Ajak Warga Naik Kereta, Cara Korsel Tingkatkan Kesuburan di Negaranya
Kereta di Seoul. (Foto: Unsplash/Chan Young Lee)
MerahPutih.com - Pemerintah Korea Selatan tengah mempersiapkan jaringan kereta api bawah tanah yang canggih untuk membantu mengatasi anjloknya tingkat kesuburan di negara tersebut. Korea saat ini menjadi negara dengan tingkat kesuburan terendah di dunia.
Seperti diberitakan Newsweek, Jumat (21/6), Korea Selatan yakin dengan adanya transportasi kereta bawah tanah, para warganya dapat lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Sebab apabila bepergian menggunakan kereta, waktu perjalanan akan lebih singkat. Ini berarti penumpang dapat tiba di rumah lebih cepat agar memiliki quality time bersama pasangan.
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol pada Maret tahun ini telah meresmikan bagian pertama dari enam jalur jaringan Great Train eXpress (GTX) senilai USD 100 miliar. GTX, yang melaju dengan kecepatan 111 mil per jam. Dengan kecepatan tersebut, berarti dari Distrik Gangnam Seoul ke kota satelit Dongtan cuma butuh waktu 60 menit, yang tadinya memakan waktu selama 80 menit.
Namun, para analis mengingatkan bahwa proyek ini harus dibarengi sosialisasi kepada para warganya. Sebab para anak muda belum tentu memedulikan hal itu. Mereka harus diberikan penyuluhan agar menyadari pentingnya membangun sebuah keluarga.
Baca juga:
Jumlah rata-rata kelahiran perempuan di Korea Selatan turun selama empat tahun berturut-turut pada tahun lalu, yakni dari 0,78 persen menjadi 0,72 persen.
Tren penurunan ini terus berlanjut meskipun pemerintah telah mendanai hampir USD 300 miliar sebagai inisiatif mendukung ibu baru dalam membesarkan anak, termasuk subsidi tunai, perawatan infertilitas, dan layanan penitipan anak.
Selain itu, para pejabat Korsel percaya bahwa layanan kereta api baru akan memotivasi orang untuk meninggalkan ibu kota Seoul yang memiliki perumahan padat dan mahal. Ini akan membuat warga pindah ke pinggiran kota yang bisanya hidupya lebih rendah dan kereta dapat menjadi akses paling efisien untuk bepergian.
Biaya hidup menjadi alasan utama generasi muda Korea Selatan memutuskan untuk tidak menikah dan memiliki anak. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo