Prabowo Akui Punya Lahan Ratusan Ribu Hektare, TKN Sebut Hal itu Penguasaan Aset Negara

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 18 Februari 2019
Prabowo Akui Punya Lahan Ratusan Ribu Hektare, TKN Sebut Hal itu Penguasaan Aset Negara

Prabowo Subianto saat debat kedua (MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Raja Juli Antoni menganggap, apa yang disampaikan Jokowi soal kepemilikan tanah ratusan ribu hektare oleh Prabowo Subianto bukan bentuk serangan personal, tetapi serangan atas kebijakan.

Kata Antoni, Jokowi ingin menunjukkan kalau itu bukan kebijakannya, tetapi kebijakan penguasa orba Soeharto yang juga merupakan mertuanya Prabowo.

"Relevansinya adalah kalau selama ini pak Prabowo bicara soal kesenjangan sosial, terakumulasinya 1 persen termasuk aset tanah dan kekayaan hanya di 1 persen rakyat Indonesia saja, pak Jokowi ingin menunjukkan bahwa itu bukan kebijakannya," kata Raja Juli kepada wartawan, Senin (18/2).

Raja Juli Antoni Foto: Twitter/@psi_id
Raja Juli Antoni Foto: Twitter/@psi_id

Antoni mengatakan, buntut kesenjangan sosial yang terjadi hari ini merupakan bagian dari yang pernah dikerjakan oleh Soeharto dan Prabowo atau paling tidak dia menikmati proses kesenjangan sosial itu.

"Pak Prabowo bagian dari 1 persen orang super kaya yang kuasai aset negara. Nah, yang sekarang dilakukan pak Jokowi itu dia melakukan redistribusi aset supaya kesenjangan sosial tidak terjadi termasuk dengan perhutanan sosial," tuturnya.

Dari persoalan kesenjangan itu, Jokowi mengirim pesan bahwa jika Prabowo betul-betul punya gagasan mengatasi kesenjangan sosial, kenapa tanahnya tidak dikembalikan secara sukarela.

Lagipula, diakuinya tanah tersebut milik negars dan dia hanya memiliki hak guna saja.

"Kalau memang peduli dengan kesenjangan sosial (dalam hal ini kepemilikan tanah) pak Prabowo bagi aja tanahnya tanpa perlu diminta negara. Kalau punya kesadaran bahwa itu merupakan kesenjangan sosial yang tercipta selama ini bagiin aja ke rakyat. Jadi, jangan sembarangan ngomong kesenjangan dan kemiskinan," ujarnya.

Sebelumnya, dalam debat capres kedua Jokowi sempat menyinggung tanah milik Prabowo Subianto yang berjumlah ratusan ribu hektare dan tersebar di Kalimantan Timur dan Aceh.

Pernyataan keras itu keluar setelah Prabowo mempertanyakan tujuan pembagian sertifikat tanah yang kerap dilakukan Jokowi.

Dia menilai pembagian tanah itu akan mengancam nasib anak cucu kedepan karena tidak bisa lagi memiliki tanah. (Fdi)

#Pilpres 2019 #Prabowo Subianto #Joko Widodo #Raja Juli Antoni
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Tetap Pertahankan HET MinyaKita Rp 15.700 per Liter, ini Alasannya
Pemerintah memutuskan harga MinyaKita tetap Rp 15.700 per liter. Daya beli masyarakat tetap dijaga meski harga minyak sawit dunia naik.
Soffi Amira - Selasa, 23 Juni 2026
Pemerintah Tetap Pertahankan HET MinyaKita Rp 15.700 per Liter, ini Alasannya
Indonesia
Jokowi Ultah, Presiden Prabowo, Seskab Teddy hingga Gubernur DKI Jakarta Kirim Anggrek
Bunga anggrek milik Presiden Prabowo dan Seskab Teddy datang bersamaan.
Dwi Astarini - Senin, 22 Juni 2026
 Jokowi Ultah, Presiden Prabowo, Seskab Teddy hingga Gubernur DKI Jakarta Kirim Anggrek
Indonesia
Tampilkan Sketsa, Begini Ucapan Presiden Prabowo untuk Hari Ulang Tahun Jokowi
Sejumlah ucapan hadir untuk Jokowi, termasuk dari Presiden Prabowo.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
Tampilkan Sketsa, Begini Ucapan Presiden Prabowo untuk Hari Ulang Tahun Jokowi
Indonesia
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Mardani menegaskan kelanjutan kepemimpinan Prabowo pada periode berikutnya sepenuhnya berada di tangan Prabowo sendiri
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Indonesia
Daya Magis Jokowi Sukses Dongkrak Citra Positif PSI, Partai Anak Muda Tapi Rasa Mantan Presiden
Hasil studi mengonfirmasi bahwa arus perpindahan sentimen positif dari figur personal menuju institusi partai, khususnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
Daya Magis Jokowi Sukses Dongkrak Citra Positif PSI, Partai Anak Muda Tapi Rasa Mantan Presiden
Indonesia
Prabowo Instruksikan Persiapan Matang Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2030
Presiden RI, Prabowo Subianto, menginstruksikan persiapan matang timnas Indonesia menjelang kualifikasi Piala Dunia 2030.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
Prabowo Instruksikan Persiapan Matang Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2030
Indonesia
Prabowo Dukung Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030, Erick Thohir: Harus Dipersiapkan secara Matang
Presiden RI, Prabowo Subianto, mendukung timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030. Ketum PSSI, Erick Thohir mengatakan, persiapannya harus matang.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
Prabowo Dukung Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030, Erick Thohir: Harus Dipersiapkan secara Matang
Indonesia
Roy Suryo dan dr Tifa Ditahan Polda Metro Jaya, Jokowi: Kita Ikuti Proses Hukum
Jokowi menanggapi penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam kasus dugaan fitnah ijazah UGM. Ia menegaskan akan mengikuti proses hukum yang berjalan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Roy Suryo dan dr Tifa Ditahan Polda Metro Jaya, Jokowi: Kita Ikuti Proses Hukum
Indonesia
PN Jakarta Pusat Serahkan Lahan dan 15 Bangunan Hotel Sultan ke Pemerintah
PN Jakarta Pusat akhirnya menyerahkan 15 bangunan Hotel Sultan kepada pemerintah. Penyerahan itu sudah dilakukan usai proses eksekusi, Kamis (18/6).
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
PN Jakarta Pusat Serahkan Lahan dan 15 Bangunan Hotel Sultan ke Pemerintah
Indonesia
Prabowo Terima 20 Poin Evaluasi Haji 2026, Syarat Kesehatan 2027 Bakal Lebih Ketat
Presiden Prabowo menerima 20 poin evaluasi haji 2026. Pemerintah akan memperketat syarat kesehatan jamaah haji 2027 untuk menekan angka kematian.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Juni 2026
Prabowo Terima 20 Poin Evaluasi Haji 2026, Syarat Kesehatan 2027 Bakal Lebih Ketat
Bagikan