Bisnis

Makin Mudah, Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 31 Desember 2021
Makin Mudah, Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha

Masih ada tantangan yang perlu dihadapi bagi para pelaku usaha. (Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

POTENSI bisnis dalam sektor pendidikan bisa semakin lancar jika mendapatkan supply barang di bidang pendidikan dan mampu memasarkan dengan baik. Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) pun membantu pertumbuhan bisnis pelaku usaha/UKM pada sektor pendidikan di Indonesia, sehingga adanya tren peningkatan.

Hal itu terlihat dari tingginya jumlah penyedia kebutuhan pendidikan yang bergabung dengan SIPLah Telkom yang merupakan salah satu e-commerce resmi SIPLah.

“Kami telah melihat adanya peningkatan tren secara positif dengan terus meningkatnya transaksi yang terjadi dan jumlah penyedia kebutuhan pendidikan. Hingga saat ini, ada sekitar lebih dari 20.000 penyedia kebutuhan pendidikan dengan jutaan produk yang dijual secara variatif bergabung bersama kami,” kata Dwi Meidianty, selaku tim bisnis SIPLah Telkom dalam keterangan resminya.

Hal itu menunjukkan bahwa ada keuntungan potensial yang dapat dicapai ketika para pelaku usaha/UKM Pendidikan mau beralih dari cara konvensional dan bergabung dengan mitra SIPLah.

Baca juga:

Pintek Instant Tawarkan Solusi Dana Pendidikan

Akses Permodalan Bagi Pelaku Usaha Kini Lebih Mudah
Pintek menyediakan solusi bagi pelaku usaha UKM Pendidikan. (Foto: Istimewa)

Meskipun transaksi meningkat, masih ada tantangan yang perlu dihadapi bagi para pelaku usaha, salah satunya akses permodalan. Perusahaan financial technology Pintek pun melakukan riset pada Juli 2021 pada lebih dari 80 pelaku usaha pendidikan. Terdapat 69 persen UKM Pendidikan membiayai usahanya mengandalkan pendanaan pribadi, sedangkan 57 persen kesulitan dalam mendapatkan pendanaan selama dua tahun terakhir.

“Adanya kekurangan informasi menjadi hambatan karena UKM biasanya tidak masuk audit lembaga keuangan konvensional. Oleh karena itu sejak awal 2021, kami memfokuskan strategi bisnis untuk pendanaan bagi pelaku usaha/UKM Pendidikan,” kata Tommy Yuwono, Co-Founder dan Direktur Utama Pintek.

Baca juga:

Pintek Gandeng Marketplace INTI untuk Permodalan UKM SIPLah

Akses Permodalan Bagi Pelaku Usaha Kini Lebih Mudah
57 persen kesulitan dalam mendapatkan pendanaan selama dua tahun terakhir. (Foto: Pexels/Ahsanjaya)

Sejalan dengan survei yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik 2020, sekitar 69,02 persen, UMKM mengalami kesulitan permodalan di saat pandemi COVID-19. Data tersebut menunjukkan bahwa bantuan permodalan bagi UMKM menjadi hal yang penting.

Pelaku usaha/UKM pendidikan dapat memanfaatkan peer-to-peer lending untuk memperoleh akses mudah dan cepat ke pinjaman modal tanpa agunan untuk mengembangkan usaha. Hasil laporan Roaring 20s: The SEA Digital Decade yang dilakukan oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, 59 persen pedagang digital di Indonesia sekarang mengadopsi solusi pinjaman digital.

“Dengan inovasi pembiayaan yang kami miliki, kami berharap dapat mendorong semangat pelaku usaha/UKM pendidikan untuk dapat mengembangkan bisnisnya, secara khusus di masa pandemi ini,” tutup Tommy. (and)

Baca juga:

Pintek Bantu UKM untuk Kebutuhan Pendidikan

#Bisnis
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Fun
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Promosi offline tetap relevan di era digital. Kenali jenis media promosi offline, manfaat, dan strategi efektif untuk bisnis dan event.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Lifestyle
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Summarecon Discovery menampilkan perjalanan lima dekade perusahaan properti Indonesia ini.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Indonesia
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Pengangkatan akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Indonesia
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
BRIN menyoroti ketidaksesuaian antara produk yang dikembangkan startup dengan kebutuhan masyarakat sebagai faktor utama.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Oktober 2025
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
Indonesia
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Dengan peluang yang sangat potensial, ajang tahunan ini menjadi magnet bagi pelaku usaha waralaba dan kemitraan.
Dwi Astarini - Sabtu, 11 Oktober 2025
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Indonesia
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
Dharma Jaya mencatat lonjakan bisnis 190 persen sambil menjaga ketahanan pangan.
Soffi Amira - Jumat, 03 Oktober 2025
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
ShowBiz
‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Perusahaan makanan berebut menggandeng megahit Netflix tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Oktober 2025
 ‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Lifestyle
Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
John Elkann dan saudara-saudaranya, Lapo dan Ginerva, akan membayar 183 juta euro atau sekira Rp 3,53 triliun kepada otoritas pajak Italia.
Dwi Astarini - Rabu, 10 September 2025
 Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
Indonesia
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Kopdes adalah program besar yang mahal dan berisiko, sehingga pemerintah perlu test the water dengan melakukan piloting
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 Juli 2025
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Indonesia
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024
Sejalan dengan itu, kinerja operasional KAI terus menunjukkan tren perbaikan yang konsisten dan berkelanjutan.
Dwi Astarini - Selasa, 01 Juli 2025
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024
Bagikan