Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Fashion

4 Tren Fesyen Dunia yang Awalnya Sempat Dilarang

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 16 Juli 2019
4 Tren Fesyen Dunia yang Awalnya Sempat Dilarang

Item fesyen ini dulu pernah dilarang (Foto: Khan Academy)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

THERE are no rules in fashion. Menjadi sarana seseorang untuk bisa lebih mengekspresikan dirinya sendiri, fesyen tidak memiliki aturan dan tidak terbatas pada apapun. Tren mode dianggap sebagai karya seni yang mampu memamerkan kreatifitas seseorang.

Keragaman budaya fesyen di zaman sekarang tentunya memudahkan semua orang untuk bisa mengekspresikan serta menjadi dirinya sendiri.

Baca juga:

Mengapa di Amerika Warna Putih Dilarang Setelah Peringatan Hari Buruh?

Namun dalam perjalanannya, telah banyak pasang surut yang terjadi di dunia fesyen untuk bisa meraih kebebasan untuk bisa tampil dengan modis. Berikut merupakan empat tren mode yang awalnya sempat dilarang di beberapa negara.

1. Motif tartan

4 Tren Fesyen Dunia yang Awalnya Sempat Dilarang
Para Pria SKotlandia mengenakan motif tartan (Foto: Britain and Britishness)

Sering kamu temukan pada item fesyen rok, motif tartan merupakan motif tradisional pakaian pria di Skotlandia yang lebih sering disebut sebagai plaid kilt. Rok berlapis ini merupakan simbol kuat akan identitas Skotlandia sejak dahulu kala.

Pada abad ke-18, motif tartan pernah dilarang di Skotlandia. Upaya ini dikenal sebagai The Dress Act of 1746 yang mana merupakan bentuk hukuman bagi masyarakat Highlands, Skotlandia yang banyak berpartisipasi dalam pemberontakan yang bertujuan untuk mengembalikan dinasti Stuart Skotlandia ke tahta Inggris.

Baca juga:

Protes Kebijakan, Murid Laki-Laki Pakai Rok ke Sekolah

Para pemberontak ini berhasil dikalahkan pada pertempuran Culloden pada 1746, dan pemerintah Inggris ingin mencegah pemberontakan di masa yang akan datang dengan membuat undang-undang yang mengatakan bahwa penggunaan motif tartan dan pakaian tradisional lainnya dianggap sebagai sesuatu yang ilegal.

Regulasi ini bertujuan untuk menaklukkan para pemberontak Skotlandia dengan menelanjangi identitas budaya mereka sehingga mencegah pemberontakan untuk bangkit kembali.

2. Penggunaan warna ungu

4 Tren Fesyen Dunia yang Awalnya Sempat Dilarang
Ratu Elizabeth dengan coat dan topi warna ungu (Foto: Yahoo News)

Pada abad ke-14, pemerintah Inggris mengeluarkan berbagai aturan yang mengatur tentang apa yang harus dikenakan dan apa yang harus dimakan masyarakat. Salah satunya adalah larangan pakaian dari bulu dan sutra untuk orang-orang miskin.

Tidak hanya itu, pemerintah juga melarang penggunaan pakaian berwarna ungu, karena warna tersebut merupakan warna yang diperuntukkan untuk keluarga bangsawan.

Baca juga:

Dengan 6 Fashion Item ini, Kamu Bisa Tampil Chic ala Kate Middleton

Selain Inggris, hukum ini juga pernah diberlakukan pada zaman Romawi kuno yang juga melarang masyarakat untuk menggunakan warna ungu. Namun sanksinya lebih berat, yaitu hukuman mati jika aturan tersebut dilanggar.

3. Korset

4 Tren Fesyen Dunia yang Awalnya Sempat Dilarang
Penggunaan korset dilarang ketika Perang Dunia 1 (Foto: Etsy)

Meskipun penggunaannya membuat sulit bernapas, korset menjadi salah satu inovasi yang paling membantu perempuan untuk mendapatkan penampilan pinggang yang lebih kecil dan postur tubuh yang sempurna.

Di abad ke-19, beberapa negara di Eropa Timur yang kemudian diikuti oleh Amerika Serikat mengeluarkan peraturan yang melarang penggunaan korset. Apa alasannya? Selama Perang Dunia I, terjadi kekurangan bahan logam. Saat itu, bahan utama dari korset adalah logam sehingga Dewan Industri Perang meminta para perempuan untuk berhenti menggunakan korset.

Baca juga:

Tampil Eksis Memakai Korset, Ketahui Terlebih Dahulu 3 Risikonya

Meskipun terdengar konyol, namun himbauan ini membuahkan hasil yang signifikan di Amerika Serikat. Para perempuan di Amerika Serikat berhasil mengarahkan lebih dari satu ton logam yang cukup untuk membangun sebuah kapal perang.

4. Celana bagi perempuan

4 Tren Fesyen Dunia yang Awalnya Sempat Dilarang
Perempuan mulai menggunakan celana ketika menggantikan pekerjaan pabrik lelaki (Foto: Yahoo News)

Penggunaan celana bagi kaum hawa bukan merupakan hal yang wajar pada zaman dahulu kala. Perempuan benar-benar harus memperjuangkan hak mereka untuk menggunakan celana, karena item fesyen ini dianggap sebagai barang mode yang hanya bisa digunakan pria.

Awal mula penggunaan celana bagi perempuan adalah setelah Perang Dunia I, karena para perempuan sudah terbiasa untuk menggunakan celana untuk bekerja di pabrik menggantikan pria yang pergi berperang.

Baca juga:

Buat Diri Kamu Eksis dan Keren dengan Celana-Celana ini

Pada tahun 1939, majalah mode terkenal yang berpengaruh, Vogue, mulai memamerkan perempuan yang mengenakan celana yang menjadi pemicu berkembangnya penggunaan celana. Dipertengahan abad ke-20, para perempuan sudah mulai menggunakan celana meskipun hal itu menjadi sangat kontroversial. Beberapa universitas melarang penggunaan celana pada perempuan sampai tahun 1972.

Bahkan, di lantai Senat Amerika Serikat, penggunaan celana bagi kaum perempuan berhenti diberlakukan hingga tahun 1993 dan pada tahun 2016 kemarin, para awak kabin British Airways baru saja mengizinkan penggunaan celana bagi para perempuan ketika bekerja. (shn)

#Fashion #Fashion Pria #Fashion Perempuan #Trend Fashion #Sejarah #Gaya Berpakaian #Tren Berpakaian #Pakaian
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fashion
JF3 Fashion Festival 2026 Satukan Desainer Muda Indonesia dan Prancis Lewat L'ENTRE-DEUX: INTERWOVEN IDENTITIES
JF3 Fashion Festival 2026 menghadirkan L'ENTRE-DEUX: INTERWOVEN IDENTITIES, mempertemukan desainer muda Indonesia dan Prancis melalui kolaborasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
JF3 Fashion Festival 2026 Satukan Desainer Muda Indonesia dan Prancis Lewat L'ENTRE-DEUX: INTERWOVEN IDENTITIES
Fashion
JF3 2026 Resmi Dibuka, Simak Tema, Program, dan Jadwal Fashion Show Lengkap
JF3 2026 resmi digelar dengan tema Recrafted: Shaping the Future. Festival ini menghadirkan lebih dari 50 desainer dari Indonesia hingga Eropa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
JF3 2026 Resmi Dibuka, Simak Tema, Program, dan Jadwal Fashion Show Lengkap
Fashion
Lakon Indonesia Hadirkan Koleksi HARSA, Rayakan Kebahagiaan dalam Setiap Proses Berkarya
Dari batik hingga bordir buatan tangan, Lakon Indonesia menghadirkan HARSA sebagai koleksi terbaru yang merayakan proses, craftsmanship, dan kebahagiaan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Lakon Indonesia Hadirkan Koleksi HARSA, Rayakan Kebahagiaan dalam Setiap Proses Berkarya
ShowBiz
Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace
Band alternatif Supple merilis single 'In A Mess' sebagai pembuka album terbaru sekaligus berkolaborasi dengan BOOspace lewat I AM BOOCLOTH EXHIBITION.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace
Lifestyle
7 Juli Memperingati Hari Apa? Presiden Haiti, Jovenel Moïse Tewas Dibunuh di Kediamannya
7 Juli memperingati hari apa? Simak daftar hari besar nasional dan internasional, Hari Pustakawan Indonesia, World Chocolate Day, Festival Tanabata, serta peristiwa bersejarah yang terjadi pada tanggal 7 Juli
ImanK - Senin, 06 Juli 2026
7 Juli Memperingati Hari Apa? Presiden Haiti, Jovenel Moïse Tewas Dibunuh di Kediamannya
Lifestyle
6 Juli Memperingati Hari Apa? Penasaran dengan Daftar Hari Besar dan Momen Bersejarah?
6 Juli memperingati hari apa? ini daftar hari penting pada 6 Juli, mulai Hari Zoonosis Sedunia, HUT Telkom Indonesia, peristiwa bersejarah, hingga tokoh yang lahir dan meninggal pada tanggal ini
ImanK - Minggu, 05 Juli 2026
6 Juli Memperingati Hari Apa? Penasaran dengan Daftar Hari Besar dan Momen Bersejarah?
Fashion
JF3 Fashion Festival 2026 Bawa Optimisme Memperkuat Masa Depan Ekosistem Fesyen Indonesia
Tahun ini, JF3 membawa tema 'Recrafted: Shaping the Future'.
Dwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
JF3 Fashion Festival 2026 Bawa Optimisme Memperkuat Masa Depan Ekosistem Fesyen Indonesia
Fashion
Indonesia Fashion Week 2026 Hadirkan Pengalaman Multisensori, Gandeng Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent
BTN Indonesia Fashion Week 2026 menghadirkan inovasi baru lewat kolaborasi dengan Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 Juli 2026
Indonesia Fashion Week 2026 Hadirkan Pengalaman Multisensori, Gandeng Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent
Fashion
ASICS Gandeng Isa Boulder Hadirkan HYPERSYNC dengan Sentuhan Craftsmanship Bali
Isa Boulder dikenal sebagai label fesyen yang mengedepankan eksplorasi material, teknik tekstil eksperimental, serta pendekatan body-conscious silhouette.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
ASICS Gandeng Isa Boulder Hadirkan HYPERSYNC dengan Sentuhan Craftsmanship Bali
Fashion
Indonesia Fashion Week 2026 Perkuat Kolaborasi Indonesia-Italia untuk Industri Mode
BTN Indonesia Fashion Week 2026 memperkuat kolaborasi Indonesia dan Italia melalui Italian Trade Agency dan ASSOMAC untuk mendorong inovasi industri mode nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Indonesia Fashion Week 2026 Perkuat Kolaborasi Indonesia-Italia untuk Industri Mode
Bagikan