MerahPutih.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Ace Hasan Syadzily mengatakan pertemuan empat mata antara Presiden Jokowi dan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) belum membicarakan secarai detail soal 'bagi-bagi- kursi. Termasuk soal isu ia menjadi Menteri Pemuda dan Olah Raga.
Menurut Ace, kabinet dalam sebuah koalisi pemerintahan itu tentu prasyaratnya harus saling percaya dan saling menghormati antara satu dengan yang lainnya.
"Komunikasi yang intens itu merupakan salah satu prasyarat yang dilalui untuk membangun saling percaya tersebut," kata Ace dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (3/5).
Ace menilai, di luar hal itu, Jokowi telah menunjukan sosok yang selalu terbuka untuk bertemu dengan siapapun untuk menjaga kembali silaturahmi.
“Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa Presiden Jokowi selalu terbuka untuk bertemu dengan siapapun dan juga untuk menautkan kembali silaturahmi dan komunikasi yang sebelumnya terpengaruh oleh kontestasi pilpres,” kata Ace.
Ace menambahkan, Jokowi telah menunjukan sikap kenegarawanan jauh lebih penting ketimbang kontestasi pemilu.
“Sikap Presiden Joko Widodo ini juga menunjukkan sikap kenegarawanan jauh lebih penting daripada sekadar kontestasi pemilu,” ujarnya.
Selajutnya, Ace berharap pertemuan antara Jokowi dan AHY bisa menjadi contoh yang baik bagi seluruh elite politik. Salah satunya dengan sikap mendamaikan suhu politik yang sempat memanas 8 bulan terakhir.
“Pertemuan Presiden Jokowi dan AHY tentunya diharapkan menjadi tauladan bagi seluruh elite politik agar masyarakat dapat merasakan suasana yang sejuk terutama mengahadapi bulan Ramadan,” pungkasnya.
Sebelumnya pertemuan antara Ketua Umum PAN Zulkifli Hassan dan Komandan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dianggap sebagai adanya lobi politik koalisi antara Demokrat dan PAN terhadap pemerintah. Pertemuan tersebut nyatanya hanya membahas silahturahmi politik pasca pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 semata. (Knu)