Air Kelapa Masuk Golongan Superfood, Ini Manfaatnya

Muchammad YaniMuchammad Yani - Rabu, 02 Desember 2020
Air Kelapa Masuk Golongan Superfood, Ini Manfaatnya

Air Kelapa (123RF/TATIANA BRALNINA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

AIR kelapa telah menjadi salah satu superfood populer dalam beberapa tahun terakhir. Tidak ada yang lebih menyegarkan daripada segelas air kelapa dingin setelah joging atau sesi yoga.

Dalam upaya untuk lebih memahami air di dalam buah kelapa (jangan tertukar dengan santan yang terbuat dari daging kelapa), berikut komentar ahli gizi bersertifikat asal AS Kaleigh McMordie, RD. Ternyata minuman ini memang sarat manfaat kesehatan yang sebenarnya.

Baca juga:

(HOAKS atau FAKTA) : Air Garam Sumber Energi Listrik

1. Antioksidan

Menjadi aktioksidan. (Foto: Pixabay/Gadini)
Menjadi aktioksidan. (Foto: Pixabay/Gadini)

“Air kelapa mengandung antioksidan yang dapat menetralkan radikal bebas perusak penyebabkan stres oksidatif pada tubuh,” jelas McMordie. Antioksidan ditemukan dalam berbagai bentuk dan produk tanaman kelapa, yang menunjukkan efektivitasnya beragam.

Artinya, dia melanjutnya, “Yang terbaik adalah memilih air kelapa segar untuk aktivitas antioksidan tertinggi, karena pemrosesan panas akan mengurangi aktivitas antioksidan.”

2. Elektrolit

Air kelapa menjadi salah satu pencegah dehidrasi. (Foto: 123RF/Valentina Gabdrakipova)
Air kelapa menjadi salah satu pencegah dehidrasi. (Foto: 123RF/Valentina Gabdrakipova)

Hidrasi adalah salah satu manfaat air kelapa yang paling terkenal. Menurut McMordie, air kelapa secara alami mengandung elektrolit magnesium, kalium, kalsium, dan natrium yang kesemuanya penting untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Baca juga:

Minum Cokelat Panas dapat Tingkatkan Kemampuan Ingatan

Selain menjaga kamu tetap terhidrasi, elektrolit membantu menyeimbangkan pH tubuh, mengontrol kontraksi otot, dan membantumu memulihkan diri setelah latihan.

3. Vitamin C

Air kelapa mengandung vitamin C. (Foto: 123RF/Olga Yastremska)
Air kelapa mengandung vitamin C. (Foto: 123RF/Olga Yastremska)

Vitamin C merupakan vitamin penting untuk menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh, sekaligus sebagai antioksidan. "Air kelapa secara alami mengandung sekitar 10 persen dari asupan harian yang direkomendasikan untuk vitamin C per porsi," kata McMordie.

Air kelapa adalah alternatif yang bagus untuk soda dan minuman manis lainnya. Dengan rasa kelapa yang ringan, ini memberikan rasa tanpa banyak gula tambahan, tidak seperti soda, yang mungkin mengandung gula tambahan serta pewarna dan perasa buatan.

“Air kelapa mengandung sekitar 95 persen air dan mengandung karbohidrat dan elektrolit, menjadikannya minuman yang bagus untuk hidrasi dan pemulihan setelah berolahraga,” jelas McMordie. Ini secara alami jauh lebih rendah gula daripada minuman olahraga dan tidak mengandung pewarna atau rasa buatan. (Aru)

Baca juga:

Delima Mengandung Antioksidan, Bagus untuk Kulit

#Kesehatan #Info Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan