Kecantikan

AHA vs BHA, Mana yang Baik untuk Eksfoliasi

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 01 September 2022
AHA vs BHA, Mana yang Baik untuk Eksfoliasi

Eksfoliasi wajah merupakan salah satu perawatan yang harusnya rutin dilakukan. (Pexels/Andrea Piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MELAKUKAN perawatan pada wajah makanan sehari-hari bagi banyak perempuan. Namun, seringkali banyak yang melupakan eksfoliasi wajah yang secara rutin perlu dilakukan. Dengan melakukan eksfoliasi, wajah bisa menjadi lebih bersih dan cerah. Salah satunya dengan menggunakan produk yang mengandung AHA atau BHA.

Dikutip dari Instyle, AHA dan BHA merupakan kandungan yang cocok buat kamu yang ingin melakukan eksfoliasi pada kulit wajah. Tapi tahu tidak sih kalau keduanya memiliki sifat yang berbeda dan hasil yang didapatkan dari kedua kandungan tersebut juga berbeda? Apa ya perbedaannya? Yuk kita simak.

Baca Juga:

Sebelum Lakukan Smoothing Keratin, Perhatikan Hal Ini

kulit
Eksfoliasi wajah bisa kamu lakukan untuk membuat generasi sel kulit baru. (Pexels/Polina Kovaleva)


Apa itu AHA?


Alpha Hydroxy Acid atau AHA merupakan asam yang berasal dari tumbuhan dan hewan alami. Kandungan ini biasanya digunakan untuk merawat kulit yang kering, kulit yang menua dan membersihkan jerawat. Menurut Dr. Melanie Palm seorang dokter kulit yang bersertifikat di Art of Skin MD yang berbasis di California menyatakan bahwa, ”AHA yang umum digunakan dalam perawatan kulit merupakan asam laktat dan juga Glikolat.”

Namun, seiring bertambahnya usia, cenderung banyak sel kulit mati yang menumpuk akibat melambatnya sel kulit alami. Hal tersebut yang membuat wajah terlihat kusam. Oleh karena itu, AHA akan membantu untuk mengelupas dan menghilangkan lapisan atas sel kulit mati, dan membuat generasi sel kulit yang baru. Apabila kamu bingung untuk mencari kandungan AHA. Sudah tersedia di banyak jenis produk perawatan kulit, seperti toner, serum, masker, dan juga pelembab pada wajah.

Baca Juga:

Panduan Membuat Eyeliner Sesuai Bentuk Mata

kulit
Ada baiknya kamu tetap menggunakan tabir surya setidaknya SPF 30 untuk melindungi wajah dari sinar matahari. (Pixabay/nguyenhonstudio)


Apa itu BHA?


Beta Hydroxy Acid atau BHA biasanya digunakan untuk mengangkat sel kulit mati dan mengatasi jerawat. Tidak hanya itu, BHA juga mampu menyingkirkan sebum dan juga sel kulit yang menyumbat pori-pori. Asam salisilat merupakan senyawa dari BHA. Bahan ini baik untuk digunakan pada kulit berjerawat dan juga berminyak. Tidak hanya itu, asam salisilat juga dikenal melawan bakteri. Untuk mendapatkan kandungan BHA, jamu bisa menemukannya pada produk seperti patch jerawat, serum, toner, dan masker wajah.

Perbedaan

AHA dan BHA memiliki sifat yang berbeda dan tentunya hasil yang didapatkan dari kedua kandungan tersebut juga berbeda. Salah satu perbedaannya yaitu AHA membersihkan kulit-kulit mati yang berlebih. Sedangkan BHA memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi yang bisa membantu mencegah minyak di pori-pori dan mengurangi iritasi. Namun, ada baiknya kamu tetap menggunakan tabir surya setidaknya SPF 30 untuk melindungi wajah dari sinar matahari. Ini karena AHA dan BHA bisa membuat kulit lebih rentan rusak akibat sinar matahari.

Efek samping saat kamu baru menggunakan AHA, ada kemungkinan akan mengalami gatal-gatal ringan atau iritasi. Sedangkan efek samping BHA, seperti membuat wajah kering dan iritasi. Oleh karena itu, untuk kamu yang memiliki kulit yang sensitif dan alergi, ada baiknya untuk menghindari penggunaan produk yang mengandung AHA atau BHA. Bagi kamu yang baru mau mencoba menggunakan produk eksfoliasi, ada baiknya gunakan produk dengan kandungan yang sesuai dengan permasalahan kulit kamu. (yos)

Baca Juga:

Perlu Tahu nih, Mitos dan Fakta Seputar Make-up

#Kecantikan #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Lifestyle
Mengintip Pabrik MS Glow di Malang, ini Sistem Produksi dan Distribusi di Baliknya
MS Glow memiliki pabrik dan gudang utama di Malang. Setiap harinya, ribuan pengiriman diproses.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Mengintip Pabrik MS Glow di Malang, ini Sistem Produksi dan Distribusi di Baliknya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan