tahun Baru, Kawasan Tamansari Jadi Penyumbang Terbanyak
Jakarta Global City Penuh Cinta! Malam Tahun Baru 2026 Hasilkan Donasi Rp3,1 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra
Tahun Baru 2026, Doa Bersama Gantikan Kemeriahan Kembang Api
Selamat Tahun Baru dari Kiribati, Atol Kecil yang Jadi Tempat Pertama Menyambut 2026