99 Persen Bencana Yang Melanda Indonesia Akibat Iklim dan Cuaca

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 14 Oktober 2024
99 Persen Bencana Yang Melanda Indonesia Akibat Iklim dan Cuaca

Warga di Perumahan Tlogosari, Kota Semarang, melintasi genangan banjir, Sabtu (31/12). ANTARA/ Zuhdiar

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Setiap tahun jumlah bencana yang melanda Indionesia mencapai ribuan kali. Tercatat [ada 2021 sebanyak 4.042 kali, 2022 turun menjadi 3.544 kali. Lalu, kembali meningkat pada 2023 mencapai 5.400 kali bencana

Direktur Sistem Penanggulangan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan, bencana yang terjadi di Indonesia 99 persen merupakan bencana hidrometeorologi atau yang berkaitan dengan iklim dan cuaca.

"Bencana ini ada hubungannya dengan iklim, cuaca, seperti banjir, abrasi pantai, hingga kekeringan,” kata Agus Wibowo di Jakarta, Senin (14/10).

Bencana hidrometeorologi ini, memberikan dampak buruk jika terus menerus dibiarkan, sehingga masyarakat perlu mengambil peran untuk mencegah bencana alam itu berlangsung.

Baca juga:

Jika Dirata-rata, Setiap Hari Indonesia Dilanda 10 Kali Berbagai Bencana

Seperti halnya abrasi pantai, yang banyak menghilangkan pulau-pulau kecil yang ada di Indonesia menjadi tenggelam, merupakan tantangan besar yang harus dihadapi saat ini.

“Abrasi pantai termasuk pulau-pulau yang hilang tadi, itu adalah masalah-masalah ke depan yang harus kita hadapi dari sisi bencana hidrometeorologi,” ucap dia.

Ia memaparkan, dampak buruk yang disebabkan oleh perubahan iklim menyebabkan es yang ada di Puncak Jaya semakin berkurang atau cair.

"Tidak hanya itu saja di area pertanian ini juga memberikan kerugian yang begitu besar," katanya.

Hal tersebut terjadi di sekitar area Papua Tengah akibat suhu yang terlalu dingin, sehingga menyebabkan pertanian di wilayah tersebut menjadi beku dan berujung gagal panen.

Baca juga:

BNPB: Segala Jenis Bencana ada di Indonesia

“Di Papua Tengah itu ada kekeringan, karena suhunya terlalu dingin sehingga produk pertanian tidak bisa panen karena kedinginan, alias beku semua,” ujar dia.

BNPB tengah berupaya untuk membangun sebuah gudang logistik di wilayah tersebut guna mengatasi masalah yang terjadi di Papua Tengah bersama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). (*)

#Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Terapkan 8 Langkah Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan 2026/2027
Mencakup pemetaan wilayah rawan bencana, penyiapan personel dan logistik, pemantauan informasi cuaca, penguatan sistem peringatan dini, hingga edukasi.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Pemerintah Terapkan 8 Langkah Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan 2026/2027
Indonesia
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
pemerintah telah meningkatkan respons darurat gempa nasional dari Level IV menjadi Level III pada Jumat (23/10).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Bagikan