MerahPutih.com - Hari ini elemen ormas islam menggelar aksi protes mengenai Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja di Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Selasa (13/10). Bahkan mahasiswa juga mengancam akan berdemo kembali dengan keputusan Presiden Jokowi yang tak mencabut UU tersebut.
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria pun meminta agar aparat keamanan untuk tidak terprovokasi hingga bertindak represif terhadap masa aksi unjuk rasa hari ini ataupun nanti.
"Kami berharap aparat tidak terprovokasi," ujar Riza di Balai kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (13/10).
Baca Juga
350 Personel Satpol PP DKI Diterjunkan Amankan Aksi Demo UU Ciptaker
Aparat kepolisian, lanjut dia, harus berlaku persuasif terhadap pendemo yang tengah menyuarakan aspirasinya. Karena menurutnya, massa aksi merupakan bagian dari masyarakat Indonesia.
"Jadi kami mengapresiasi, aparat yang siap, sigap disiplin dan persuasif memperlakukan para pendemo," paparnya.
Politikus Gerindra ini mengakui, dalam setiap demonstrasi wajar saja bila ada penyusup yang membuat situasi aksi memanas, hingga terjadi bentrok antara pendemo dan aparat.
"Karena disetiap aksi-aksi demo biasanya ada saja yang menyusup, yang ditunggangi atau ada yang emosi daripada aksi-aksi unjuk rasa," tutupnya.
Seperti diketahui, pada Kamis (8/10) lalu massa yang terdiri dari kalangan mahasiswa, buruh dan masyarakat menggelar aksi memprotes UU Cipta Kerja di sejumlah titik ibu kota.
Aksi tersebut pun berakhir ceos, ternyata mengakibatkan banyak pendemo luka-luka dan ribuan lainnya ditangkap aparat kepolisian. Tak hanya itu, sejumlah wartawan pun turut menjadi korban kekerasan dan penangkapan.
Disamping itu sebanyak 45 Halte TransJakarta yang ada di Jakarta dirusak pendemo. Pemprov DKI pun harus mengeluarlan biaya sebesar Rp65 miliar untuk perbaikan 45 tersebut.
Ada juga sejumlah fasilitas umum yang dirusak massa diantaranya plang rambu lalu lintas; sejumlah pos polisi; pot tanaman di kawasan Jakpus; dan Bioskop Grand Theater, Pasar Senen, Jakpus.
Baca Juga
Tak Mungkin Ditinggal, Dedengkot KAMI yang Diciduk Polisi Diberi Bantuan Hukum
"Kerugian untuk halte itu diperkirakan per hari ini Rp 65 miliar," ujar Anies di Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10). (Asp)