Kesehatan

TBC Serang Berbagai Organ Tubuh, 5 Cara ini Dapat Mencegahnya

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 03 Agustus 2023
TBC Serang Berbagai Organ Tubuh, 5 Cara ini Dapat Mencegahnya

Simak cara pencegahan TBC. (Foto: Pixabay/Tumisu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TBC umumnya menyerang paru-paru. Namun, penyakit menular akibat infeksi bakteri ini juga dapat menyerang organ tubuh lain seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.

Dilansir Alodokter, menurut WHO, sebanyak 1,5 juta orang meninggal akibat TBC di tahun 2020. Penyakit ini merupakan penyakit dengan urutan ke-13 yang paling banyak menyebabkan kematian, sekaligus menjadi penyakit menular nomor dua yang paling mematikan setelah COVID-19.

Baca Juga:

'Free TBC at Workplace' untuk Cegah TBC di Lingkungan Kerja

Faktanya Indonesia berada di urutan ketiga dengan negara yang memiliki kasus TBC tertinggi di dunia setelah India dan Tiongkok. Menurut data tahun 2019, ada sekitar 845.000 penderita TBC di Indonesia.

Penularan TBC terjadi sangat cepat, seperti ketika seseorang tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) penderita TBC yang bersin atau batuk.

Menggunakan Masker di tempat umum adalah cara mudah terhindar dari TBC. (Foto: Pexels/Polina Tankilevitch)

Gejala TBC biasanya akan muncul secara bertahap dan bertambah buruk dalam beberapa minggu. Gejala tersebut meliputi batuk yang tidak kunjung sembuh bahkan disertai dahak atau darah, nyeri dada, demam, berkeringat di malam hari, menurunnya berat badan tanpa direncanakan, dan hilangnya nafsu makan.

Bakteri TBC umumnya berkembang biak di paru-paru. Dengan begitu, bakteri ini dapat menyebar melalui udara yang terkontaminasi oleh droplet penderita TBC. Oleh sebab itu, ada beberapa cara agar terhindar dari penularan penyakit ini, misalnya:

1. Gunakan masker

Saat berada di tempat umum, kamu tidak mungkin mengetahui kondisi kesehatan seseorang di sekitar. Untuk menghindari terjadinya penularan TBC sebaiknya kamu gunakan masker, dan menjaga jarak saat berbicara agar droplet tidak menyebar.

Baca Juga:

E-TIBI, Aplikasi Deteksi Dini TBC Besutan Dinkes Jatim

2. Cuci tangan

Jika kamu melakukan banyak aktivitas sering kali kamu tidak sadar telah menyentuh banyak benda. Kamu sendiri tidak tahu apakah benda tersebut telah terkontaminasi oleh bakteri TBC atau tidak. Untuk menghindari penularan, sebaiknya kamu rajin mencuci tangan setidaknya 40 detik menggunakan sabun antiseptik.

3. Jaga daya tahan tubuh

Imun yang lemah akan mudah terserang berbagai penyakit khususnya risiko terinfeksi TBC. cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga daya tahan tubuh kamu yaitu. Mencukupi waktu tidur, mengelola stres, mengonsumsi makanan berkualitas seperti sayur dan buah, serta olahraga yang teratur.

Jangan lupa melakukan vaksin TBC sejak dini. (Foto: Pexels/CDC)

4. Tidak bertukar barang pribadi

Cara mudah yang dapat kamu lakukan untuk terhindar dari TBC yaitu dengan tidak kontak erat dengan penderitanya. Maka dari itu, jangan biasakan untuk bertukar barang pribadi seperti alat makan, cangkir, sikat gigi, atau pun handuk. Selain meningkatkan risiko TBC, kamu bisa juga terinfeksi penyakit menular lainnya.

5. Dapatkan vaksin

Sama seperti COVID-19, vaksin menjadi salah satu langkah wajib pencegahan TBC yang efektif. Di Indonesia, vaksin TBC masuk ke dalam daftar imunisasi wajib yang diberikan kepada bayi berusia dua bulan. (zvw)

Baca Juga:

Mulai dari Virus Sampai Obat-obatan, Ini Tren Fenomena Kesehatan Selama 2022

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan