7 Fakta yang harus Kamu Tahu di Balik Video Viral Pria Memandikan dan Menyikat Gigi Buaya

Thomas KukuhThomas Kukuh - Senin, 11 Desember 2017
7 Fakta yang harus Kamu Tahu di Balik Video Viral Pria Memandikan dan Menyikat Gigi Buaya

Irwan yang sedang asyik memandikan Kojek, buaya peliharaannya. FOTO: youtube

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Beberapa hari belakangan, warganet dihebohkan dengan viralnya video seorang pria yang sedang memandidikan seokor buaya berukuran jumbo. Tak hanya mencuci badan si buaya dengan sabun, pria itu juga melakukan hal yang cenderung ekstrem: menyikat gigi buaya!.

Selidik punya selidik ternyata si pria yang diketahui bernama M Irwan (41) tersebut sudah bertahun-tahun memelihara buaya yang diberi nama Kojek. Nah, berikut fakta-fakta menarik dibalik viralnya video persahabatan Irwan dengan Kojek:

1. Sudah 20 tahun Irwan memelihara Kojek

Dalam video yang diupload di Youtube tersebut tampak Irwan yang tercatat sebagai warga Sempur, Bogor Tengah itu begitu akrab dengan sang buaya. Si buaya hanya menurut pasrah saat badannya dimandikan dan digosok-gosok sabun oleh Irwan.

Bahkan saat Irwan menyikat bagian mulut, leher, dan kepala, hewan karnivora yang dikenal ganas itu tampak tenang dan tidak berontak. Ternyata, persahabatan antara Irwan dan Kojek tidak cuma berlangsung antara 1-2 tahun. Namun 20 tahun!

Irwan mengaku sudah merawat Kojek sejak masih berukuran 20 centimeter.

2. Kini Kojek berukuran 2,7 meter dengan bobot 200 kilogram

Irwan begitu sayang terhadap peliharaannya yang tak lazim itu. Sejak dipeliharanya sederi kecil, kini ukuran Kojek mencapai 2,7 meter dengan berat badan mencapai 200 kilogram. Kini hewan tersebut di tempatkan di sebuah kolam kecil di samping rumah Irwan.

3. Awal pertemuan Irwan dan Kojek

Seperti dilansir JawaPos.com, Irwan kali pertama bertemu dengan Kojek adalah saat dia melakukan perjalanan ke Pangandaran, Jawa Barat. Dia melihat Kojek yang masih kecil akan dipotong oleh seorang nelayan. Karena merasa kasihan, Kojek akhirnya membeli buaya mungil itu seharga Rp 20 ribu. Dari situ dia memelihara Kojek di rumahnya dan memempatkannya di sebuah akuarium.

4. Warga sekitar sudah merasa biasa

Irwan menceritakan, saat Kojek masih berukuran kecil, dirinya kerap membawanya berjalan-jalan. Menurutnya, warga pun sudah terbiasa dengan kehadiran Kojek. Tak hanya itu, kala masih belum berukuran jumbo, Kojek sering berjalan-jalan dan tiba-tiba saat pagi dia sudah berada di depan pintu. Nah, kini saat tubuhnya sudah sangat besar, Kojek lebih banyak berdiam diri di kolam kecil yang menjadi markasnya.

5. Sekali makan menghabiskan Rp 50 ribu

Irwan mengatakan, sekali memberi makan Kojek, dirinya menghabiskan uang hingga Rp 50 ribu. Jumlah uang itu digunakan untuk membeli 1 kilogram hingga 2 kilogran ikan. Seminggu sekali Irwan memandikan Kojek dengan sabun cuci piring.

6. Kojek tak pernah melukai

Selama 20 tahun hidup bersama Kojek, Irwan mengaku tak pernah dilukai. Namun sesekali ia masih merasa ketakutan dengan Kojek. Karenanya, Irwan masih terus berhati-hati dengan hewan peliharaannya itu. Kata dia, beberapa kali Kojek pernah membunuh kucing, tapi dimakan.

7. Pernah ditawar Rp 50 juta

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai karyawan swasta ini mengaku pernah ditawari untuk menjual Kojek. Nilainya mencapai Rp 50 juta. Tapi Irwan tolak. Dia merasa kasihan jika harus melepas Kojek, sebab belum tentu orang tersebut akan benar-benar merawat Kojek dengan baik. Saat ditanya apakan dirinya bercita-cita membuat budidaya buaya, Irwan mengaku belum memikirkannya. Dia masih ingin fokus untuk Kojek. (*)

#Buaya
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

ShowBiz
5 Fakta di Balik Film 'Crocodile Tears' yang Sedang Tayang di Bioskop
Ketegangan demi ketegangan terjadi, sampai akhirnya Mama memutuskan ada yang harus dilakukan, segera
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
5 Fakta di Balik Film 'Crocodile Tears' yang Sedang Tayang di Bioskop
Indonesia
Bocah 10 Tahun Hilang di Sungai Inggoi, Pawang Buaya Ternate Ikut Turun Tangan
Korban hilang bernama Affan (10), warga Desa Amasing Bacan, dilaporkan pergi berenang di Sungai Inggoi sejak Selasa (16/12) sore.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Desember 2025
Bocah 10 Tahun Hilang di Sungai Inggoi, Pawang Buaya Ternate Ikut Turun Tangan
Indonesia
Warga Panik, Buaya Sungai Cerucuk 3,3 Meter Nyasar Masuk Pemandian Umum
?"Buaya tersebut diduga berasal dari aliran Sungai Cerucuk karena lokasi pemandian warga tersebut juga merupakan aliran sungai Cerucuk."
Wisnu Cipto - Kamis, 10 Juli 2025
Warga Panik, Buaya Sungai Cerucuk 3,3 Meter Nyasar Masuk Pemandian Umum
Indonesia
Bakal Ada Satgas Baru, Namanya Penanganan Buaya Liar
BPBD akan menjadi leading sektor satgas penanganan buaya dengan melibatkan berbagai institusi lain.
Wisnu Cipto - Rabu, 25 Juni 2025
Bakal Ada Satgas Baru, Namanya Penanganan Buaya Liar
Indonesia
Lanting Berdarah: Detik-Detik Samsul Selamat dari Terkaman Buaya Saat Bersuci di Sungai
Warga yang mendengar teriakan itu segera datang membantu
Angga Yudha Pratama - Minggu, 04 Mei 2025
Lanting Berdarah: Detik-Detik Samsul Selamat dari Terkaman Buaya Saat Bersuci di Sungai
Fun
Film Indonesia 'Air Mata Buaya' Tayang di Festival Film Toronto
Film ini merupakan debut sutradara Indonesia Tumpal Tampubolon, yang mengisahkan Johan dan ibunya yang hidup terisolasi di peternakan buaya.
Wisnu Cipto - Minggu, 08 September 2024
Film Indonesia 'Air Mata Buaya' Tayang di Festival Film Toronto
Indonesia
Buaya Endemik Bengawan Solo Muncul Lagi
Buaya tersebut berada di tepi Bengawan Solo, tepatnya di belakang kandang kambing warga.
Wisnu Cipto - Kamis, 14 Maret 2024
Buaya Endemik Bengawan Solo Muncul Lagi
Indonesia
Migrasi Buaya Australia ke Perairan NTT Picu Konflik dengan Manusia
Akhirnya Pemerintah Australia membantu pemerintah daerah di NTT mengevakuasi buaya yang datang.
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Februari 2024
Migrasi Buaya Australia ke Perairan NTT Picu Konflik dengan Manusia
Indonesia
40 Warga Babel Tewas Diserang Buaya
Hasil penelitian Garda Animilia Universitas Muhammadiyah Kepulauan Babel dalam lima tahun terakhir tercatat 154 kasus konflik antara buaya dan manusia
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Februari 2024
40 Warga Babel Tewas Diserang Buaya
Bagikan