Headline

Abaikan Kasus Pencemaran Laut Timor, Pemerintah Australia Dituding Munafik

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 28 Februari 2019
 Abaikan Kasus Pencemaran Laut Timor, Pemerintah Australia Dituding Munafik

Ilustrasi tumpahan minyak (ANTARA FOTO/Sheravim)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Tumpahan minyak mentah yang menyebabkan pencemaran di kawasan Laut Timor oleh kapal tanker Hongkong sampai sekarang tidak jelas penyelesaiannya.

Pemerintah Australia menurut Ketua Tim Advokasi Korban Mantara Laut Timor Ferdi Tanoni dinilai munafik lantaran tak berani menekan perusahaan pelayaan Hongkong untuk bertanggung jawab membersihkan tumpahan minyak di dekat terumbu karang yang tercatat sebagai warisan dunia.

"Namun, ironisnya Pemerintah Federal Australia menolak untuk membantu dan bertanggung jawab atas petaka tumpahan minyak Montara 2009 di Laut Timor yang mengorbankan lebih 100.000 masyarakat pesisir di Nusa Tenggara Timur," ujar Ferdi Tanoni di Kupang, Kamis (28/2).

Ketua Yayasan Timor Barat itu menambahkan, tumpahan minyak Montara tidak hanya mengorbankan masyarakat pesisir NTT, namun menimbulkan pula penyakit aneh hingga membawa kematian warga serta lebih 60.000 ha terumbu karang di Taman Nasional Laut Sawu hancur.

Ilustrasi Kapal Tanker
Ilustrasi kapal (ANTARA FOTO)

Ferdi Tanoni yang juga pernah bekerja sebagai agen imigrasi Australia untuk Kawasan Timur Indonesia ini memahami rasa frustrasi yang mendalam dari Pemerintah Federal Australia atas penolakan perusahaan Hong Kong, perusahaan asuransi Korea Selatan dan perusahaan pertambangan Solomon untuk membendung aliran minyak yang mengalir keluar dari kapal kargo besar yang kandas lebih dari tiga minggu lalu.

"Lebih dari tiga minggu sejak 5 Februari, hanya ada sedikit bukti dari tindakan perusahaan yang terlibat untuk mencegah petaka tumpahan minyak ini," ucap Tanoni mengutip sumber resmi dari harian Australia The Sydeny Morning Herald dan The Age.

Tanoni sebagaimana dilansir Antara menambahkan Pemerintah Kepulauan Solomon yang merasa putus asa meminta bantuan Pemerintah Australia, dan dalam seketika itu juga Pemerintah Federal Australia langsung memberikan bantuan dengan alasan masalah lingkungan hidup.

Sikap Pemerintah Federal Australia ini dinilainya sangat munafik, karena selama 10 tahun kasus pencemaran Laut Timor terjadi, Pemerintah Australia selalu memberikan alasan bahwa mereka tidak punya kewenangan untuk mencampuri urusan perairan negara lain (Indonesia).

Padahal, kata Ferdi Tanoni, kasus pencemaran Laut Timor yang sangat dahsyat akibat meledaknya anjungan minyak Montara pada 21 Agustus 2009 ini merupakan tanggung jawab Pemerintah Australia.

Tumpahan minyak Montara itu berasal dari perairan Australia yang mengalir dan mencemari perairan Indonesia, perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam pengeboran ladang Montara merupakan perusahaan yang berdomisili di Australia dengan menggunakan lisensi Australia.

Anehnya, kata dia, sudah berulang kali Pemerintah Indonesia menyampaikan surat kepada Pemerintah Australia untuk bekerja sama menyelesaikan kasus tumpahan minyak Montara 2009 di Laut Timor ini, tetapi selalu mereka membuat alasan yang tidak berdasar kemudian melarikan diri dari tanggung jawab.

Sejak bulan Oktober dan Novemper 2018 Montara Task Force mengirimkan dua buah surat kepada Duta Besar Australia di Jakarta terkait dengan tanggungjawab Australia terhadap kasus pencemaran tersebut, namun hingga saat ini tidak ada satu pun jawaban dari mereka.

"Menurut saya, sikap Dubes dan Wakil Dubes Australia ini buka lagi sebagai diplomat, tetapi sebagai pecundang dan pengecut. Saya mendesak Jakarta untuk segera memanggil Duta Besar Australia di Jakarta Gary Quinlan guna mempertanggung jawabkannya," tandas Ferdi Tanoni.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: KPK Sita Emas Batangan 500 Gram Terkait Suap Proyek Air Minum Kementerian PUPR

#Australia #Minyak Mentah #Pencemaran Laut
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Meghan Markle akan Tampil sebagai Co-Host MasterChef Junior Australia
Pengumuman ini muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap Meghan akibat ayahnya, Thomas Markle, yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
 Meghan Markle akan Tampil sebagai Co-Host MasterChef Junior Australia
Dunia
Singapura Gandeng Saudi Aramco Simpan Minyak Mentah di Jurong Mulai 2027
Singapura dan Saudi Aramco berencana menyimpan minyak mentah di fasilitas bawah tanah Jurong mulai paruh kedua 2027 untuk memperkuat ketahanan energi.
Yusuf Abdillah - Senin, 26 Oktober 2026
Singapura Gandeng Saudi Aramco Simpan Minyak Mentah di Jurong Mulai 2027
Dunia
Serangan Mobil terhadap Anggota Parlemen Australia, Helen Haines Kehilangan Kedua Kakinya
Kabar baik di balik semua ini yakni bahwa ia masih hidup.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
 Serangan Mobil terhadap Anggota Parlemen Australia, Helen Haines Kehilangan Kedua Kakinya
Dunia
Anggota Parlemen Australia Ditabrak, Polisi Tetapkan 1 Tersangka
Tersangka didakwa atas tuduhan mengemudi secara membahayakan yang menyebabkan luka berat.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
Anggota Parlemen Australia Ditabrak, Polisi Tetapkan 1 Tersangka
Dunia
Anggota Parlemen Australia Kritis setelah Ditabrak Mobil, PM Albanese Sebut Serangan Disengaja
Perdana Menteri Anthony Albanese menyebut insiden bisa jadi merupakan serangan yang disengaja.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
 Anggota Parlemen Australia Kritis setelah Ditabrak Mobil, PM Albanese Sebut Serangan Disengaja
Dunia
Jahat Banget deh, Perempuan Australia Campurkan Racun Siput ke Kari Rekan Kerja
Terdakwa, yang memiliki hubungan asmara dengan korban, telah didakwa atas tuduhan membahayakan nyawa, kesehatan, atau keselamatan orang lain.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Jahat Banget deh, Perempuan Australia Campurkan Racun Siput ke Kari Rekan Kerja
Indonesia
Ada Ketidakpastian Suplai, Harga Minyak Indonesia Melonjak ke USD 112,81 dari USD 89,43
Ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan (supply disruption risk).
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Ada Ketidakpastian Suplai, Harga Minyak Indonesia Melonjak ke USD 112,81 dari USD 89,43
Dunia
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Pejabat antiterorisme akan memeriksa apakah pria tersebut mengalami radikalisasi saat berada di Australia.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Tekno
AI OpenAI Jebol Portal Negara, PM Australia Murka Susun Langkah Hukum!
OpenAI berkali-kali membobol portal kesehatan Medicare Australia dan mengedit data pemerintah. PM Anthony Albanese meradang dan siapkan langkah hukum!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
AI OpenAI Jebol Portal Negara, PM Australia Murka Susun Langkah Hukum!
Dunia
Jumlah Anak Pengguna Media Sosial di Australia Justru Kembali Meningkat Setelah Adanya Larangan
Efektivitas larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun di Australia menjadi pertanyaan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 26 Agustus 2026
Jumlah Anak Pengguna Media Sosial di Australia Justru Kembali Meningkat Setelah Adanya Larangan
Bagikan