MerahPutih.com - Pemerintah Indonesia mengambil langkah aktif dengan melakukan komunikasi langsung kepada pihak pembajak dalam upaya membebaskan empat warga negara Indonesia (WNI) yang disandera di Somalia sejak 22 April 2026.
Kami sudah melakukan komunikasi, termasuk langsung dengan pembajaknya,
kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).
Koordinasi Lintas Perwakilan
Sugiono menjelaskan, proses negosiasi melibatkan perwakilan Indonesia di luar negeri, termasuk KBRI Nairobi (Kenya), KBRI Islamabad, dan KJRI Karachi (Pakistan).
Baca juga:
Bajak Laut Teluk Guinea Bebaskan 4 ABK WNI, Diculik Sejak Januari
"Seluruh jalur diplomasi akan digunakan, baik langsung maupun melalui mitra internasional, untuk memastikan para WNI dapat segera dibebaskan dalam kondisi selamat." tuturnya, dilansir Antara.
Menlu memastikan kondisi para sandera dalam keadaan baik. Para WNI yang kini menjadi sandera bajak laut itu diketahui berasal dari Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Pemerintah juga menjamin kebutuhan logistik tetap terpenuhi, termasuk pembayaran gaji oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
Baca juga:
Keluarga Korban Pembajakan Kapal Tanker Honour 25 di Somalia Minta Bantuan Presiden Prabowo
Warga Negara ABK Kapal MT Honour 25
Kasus pembajakan ini terjadi di perairan dekat Hafun, Somalia bagian timur laut. Hingga kini, penanganan masih terus dilakukan dengan melibatkan otoritas setempat serta berbagai pihak terkait.
Selain empat ABK WNI, dilansir dari Antara, kapal MT Honour 25 juga diawaki 10 warga Pakistan, serta satu orang warga India dan Myanmar. (*)