MerahPutih.com - Elemen masyarakat di Yogyakarta melaporkan 25 akun hoaks ke Mapolda DIY. Isi akun ini di antaranya menyebar informasi dan video terkait penyerangan tempat ibadah yang diduga dilakukan simpatisan Paslon Jokowi-Ma'aruf Amin pada Minggu (27/1) sore.
Perwakilan dari elemen, Tengku Wahyudi Sapta Putra menjelaskan akun-akun ini berisi informasi dan video yang menjelek-jelekkan serta menghina paslon nomor satu.
"Akun-akun ini memprovokator dan memecah belah bangsa melalui tulisan-tulisan dan gambar di dalamnya," kata Wahyu di Yogyakarta, kemarin.
Akun yang dilaporkan terdiri dari akun Facebook, Twitter, hingga YouTube. Selain menyudutkan Paslon nomor satu, ke 25 akun ini menyebarkan informasi, ujaran kebencian, fitnah permasalahan yang menyangkut SARA dan isu lainnya.
"Akun-akun yang dilaporkan adalah yang berisi tentang ujaran kebencian, fitnah, maupun hoax. Berdampak pada perpecahan, dan membuat keresahan di masyarakat," ungkap Wahyudi.
Terkait beredarnya video kerusuhan yang dilakukan pendukung PDIP di masjid Jogokaryan, DIY, Wahyudi berkilah video itu bohong. Menurutnya, tidak ada kerusuhan di dalam masjid Jogokaryan, hanya ada konflik di luar masjid.
Politikus PDIP, Eko Suwanto yang ikut mendampingi dalam pelaporan itu menegaskan video kericuhan di masjid Jogokaryan yang diduga dilakukan oleh simpatisan PDIP adalah bentuk fitnah.
Eko menegaskan PDIP selama ini dekat dengan masjid. "Masyarakat percaya Pak Jokowi, KH Ma'ruf Amin dan PDI Perjuangan Dekat Ulama dan Umat Islam," tutur dia.
“Kita percaya dan mendukung Polda DIY menindaklanjuti laporan ini dan menangkap pembuat dan penyebar akun-akun yang dengan jelas menebar kebencian serta berita hoax," tandas Ketua Komisi A DPRD DIY itu
Untuk diketahui, sejumlah massa pendukung Jokowi membuat keributan di sekitar masjid Jogokaryan, Yogyakarta, Minggu (27/1) lalu. Kericuhan itu dipicu saat rombongan massa yang baru saja pulang dari deklarasi mendukung capres 01 Jokowi-Ma'ruf Amin di Stadion Mandala Krida berada di area jalan di depan masjid. Mereka kemudian diusir warga sekitar karena berulah. (*)
Aritkel ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.