Alat Pemindah Awan Jadi Solusi Cawagub Kun Wardana untuk Atasi Banjir
Pasangan bakal calon gubernur (cagub) dan wakil gubernur (cawagub) dari jalur independen, Dharma Pongrekun-Kun Wardana. (MP/Didik Setiawan)
MerahPutih.com - Banjir di Jakarta tidak lepas dari air kiriman dari Bogor. Untuk mengatasinya, maka perlu mengendalikan curah hujan tinggi di Bogor.
Ini menjadi solusi calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta dari jalur independen, Kun Wardana Abyoto. Kun mengaku memiliki inovasi alat pemindah awan yang bisa menjadi solusi banjir dengan cara mengendalikan curah hujan.
"Alatnya sudah canggih jadi bisa memindahkan awan agar tidak terjadi curah hujan terlalu tinggi di Bogor, nanti saya bisa tunjukkan," kata Kun usai bertemu Komunitas Independen se-Jakarta Barat di Jakarta Barat, Rabu (11/9), dikutip dari Antara.
"Kalau itu sudah bisa diprediksi dan awan itu terpecah, tidak terkonsentrasi di Bogor, otomatis kita tidak mendapatkan kiriman banjir dari Bogor," jelasnya.
Baca juga:
Rano Karno Janji Lanjutkan Program Ahok dan Anies di Hadapan Relawan
Ia juga menyatakan mendukung semua program baik dari para gubernur terdahulu seperti Anies Baswedan dan Ahok yang salah satunya penanganan banjir.
"Sudah bagus oleh Anies dan Ahok, kita akan teruskan semua yang bagus," ujarnya.
Selain melanjutkan program sebelumnya, Kun juga berjanji untuk melakukan pembaharuan dengan menyiapkan sejumlah inovasi yang akan disampaikan dalam waktu dekat.
"Kita tentunya punya inovasi-inovasi yang nanti akan sampaikan pada waktunya," ujarnya. (*)
Bagikan
Frengky Aruan
Berita Terkait
17 Kecamatan Dilanda Banjir, Pemkab Bekasi Minta BNPB Lanjutkan Modifikasi Cuaca
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara Korban Banjir Sumatera, Sebelum Ramadan Janji Rampung
Banjir, Rute Perjalanan KA Jarak Jauh Dibatalkan, Berikut Perjalanan yang tak Beroperasi Hari ini dan Besok Imbas Banjir
Rel Pekalongan Mulai Bisa Dilalui, KAI Masih Belum Berani Jalankan Dua Kereta ke Jakarta
Tanggul Sungai Citarum Jebol, 5 Kampung di Bekasi Terendam Banjir
Daerah Terdampak Meluas, Banjir Telah Merendam Ribuan Rumah di 26 Desa di Karawang
Banjir Surut, Perjalanan KRL Tanjung Priok-Kampung Bandan kembali Normal dengan Kecepatan Terbatas
Pemulihan Jalur KA Tergenang Banjir Mulai Dilakukan, Kecepatan Kereta Hanya 20 Kilometer Per Jam
Transfer Daerah ke Aceh, Sumut dan Sumbar Tidak Jadi Dipotong, DPR: Percepat Pemulihan dari Bencana
Puluhan Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Imbas Banjir di Pekalongan, KAI Rugi Miliaran Rupiah