6 Pertemuan Samad dan PDIP Plus Budi Gunawan

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 22 Januari 2015
6 Pertemuan Samad dan PDIP Plus Budi Gunawan

Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menunjukkan alat anti sadap telepon genggam untuk menggambarkan pertemuan Abraham Samad dan elite PDIP. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih, Politik - Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan tulisan bertajuk "Rumah Kaca Abraham Samad" yang ditulis dalam oleh Sawito Kartowibowo dalam jurnalis warga (citizen jurnalism) Kompasiana.

Dalam tulisan tersebut dan ramai beredar di kalangan awak media dijelaskan Abraham Samad yang juga Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertemu dengan elite politik PDIP sebanyak enam kali. Pertemuan dilakukan di sebuah apartemen di kawasan selatan ibukota dan membahas posisi Abraham Samad sebagai calon wakil Presiden mendampingi Joko Widodo.

Dalam jumpa pers bersama dengan awak media di kawasan Cemara, Jakarta Pusat, Hasto menjelaskan Abraham Samad mempunyai dendam kesumat terhadap Komisaris Jenderal Budi Gunawan. Dendam kesumat dipicu lantaran bekas ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri menggagalkan pencalonan Abraham Samad sebagai wakil presiden mendampingi Joko Widodo. Saat menemui elite politik partai politik berlambang banteng dengan moncong putih, Abraham Samad mengenakan topi dan masker, dengan tujuan agar tidak dikenali publik.

Berikut kronologi 6 kali pertemuan antara Abraham Samad dengan elite politik PDIP yang dikutip dari tulisan berjudul "Rumah Kaca Abraham Samad ".

Pertemuan pertama berlangsung pada bulan Februari tahun 2014. Kala itu isu santer yang terdengar PDIP akan mamajukan Joko Widodo sebagai calon presiden (capres) dalam pemilu presiden (pilpres) 2014. Mendengar kabar tersebut Samad langsung bermanuver dengan mengontak dua orang politisi senior PDIP dan dua orang politisi yunior PDIP. Pertemuan dilakukan di sebuah mal dan pusat perbelanjaan Pacific Place yang berlokasi di Sudirman Central Business.

Pertemuan kedua tidak disebutkan kapan tanggal persisnya. Hanya saja saat pertemuan berlangsung Samad mengajak seorang asisten dengan inisial "D". Dalam pertemuan dengan elite politik PDIP, Samad ditawarkan sebagai salah satu kandidat sebagai calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo.

Pertemuan ketiga terjadi pada Sabtu 3 Mei 2014 silam di Ruang VIP Bandara Adi Sutjipto, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dalam pertemuan itu Samad mempertanyakan nasibnya soal kelanjutan posisi pencalonannya sebagai Wakil Presiden RI. Ada satu petinggi PDIP. Agar peristiwa ini tidak menjadi fokus, Samad merancang strategi kontra intelijen seolah-olah pertemuan tersebut tidak disengaja. Dalam pertemuan tersebut Samad ingin menanyakan kans dirinya sebagai cawapres pendamping Joko Widodo. Bukan hanya itu Samad juga bergembira bahwa dukungan publik terhadap dirinya cukup luas untuk duduk sebagai cawapres mendampingi Joko Widodo.

Selanjutnya pertemuan keempat, dalam pertemuan tersebut lagi-lagi Samad mengenakan topi dan masker agar jati dirinya tidak diketahui publik. Dalam pertemuan keempat Samad bertemu dengan salah seorang purnawirawan jenderal untuk membahas kansnya sebagai cawapres.

Pertemuan kelima terjadi di sebuah gedung, ada petinggi PDIP dan Samad. Saat itu pembicaraan Samad sudah sangat serius
dan mendalam, bahkan dari gedung itulah logo Jokowi-Samad sudah mulai beredar dimana-mana.

Terakhir pertemuan keenam adalah pertemuan paling menentukan. Dalam pertemuan tersebut tanggal dan tempat tidak disebutkan secara rinci, hanya saja sejumlah elite politik PDIP melakukan kalkulasi politik dalam dan matang. Kala itu rival Joko Widodo adalah Prabowo Subianto, seorang pensiunan tentara bintang tiga yang mempunyai basis massa cukup kuat. Sebaliknya Abraham Samad dipersepsikan sebagai tokoh yang tidak mempunyai basis politik kuat, masih hijau dalam ranah politik dan hanya populer di media massa.

Penolakan terhadap Abraham Samad sebagai cawapres Joko Widodo juga disampaikan oleh Kelemdikpol Polri Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan (BG). Secara tegas BG menolak pencalonan Abraham Samad sebagai pendamping Joko Widodo. (BHD)

#Calon Kapolri #PDIP #Abraham Samad #Komjen Budi Gunawan #Pro Kontra Budi Gunawan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Calon Kapolri Komjen Suyudi Janji Rombak Pola Rekrutmen hingga Penyederhanaan Lembaga Polri
Komjen Suyudi menegaskan tak boleh ada praktik titipan, transaksi, hingga sponsorship dalam proses rekrutmen dan pembinaan SDM Polri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Calon Kapolri Komjen Suyudi Janji Rombak Pola Rekrutmen hingga Penyederhanaan Lembaga Polri
Indonesia
Tebak-Tebak Buah Manggis Varian Mini Cooper 2022 di Garasi Calon Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto
Penasaran dengan isi garasi calon tunggal Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto? Berdasarkan data LHKPN terbaru, ia hanya mendaftarkan NMAX dan Mini Cooper 2022 berstatus hibah. Intip ulasan lengkapnya!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Oktober 2026
Tebak-Tebak Buah Manggis Varian Mini Cooper 2022 di Garasi Calon Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto
Indonesia
Rekam Jejak Komjen Suyudi Ario Seto Dinilai Punya Modal Kuat Benahi Polri
Komjen Pol Suyudi Ario Seto dinilai punya modal kuat pimpin Polri. Simak ulasan lengkap pengamat soal tantangan reformasi dan profesionalisme kepolisian ke depan!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Oktober 2026
Rekam Jejak Komjen Suyudi Ario Seto Dinilai Punya Modal Kuat Benahi Polri
Indonesia
Bongkar Total Kekayaan Calon Tunggal Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto, Aset Properti di Jaksel Bikin Salfok
Penasaran dengan harta kekayaan Komjen Suyudi Ario Seto? Cek rincian total kekayaan Calon Tunggal Kapolri terbaru di LHKPN 2025 yang mencapai Rp5,8 miliar dan 100% bebas utang!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Oktober 2026
Bongkar Total Kekayaan Calon Tunggal Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto, Aset Properti di Jaksel Bikin Salfok
Indonesia
Gebrakan Program 100 Hari Calon Tunggal Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto
Penasaran dengan visi misi calon Kapolri Komjen Pol Suyudi Ario Seto? Simak detail program 100 hari pertamanya mulai dari berantas judi online hingga reformasi internal Polri di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Oktober 2026
Gebrakan Program 100 Hari Calon Tunggal Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto
Indonesia
Polri di Tangan Komjen Suyudi, tak Ada lagi ‘No Viral No Justice’
Suyudi mengatakan masyarakat yang membuat laporan polisi harus mendapatkan penanganan dan informasi perkembangan perkara.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Polri di Tangan Komjen Suyudi, tak Ada lagi ‘No Viral No Justice’
Indonesia
Profil Komjen Suyudi, Jagoan Reserse yang Diajukan Prabowo Jadi Kapolri
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto sebagai calon tunggal Kapolri guna menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Profil Komjen Suyudi, Jagoan Reserse yang Diajukan Prabowo Jadi Kapolri
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Bagikan