MerahPutih Megapolitan - Ahli patologi forensik Dr Djaja Surja Atmadja mengungkapkan bukti baru bahwa Wayan Mirna Salihin bukan meninggal karena racun sianida. Menurut dokter dari Universitas Indonesia (UI) ini, tanda-tanda orang yang diracun sianida adalah adanya lebam mayat dan warna kulit yang kemerahan.
Djaja mengatakan pada kasus Mirna wajahnya membiru sehingga ada dugaan kuat bahwa Mirna meninggal karena penyakit jantung bukan keracunan sianida.
"Kemungkinan Mirna disebabkan karena serangan jantung yang ditandai dengan mukanya yang membiru, jadi bukan karena racun sianida," ungkap Djaja saat bersaksi di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu (7/9) malam.
Djaja menambahkan melihat riwayat hidup Mirna masih muda dan suka meminum kopi. Kalau mendadak meninggal di usia muda ada kemungkinan sakit akibat penyakit dalam yang dideritanya.
"Kalau meninggal usia muda, umumnya disebabkan ada aneurisma, radang otak, jantung kelainan bawaan, paru TBC, radang paru. Itu karena penyakit dan di luar keracunan," tuturnya.
Seperti diketahui, Mirna meninggal dunia usai menyeruput kopi di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat pada 6 Januari 2016. Saat itu, Mirna sedang bersama dua temannya, Jessica Kumala Wongso dan Hani.
Jessica ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap Mirna. Jessica didakwa melanggar Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pembunuhan berencana dan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan sengaja dengan ancaman maksimal hukuman mati. (Abi)
BACA JUGA: