Akan Ada Sentra Vaksinasi di Mal?

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Kamis, 03 Juni 2021
Akan Ada Sentra Vaksinasi di Mal?

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, belum lama ini mengusulkan agar sentra-sentra vaksinasi tersedia di mal-mal besar(Foto: Pixabay/stocksnap)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, belum lama ini mengusulkan agar sentra-sentra vaksinasi tersedia di mal-mal besar. Hal itu guna mempermudah percepatan pemberian vaksin COVID-19.

Adapun usulan tersebut dinilai dapat mempermudah masyarakat, dalam mengetahui lokasi pemberian vaksin COVID-19. Sehingga masyarakat banyak yang tertarik untuk menerima suntikan vaksin.

Baca Juga:

Kiat-Kiat Menjaga Kesehatan Tubuh Setelah Divaksin

usulan tersebut dinilai dapat mempermudah masyarakat, dalam mengetahui lokasi pemberian vaksin COVID-19 (Foto: Pixabay/alexandra_koch)

"Jadi ada banyak potensi kegiatan masyarakat yang banyak dihadiri dan kita bisa gabungkan dengan program vaksinasi. Contohnya belanja di mal. Itu kan orang- orang senang belanja di mal, ya kita kerjasama untuk adakan vaksinasi," Jelas Budi, seperti yang dikutip dari laman Antara.

Mengenai hal itu, Budi memberikan contoh. Misalnya untuk di Tangerang selatan, ada tiga wilayah yang berpotensi mal-malnya digunakan sebagai lokasi vaksinasi.

Tiga wilayah di Tangerang Selatan tersebut yakni Bumi Serpong Damai (BSD), Alam Sutera dan Bintaro. Upaya tersebut, diharapkan bisa mempercepat proses pemberian vaksin COVID-19 pada masyarakat Indonesia.

"Bapak (Wali Kota Tangerang Selatan) punya Alam Sutra, Bintaro, dan BSD. Mungkin perlu minta ke pengembangnya sekali-sekali kerja sosial untuk warganya. Sekali- sekali (warga) dikasih tempat untuk vaksinasi gratis," tambah Budi.

Selain itu, Budi juga memberi contoh kegiatan lain yang dapat disatukan dengan program vaksinasi, seperti kegiatan travel menggunakan pesawat.

Baca Juga:

Bersinergi Sukseskan Program Vaksinasi Lansia

dengan adanya kolaborasi pemerintah bersama banyak pihak, dapat mempercepat target pemberian vaksin COVID-19 di Indonesia (Foto: Pixabay/wir_pix)

Budi memberikan contoh untuk di Bandara memiliki umlah pendatang mencapai 10.000 setiap harinya. Baginya, bisa dibuat tempat yang agak besar di Bandara untuk vaksinasi, untuk pemberian vaksin pada 5.000 orang per harinya.

Budi juga menjelaskan, bahwa dengan adanya kolaborasi pemerintah bersama banyak pihak, dapat mempercepat target pemberian vaksin COVID-19 di Indonesia.

Terkait pemberian vaksin COVID-19 di Indonesia, saat ini tercatat telah ada sebanyak 27 juta vaksin yang dibaikan, dari target 360 juta dosis yang ditargetkan terdistribusi.

Dengan sejumlah upaya maksimal, diharpkan sebanyak 180 juta penduduk Indonesia sudah menerima vaksin COVID-19 di Desember 2021, dari target awal Maret 2022. (Ryn)

Baca Juga:

Sejumlah Restoran Kasih Diskon Nakes dan Orang yang Sudah Divaksin

#Kesehatan #Vaksinasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan