Air Hujan di Solo Terkontaminasi Microplastik, Bahayakan Kesehatan

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 25 November 2025
Air Hujan di Solo Terkontaminasi Microplastik, Bahayakan Kesehatan

Air hujan yang terjadi di ruas jalan tol wilayah Boyolali Terkontaminasi Microplastic. (Dok.Tim Microplastic Hunter)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - TIM Microplastic Hunter dari Ecoton Foundation menemukan keberadaan mikroplastik dalam air hujan di wilayah Boyolali dan Solo. Pengambilan sampel dilakukan pada 23 November 2025 di lima titik, yakni Jl Kemuning (Solo), Jl Hassanudin (Solo), Jl Tol Ngemplak (Boyolali), Jl Slamet Riyadi (Solo), serta satu titik kontrol dari kota lain.

Penelitian dilakukan dengan menempatkan wadah aluminium, stainless steel, dan wadah setoples kaca dengan diameter 35 cm pada ketinggian lebih dari 1,5 meter selama 1-2 jam pada 4 lokasi utama dan 1 lokasi kontrol.

Hasil pengamatan awal menunjukkan konsentrasi mikroplastik tertinggi ditemukan di Jl Slamet Riyadi, Solo, dengan 125 partikel/liter, disusul Jl Tol Ngemplak Boyolali (78 partikel/liter) dan Jl Hassanudin Solo (75 partikel/liter).

Temuan ini didominasi mikroplastik jenis fiber (serat) dan sebagian kecil film/filamen. Dari sisi warna, mikroplastik hitam mendominasi hingga 71,3 persen, disusul warna biru (18,1 persen), merah (7,4 persen), dan transparan (3,2 persen). Temuan ini masih merupakan uji awal berbasis komposisi jenis dan warna.

Baca juga:

Air Hujan Tercemar Mikroplastik, Komisi XII DPR Minta Pemerintah Perkuat Pengendalian Polusi



“Ini sangat mengkhawatirkan, ternyata air hujan di Solo juga terkontaminasi mikroplastik. Jangan kebiasaan mangap saat hujan turun karena setiap tetes membawa risiko paparan plastik tambahan,” ujar Koordinator Tim Microplastic Hunter Ecoton Alaika Rahmatullah, Selasa (25/11).

Ia mengatakan ada tiga hal utama penyebab tingginya mikroplastik di air hujan Solo. Pertama, aktivitas pembakaran sampah terbuka, terutama plastik multilayer dan tekstil sintetis, yang melepaskan fiber ke atmosfer.

Kedua, abrasi ban kendaraan bermotor dan rem kendaraan, mengingat arus lalu lintas padat di jalur Solo-Boyolali. Ketiga, banyak sampah plastik yang dibuang sembarangan kemudian tercecer di lingkungan, yang turut melepaskan mikroplastik ke udara dan terbawa oleh air hujan.

“Mikroplastik berukuran sangat kecil (<5 mm - 1 mikron) dapat melayang dalam atmosfer ratusan kilometer, makanya semakin banyak orang yang membakar sampah, semakin banyak juga mikroplastik yang dilepaskan ke udara dan terbawa oleh air hujan” kata Sofi.

Mikroplastik dalam air hujan berdampak bagi kesehatan dan lingkungan. Menurutnya, dari sisi kesehatan, mikroplastik berpotensi membawa bahan kimia berbahaya seperti phthalates, BPA, logam berat, serta mikroorganisme patogen yang dapat menempel pada permukaannya. “Paparan jangka panjang melalui air, udara, dan makanan dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, gangguan hormon, hingga inflamasi kronis,” ujar Kepala Laboratorium Mikroplastik Ecoton Rafika Aprilianti.

Selain itu, terdapat dampak ekologis yang tidak kalah penting. Sedimentasi mikroplastik yang terbawa air hujan dapat mencemari tanah, sawah, dan sungai yang menjadi sumber air baku bagi Kota Solo. “Air hujan tercemar ini berpotensi masuk ke sistem irigasi, memengaruhi kesehatan tanah, bahkan diserap tanaman yang kemudian masuk ke rantai pangan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan langkah mitigasi dan juga menghindari paparan mikroplastik di air hujan, Pemkot Kota Solo dan Pemkab Boyolali perlu menekan masyarakat dan produsen untuk setop menggunakan plastik dan melarang aktivitas pembakaran sampah.

“Perlu juga menerapan pengawasan dan penindakan pada titik-titik pembakaran sampah harus diperkuat. Publikasi atau sanksi sosial berupa pemasangan foto warga yang membakar sampah plastik dan membuang sampah plastik ke sungai,” pungkasnya.(Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga:

Kemenkes Respons Temuan Mikroplastik di Air Hujan Jakarta: Waspadai, Bukan Ditakuti

#Solo #Jawa Tengah #Mikroplastik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Gibran Minta Maaf atas Dugaan Keracunan MBG di Batang, 34 Pasien Masih Dirawat
Wapres Gibran meminta maaf atas dugaan keracunan MBG di Batang. Sebanyak 700 siswa terdampak dan 34 masih dirawat, investigasi berlangsung.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Gibran Minta Maaf atas Dugaan Keracunan MBG di Batang, 34 Pasien Masih Dirawat
Indonesia
Wamendagri Bima Arya Dorong Pelaksanaan 6 SPM Posyandu Plus di Solo Jadi Percontohan
Kemendagri saat ini terus mendampingi seluruh kepala daerah agar pelaksanaan enam bidang SPM dapat berjalan optimal.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Wamendagri Bima Arya Dorong Pelaksanaan 6 SPM Posyandu Plus di Solo Jadi Percontohan
Indonesia
219 Penerima MBG di Batang Alami Gangguan Kesehatan, BGN Suspend Berat SPPG
BGN memberikan suspend berat kepada SPPG Batang Bawang Bawang setelah 219 penerima MBG mengalami gangguan kesehatan dan ditemukan pelanggaran SOP.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
219 Penerima MBG di Batang Alami Gangguan Kesehatan, BGN Suspend Berat SPPG
Indonesia
Pemprov Jateng Targetkan Kemiskinan Turun Menjadi 8,70 Persen Akhir 2026
Salah satu upaya untuk menurunkan kemiskinan yakni dengan terus mengurangi ketimpangan antara jumlah kebutuhan rumah dan ketersediaan hunian.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Pemprov Jateng Targetkan Kemiskinan Turun Menjadi 8,70 Persen Akhir 2026
Indonesia
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memang sudah direncanakan sebagai bagian dari upaya untuk merevitalisasi aset-aset budaya.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Tradisi
Bukan Lagi 23 September! Hari Jadi Kota Kudus Geser ke 23 Agustus Mulai 2027
Hari Jadi Kabupaten Kudus resmi digeser dari 23 September ke 23 Agustus mulai tahun 2027 berdasarkan kajian ilmiah Prasasti Masjid Menara Kudus.
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
Bukan Lagi 23 September! Hari Jadi Kota Kudus Geser ke 23 Agustus Mulai 2027
Indonesia
Dokkes Polda Jateng Tes DNA Keluarga 3 Korban KM Virgo di Polresta Solo
Hasil tes DNA akan dikirim ke Pusdokkes untuk dilakukan pemeriksaan dan pencocokan dengan sampel jenazah yang telah ditemukan.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Dokkes Polda Jateng Tes DNA Keluarga 3 Korban KM Virgo di Polresta Solo
Indonesia
Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup
Penutupan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan kondisi di lapangan yang masih cukup rawan.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup
Indonesia
Terancam Kena Gusur, Warga Solo Gugat KAI Daop 6 ke PN Solo
Warga terancam kena gusur akibat perluasan Stasiun Solo Jebres.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Terancam Kena Gusur, Warga Solo Gugat KAI Daop 6 ke PN Solo
Indonesia
Tahir Solo Museum Tunggak PBB-P2 Rp600 Juta, Wali Kota Solo Minta Segera Dilunasi
Tahir Solo Museum diketahui memiliki tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar Rp600 juta.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Tahir Solo Museum Tunggak PBB-P2 Rp600 Juta, Wali Kota Solo Minta Segera Dilunasi
Bagikan