Alasan Mengapa Lagu Lama Bikin Susah Move On

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 19 April 2023
Alasan Mengapa Lagu Lama Bikin Susah Move On

Terdapat alasan secara ilmiah mengapa kita lebih senang mendengar lagu lawas dibandingkan lagu baru. (freepik/freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BEBERAPA orang atau mungkin kamu lebih menyukai mendengarkan lagu-lagu lama daripada lagu baru. Itu juga alasan kenapa lagu-lagu lawas di era tahun 80an hingga 90an masih sering diputar kembali. Seolah terdapat emosi kuat yang kamu rasakan. Apakah kamu terjebak nostalgia dengan lagu-lagu lama?

Tahukah, jika emosi yang kuat itulah yang sebenarnya telah menuntun kita untuk membangun hubungan jangka panjang dengan lagu, album, dan artis yang kemudian menemani kita sepanjang hidup kita. Apalagi jika lagu tersebut berhubungan dengan kita selama masa remaja kita yang penuh gejolak.

Baca Juga:

Ups.. Pasanganku Gagal Move On dari Mantannya

lagu
Emosi yang kuat yang sebenarnya telah menuntun kita untuk membangun hubungan jangka panjang dengan lagu lawas. (freepik/freepik)

Lagu-lagu yang didengarkan di masa kita muda sering kali menjadi lagu yang melekat pada diri. Maka dengan seiring bertambahnya usia, beberapa orang cenderung tidak mendengarkan lagu-lagu baru yang sedang hit di tangga lagu lokal ataupun dunia. Mereka lebih cenderung memilih untuk mengenang musik yang sudah familiar di telinga.

Menurut sebuah studi di tahun 2018 dari The New York Times, menyebutkan bahwa selera musik seseorang mulai terbentuk sejak usia 13 atau 14 tahun. Pada usia 20-an, penelitian tersebut membuktikan bahwa orang sebenarnya cenderung berhenti mendengarkan musik baru pada saat mencapai usia 30 tahun.

Pernyataan tersebut juga diperkuat dengan hasil dua peneliti dari Freie Universitas Berlin, Jerman. Berdasarkan survei terhadap 770 orang, dengan mendengarkan lagu lawas bisa membangkitkan emosi positif seperti kedamaian dan kelembutan.

Baca Juga:

Cara Move On Dari Kecanduan Media Sosial, Nomor 3 Solusi Terbaik!

lagu
Lagu lawas bisa membangkitkan emosi positif seperti kedamaian dan kelembutan. (freepik/freepik)

Mengutip laman The Conversation, Profesor Frank McAndrew, seorang psikolog, mengatakan bahwa semakin sering seseorang terpapar sesuatu maka akan semakin menyukai hal tersebut. Ia menunjukkan bahwa seiring bertambahnya usia, kita cenderung tidak punya waktu untuk menemukan dan mendengarkan musik baru. Dengan kata lain lebih cenderung mendengarkan lagu-lagu lama, semakin sering maka semakin meningkat kecenderungan untuk lebih menyukai musik lama.

"Bagi banyak orang yang berusia di atas 30 tahun, pekerjaan dan kewajiban keluarga meningkat, jadi lebih sedikit waktu yang dihabiskan untuk menemukan musik baru," jelas McAndrew.

Mendengarkan lagu lama memang menjadi pilihan sebagian orang yang didasari dengan alasan sederhana, kenyamanan hingga berkaitan dengan nostalgia yang terjadi di masa lalu. Jadi apakah kamu terjebak nostalgia juga? (dgs)

Baca Juga:

5 Strategi untuk Rela Melepaskan dan Move On

#Kesehatan #Kesehatan Mental #Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

ShowBiz
'Tak Ingin Pulang', Lagu Terbaru MARBLES tentang Kebersamaan dengan Orang Terkasih
Tak Ingin Pulang menggambarkan perasaan seseorang yang begitu menikmati kebersamaan dengan orang terkasih hingga tak ingin momen tersebut berakhir.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
'Tak Ingin Pulang', Lagu Terbaru MARBLES tentang Kebersamaan dengan Orang Terkasih
ShowBiz
Barsena Bestandhi Rilis 'Coba Lagi' untuk Soundtrack Film 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati'
Barsena mengangkat kisah tentang seseorang yang tengah menghadapi masa-masa sulit hingga berada di titik terendah kehidupannya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Barsena Bestandhi Rilis 'Coba Lagi' untuk Soundtrack Film 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati'
ShowBiz
Kenzy Taulany Merangkum Rindu dan Jarak dalam 'Siapa Duluan Rindu'
Siapa Duluan Rindu bercerita tentang beratnya merelakan seseorang untuk pergi, sekaligus keinginan untuk tetap memberikan dukungan kepada orang tersebut.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Kenzy Taulany Merangkum Rindu dan Jarak dalam 'Siapa Duluan Rindu'
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
ShowBiz
Makna Lagu 'Our' Hwang Min-yun, Ungkap Arti Cinta yang tak Tergoyahkan
'Our' menjadi ruang bagi Min-hyun untuk merefleksikan perjalanan dirinya sekaligus mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang-orang terdekat
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Makna Lagu 'Our' Hwang Min-yun, Ungkap Arti Cinta yang tak Tergoyahkan
ShowBiz
Dari Topeng Munir hingga 'Olah Tubuh', Aksi Penuh Makna Efek Rumah Kaca di Synchronzie Fest 2026
Para penerka dalam balutan topeng Munir pun ikut membentangkan poster-poster berisi pesan perjuangan.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Dari Topeng Munir hingga 'Olah Tubuh', Aksi Penuh Makna Efek Rumah Kaca di Synchronzie Fest 2026
ShowBiz
Lisa BLACKPINK Umumkan Tracklist Mini Album Terbaru PRESS PLAY
'PRESS PLAY' dijadwalkan meluncur pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Lisa BLACKPINK Umumkan Tracklist Mini Album Terbaru PRESS PLAY
ShowBiz
Mawar de Jongh Rilis 'Oh Semoga', Lagu tentang Harapan dan Kehidupan
Sejalan dengan judulnya, Oh Semoga yang merepresentasikan sebuah ungkapan yang mencerminkan harapan seseorang terhadap sesuatu yang ingin diwujudkan.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Mawar de Jongh Rilis 'Oh Semoga', Lagu tentang Harapan dan Kehidupan
ShowBiz
Dari Jakarta ke Kyoto, Rimba Menembus Batas Bahasa lewat Musik
Rimba membawa perpaduan melodi pop, aransemen musikal yang eksploratif, serta lirik berbahasa Indonesia yang kaya makna
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Dari Jakarta ke Kyoto, Rimba Menembus Batas Bahasa lewat Musik
ShowBiz
Synchronize Fest 2026 Dibuka, Cek Deretan Penampil Spesial 3 Hari
Synchronize Fest kembali menghadirkan deretan penampil dari beragam genre dan generasi.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Synchronize Fest 2026 Dibuka, Cek Deretan Penampil Spesial 3 Hari
Bagikan