AHY: Selamat untuk Ahok-Djarot dan Anies-Sandi

Luhung SaptoLuhung Sapto - Rabu, 15 Februari 2017
AHY: Selamat untuk Ahok-Djarot dan Anies-Sandi

Cagub DKI Jakarta Agus Yudhoyono di Wisma Proklamasi, Jakarta, Kamis (15/2). (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan menerima kekalahannya dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017, menyusul hasil hitung cepat yang dirilis sejumlah lembaga survei.

"Secara kesatria dan dengan lapang dada saya terima kekalahan saya dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta," kata Agus dalam konferensi pers tanpa tanya jawab di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu (15/2) malam.

Agus mengatakan seperti halnya kompetisi-kompetisi lainnya pasti ada pihak yang menang dan kalah, pasti ada suka dan duka. Seluruhnya menurut Agus, adalah realitas kehidupan.

Dia mengakui selama kampanye dirinya sering kali menolak berandai-andai jika dirinya mengalami kekalahan. Hal itu lantaran dirinya tidak memiliki prinsip kalah sebelum perjuangan berakhir.

Dia juga enggan menurunkan semangat dan moril dari tim pemenangan, relawan, simpatisan serta seluruh warga Jakarta yang selama ini mendukung.

"Tapi hari ini tentu berbeda. Sekali lagi saya sampaikan secara kesatria dan dengan lapang dada saya terima kekalahan saya dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta," kata Agus.

Agus juga turut mengucapkan selamat kepada pasangan calon nomor dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, serta pasangan nomor tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam konferensi pers itu.

"Tadi saya sudah telepon langsung bapak Basuki, saya juga sudah coba hubungi bapak Anies dan bapak Sandi tapi beliau berdua masih ada kegiatan. Tapi sekali lagi tujuan kami adalah ingin mengucapkan selamat atas pencapaian mereka," kata Agus.

Agus mewakili Sylviana Murni dan segenap tim pemenangan mendoakan siapapun yang terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta dapat sukses menjalankan tugas-tugasnya.

Dia berharap calon terpilih dapat memimpin rakyat Jakarta secara adil dan bijaksana serta penuh cinta dan kasih sayang.

"Saya mohon maaf karena belum bisa memenuhi harapan pendukung dan konstituen. Insyaallah semua ada hikmahnya. Allah SWT, Tuhan YME belum mengijinkan saya menjadi pemimpin Jakarta, saya meyakini rencana dan keputusan Allah selalu benar dan selalu lebih baik dari rencana manusia," kata Agus.

Pada bagian akhir pernyataannya, Agus menyampaikan rasa terima kasihnya kepada keluarga, khususnya Anissa Pohan selaku istri dan Aira selaku putrinya. Agus juga berterima kasih kepada empat partai yakni Demokrat, PPP, PKB dan PAN yang telah mengusung dirinya sebagai calon gubernur DKI Jakarta.

"Saya sekali lagi mohon maaf apabila dalam keseharian saya selama ini ada tutur kata perilaku yang kurang berkenan. Semua kekurangan tentu dari saya pribadi, tapi jika ada yang baik tentu semua dari Allah," katanya.

Sumber: ANTARA

Baca juga artikel lain terkait Agus Harimurti Yudhoyono dan Pilkada DKI Jakarta di sini: Survei Indikator: Elektabilitas AHY-Sylvi Merosot

#AHY-Sylvi #Agus Harimurti Yudhoyono #Pilgub DKI 2017 #Pilkada DKI Jakarta 2017 #Calon Gubernur DKI 2017-2022 #Partai Demokrat
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Indonesia
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Susilo Bambayng Yudhoyono (SBY) dikaitkan dengan isu ijazah palsu Jokowi. Partai Demokrat pun menegaskan, bahwa hal itu merupakan fitnah.
Soffi Amira - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Indonesia
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Negara dan demokrasi harus diatur oleh rule of law, bukan rule of noise atau kebisingan rumor
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana
Energi politik semestinya dicurahkan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan efektif.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Desember 2025
Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana
Indonesia
Percepat Penanganan Bencana Sumatra, Demokrat Desak Pemerintah Buka Akses Bantuan Asing
Partai Demokrat mendesak pemerintah untuk membuka akses bantuan asing. Hal itu dilakukan demi mempercepat penanganan darurat bencana Sumatra.
Soffi Amira - Senin, 08 Desember 2025
Percepat Penanganan Bencana Sumatra, Demokrat Desak Pemerintah Buka Akses Bantuan Asing
Indonesia
Janji Tanggung Jawab Pembiayaan Whoosh, Presiden Prabowo: Kita Layani Rakyat, Bukan Hitung Untung Rugi
Presiden Prabowo Subianto menegaskan siap bertanggung jawab atas pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh), menilai Indonesia masih sanggup membayar utangnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 November 2025
Janji Tanggung Jawab Pembiayaan Whoosh, Presiden Prabowo: Kita Layani Rakyat, Bukan Hitung Untung Rugi
Indonesia
Jokowi Sebut Whoosh Investasi Sosial, Demokrat: Siapa yang Talangi Kerugiannya?
Jokowi sebut Whoosh jadi investasi sosial. Demokrat mempertanyakan siapa yang akan menalangi kerugiannya.
Soffi Amira - Sabtu, 01 November 2025
Jokowi Sebut Whoosh Investasi Sosial, Demokrat: Siapa yang Talangi Kerugiannya?
Indonesia
Partai Demokrat Dukung Menkeu soal Dana Pemda Mengendap, Tawarkan Solusi Efektif
Fenomena APBD mengendap di perbankan bukan sekadar persoalan teknis pengelolaan kas daerah, melainkan menggambarkan masalah struktural keuangan daerah.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Oktober 2025
Partai Demokrat Dukung Menkeu soal Dana Pemda Mengendap, Tawarkan Solusi Efektif
Indonesia
Demokrat ‘Pelototi’ Paket Stimulus Kuartal IV 2025: Ingin Tepat Sasaran dan Berkelanjutan
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat menegaskan pentingnya pengawasan dan kolaborasi antara pemerintah dan DPR.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 Oktober 2025
Demokrat ‘Pelototi’ Paket Stimulus Kuartal IV 2025: Ingin Tepat Sasaran dan Berkelanjutan
Indonesia
9 Jurus Menko AHY Pecahkan Kebuntuan Aturan Zero ODOL yang Mandek 16 Tahun
Kebijakan zero ODOL pertama kali direncanakan sejak 2009
Wisnu Cipto - Selasa, 07 Oktober 2025
9 Jurus Menko AHY Pecahkan Kebuntuan Aturan Zero ODOL yang Mandek 16 Tahun
Indonesia
Ramai Video SBY Tak Salami Kapolri saat Peringatan HUT ke-80 TNI, Demokrat Tegaskan Hubungan Baik-Baik Saja
Narasi yang beredar menyebut seolah-olah hubungan antara pendiri Partai Demokrat dan Kapolri tidak akrab.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Oktober 2025
Ramai Video SBY Tak Salami Kapolri saat Peringatan HUT ke-80 TNI, Demokrat Tegaskan Hubungan Baik-Baik Saja
Bagikan