MerahPutih.com - Sebanyak 2.000 orang diungsikan dari kompleks markas PBB di New Tork City setelah alarm kebakaran berbunyi di salah satu kamar kipas angin di lantai dua bawah tanah, Selasa (18/7).
Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq mengatakan kepada wartawan bahwa mereka harus mengungsikan semua orang sebagai langkah pencegahan dalam kasus potensi kebakaran. Setelah tanda bahaya itu diperiksa, tak ada kebakaran.
"Barangkali ada gangguan pada alarm tersebut," kata Haq.
Staf PBB, diplomat dan pengunjung diperkenan kembali ke dalam gedung setelah tanda bahaya dimatikan dalam waktu setengah jam.
Haq, sebagaimana dilaporkan Xinhua--yang dipantau di Jakarta, Rabu (19/7) pagi, mengatakan bahwa petugas dari Departemen Pemadam New York datang dan membantu mendapati bahwa tak ada api di semua ruang itu.
Pertemuan yang diadakan di Markas PBB ditunda, termasuk pertemuan pembukaan Dewan Keamanan mengenai situasi di Haiti. (*)
Sumber: ANTARA