Merahputih.com - Polri mengklaim sudah mengetahui identitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menembak mati Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny. Namun, identitas ini masih dirahasiakan oleh Polri karena dikhawatirkan akan mengganggu proses pengejaran.
“(Jika disebut namanya) Nanti akan memengaruhi proses itu, tapi yang jelas dari aparat keamanan telah dapat mengidentifikasi daripada kelompok yang melakukan aksinya selama ini di wilayah Kabupaten Puncak,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan, Selasa (27/4).
Baca Juga
DPD Minta Polri Usut Tuntas Oknum Polisi Jual Senjata Api ke KKB
Disamping itu, Polri juga secara optimal menyelesaikan masalah-masalah yang berhubungan dengan kelompok kriminal bersenjata di tanah Papua.
Rusdi menerangkan salah satu kendalanya adalah medan di Papua yang banyak pegunungan. Sehingga memerlukan sumber daya maksimal.
Kendala lainnya yakni KKB Papua kerap masuk ke pemukiman penduduk. Mereka menyamar di tengah-tengah penduduk sehingga menyulitkan pengejaran.
“Itu menjadi pola-pola mereka bagaimana mereka untuk tetep eksis di sana,” bebernya.
Seperti diketahui, Brigjen TNI Putu Dani tewas tertembak oleh KKB di Distrik Beoga, Puncak, Papua pada Minggu (25/4). Awalnya, Putu berangkat ke Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua sekira pukul 09.20 WIT.
Dia berangkat bersama anggota lainnya dengan menggunakan delapan sepeda motor untuk melakukan observasi.
Sekira pukul 15.50 WIT terjadi kontak tembak antara rombongan Brigjen TNI Putu Dani dengan KKB Papua. Dalam kontak tembak itu Brigjen TNI Putu Dani dikabarkan tewas tertembak dengan luka pada bagian kepala.
Jenazah Brigjen TNI Putu Dani rencananya akan disemayamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Selasa (27/4).
Kini, jenazah korban tengah dievakuasi dari Distrik Beoga ke Timika, Papua dengan menggunakan helikopter.
Baca Juga
Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto mengatakan almarhum Brigjen TNI Putu Dani akan diberikan kenaikan pangkat luar biasa menjadi Mayjen TNI.
“Diterbangkan ke Jakarta guna dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata dan dinaikkan pangkatnya secara anumerta menjadi Mayor Jendral,” kata Wawan kepada wartawan, Senin (26/4). (Knu)