511 Kosakata Bahasa Gayo Berpotensi Masuk ‘KBBI’

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 16 Oktober 2024
511 Kosakata Bahasa Gayo Berpotensi Masuk ‘KBBI’

Ilustrasi kamus.(foto: pexels-snapwire)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - SEBANYAK 511 kosakata bahasa Gayo diusulkan jadi entri baru Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Pengusulan kosakata itu telah dilakukan KKLP Perkamusan dan Peristilahan Balai Bahasa Provinsi Aceh (BBPA).

"Terdapat 511 kosakata bahasa Gayo yang berpotensi dijadikan entri dalam KBBI. Itu sebagian dari 910 kosakata yang dibahas dalam Sidang Komisi Bahasa Daerah (SKBD)," kata Koordinator KKLP Perkamusan dan Peristilahan BBPA Zulfahmirda Matondang, di Banda Aceh, seperti dilansir ANTARA, Rabu (16/10).

Zulfahmirda mengatakan sebenarnya ada 948 kosakata bahasa Gayo yang diusulkan BBPA. Namun, tidak semuanya dapat masuk menjadi entri KBBI berdasarkan hasil SKBD bahasa Gayo yang digelar pada 22-26 September.

Berdasarkan SKBD tersebut, terdapat 910 kosakata yang dibahas, 339 kosakata ditolak karena entri dan makna telah ditemukan di dalam KBBI, tetapi terdapat tiga entri yang dapat diusulkan perbaikan maknanya. "Selain itu, terdapat 110 kosakata bahasa Gayo yang ditunda, dengan 50 kosakata harus dikonfirmasi ulang dan 60 kosakata belum dibahas," ucapnya.

Baca juga:

Sebut Pulau Reklamasi sebagai Pantai, Bestari Sarankan Anies Baca KBBI


Kosakata bahasa Gayo yang diusulkan wajib memenuhi kriteria memiliki konsep yang unik (belum ada konsepnya dalam KBBI), eufonik (mudah dilafalkan), dan penulisan yang mengikuti kaidah bahasa Indonesia.

Beberapa kosakata yang diusulkan berpotensi masuk menjadi entri baru KBBI, antara lain apak (rasa khas pada kapur sirih), apakan (luka mulut karena kelebihan mengkonsumsi kapur sirih), bamu (baju tua atau bekas yang digunakan untuk bersawah).

Ada pula kata bejamu (mengundang atau meminta bantuan orang lain untuk mengerjakan sawah, kebun, atau ladang saat menanam, menyiangi, atau memanen), cawing (bentuk tanduk kerbau atau sapi yang mencuat atau melengkung yang satu ke atas dan yang satu ke bawah).

Selanjutnya, genek (bentuk tanduk kerbau atau sapi yang melengkung pendek ke depan), mengaki (mencangkul sudut pematang sawah), dan mungus (makan tebu langsung dengan gigi).

Pengusulan bahasa Gayo sudah pernah dilakukan sebelumnya. Hingga per 15 Oktober ini, kata Zulfahmirda, terdapat 176 kosakata bahasa Gayo yang dapat diakses di KBBI, seperti ama (panggilan kepada orang tua laki-laki) dan beno (jin atau makhluk halus yang berwujud tubuh hitam, sering mengganggu orang yang tidur dengan cara mencekik).

"Namun, akhir bulan ini akan dilakukan pemutakhiran data KBBI, termasuk usulan bahasa daerah yang telah divalidasi," katanya.

Pada 2023, BBPA telah mengusulkan 345 kosakata bahasa Aceh menjadi entri KBBI. Usul itu kembali dilakukan pada tahun ini dengan tujuan memperkaya khazanah bahasa Indonesia melalui bahasa daerah Aceh, salah satunya bahasa Gayo.(*)

Baca juga:

Sejak Diluncurkan Tahun 2016, Sudah 21 Juta Orang Pakai KBBI Daring

#Bahasa Daerah #Aceh
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Lifestyle
“Hati Bertali”, Lagu Bumiy yang Merangkul Duka dan Harapan di Tengah Bencana
Musisi asal Sumatera Barat, Miya Maharani yang dikenal dengan nama panggung Bumiy, merilis lagu berjudul “Hati Bertali”, sebagai ruang perenungan sekaligus penguat perasaan bagi mereka yang mengalami perpisahan
Frengky Aruan - Minggu, 18 Januari 2026
“Hati Bertali”, Lagu Bumiy yang Merangkul Duka dan Harapan di Tengah Bencana
Indonesia
TNI Bersihkan 19 Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
TNI pun menjadi ujung tombak dalam operasi pembersihan sekolah-sekolah dari lumpur di wilayah bencana Aceh Tamiang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Januari 2026
TNI Bersihkan 19 Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Indonesia
Jembatan Bailey Kutablang Aceh Kini Dijaga 24 Jam, Gara-Gara Ini!
Penjagaan jembatan bailey di Aceh selama 24 jam dilakukan aparat gabungan dari kepolisian, TNI, Kementerian PUPR, dan PT Adhi Karya.
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Januari 2026
Jembatan Bailey Kutablang Aceh Kini Dijaga 24 Jam, Gara-Gara Ini!
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Indonesia
Ratusan Ribuan Warga di Aceh Masih Mengungsi Setelah 2 Bulan Lalu di Terjang Banjir
para pengungsi terbanyak saat ini berada di Kabupaten Aceh Utara dengan 67.876 jiwa, disusul Aceh Tamiang sebanyak 26.040 jiwa, Gayo Lues 19.906 jiwa, dan Pidie Jaya 14.794 jiwa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Januari 2026
Ratusan Ribuan Warga di Aceh Masih Mengungsi Setelah 2 Bulan Lalu di Terjang Banjir
Indonesia
Baleg DPR Dorong Konsideran UU Pemerintahan Aceh tak Dihapus dalam Revisi
Konsideran menimbang memiliki fungsi penting sebagai dasar dan rujukan dalam pengelolaan pemerintahan di Aceh.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Baleg DPR Dorong Konsideran UU Pemerintahan Aceh tak Dihapus dalam Revisi
Indonesia
Akses Air Bersih Warga Aceh Dikebut, Pemerintah Tambah 57 Titik Sumur Bor
Pekerjaan ini melengkapi penanganan 24 titik sumur bor lain yang lebih dulu dilaksanakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra I.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Akses Air Bersih Warga Aceh Dikebut, Pemerintah Tambah 57 Titik Sumur Bor
Indonesia
Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng di Aceh Aman
Bulog memastikan, stok beras dan minyak goreng di Aceh aman menjelang Ramadan 2026. Hal itu dikatakan Direktur Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng di Aceh Aman
Indonesia
Layanan Rumah Sakit Daerah Aceh Tamiang Mulai Berjalan Normal
Kementerian Kesehatan memastikan sebanyak 964 relawan sudah dikerahkan di Aceh Tamiang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Januari 2026
Layanan Rumah Sakit Daerah Aceh Tamiang Mulai Berjalan Normal
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
Beredar narasi di media sosial yang menyebut kehadiran Anies di lokasi bencana alam Aceh membuat beban korban hilang. Cek kebenaran informasinya!
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
Bagikan