Kesehatan

4 Tips Mencegah Masalah Kesehatan saat Bepergian

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Minggu, 26 Maret 2023
4 Tips Mencegah Masalah Kesehatan saat Bepergian

Kamu perlu mengetahui apa saja masalah kesehatan saat bepergian yang sering terjadi dan cara mencegahnya. (Foto: Unsplash/William Bout)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMU mungkin salah satu orang yang kerap mengalami masalah kesehatan saat bepergian jarak jauh. Entah karena cuaca, suasana di dalam kendaraan, atau produktivitas pekerjaan.

Kamu perlu mengetahui apa saja masalah kesehatan saat bepergian yang sering terjadi dan cara mencegahnya.

Rencana perjalanan yang sudah disusun sedemikian rupa bisa saja berantakan jika kamu mengalami masalah kesehatan. Itulah mengapa, kamu perlu mewaspadai beberapa masalah kesehatan yang kerap terjadi saat di perjalanan.

Seperti dilansir laman Alodokter, masalah kesehatan yang pertama adalah mabuk perjalanan, baik menggunakan mobil, kereta api, bus, kapal laut, maupun pesawat terbang.

4 Masalah Kesehatan saat Bepergian
Minum air putih yang cukup. (Foto: Unsplash/Engin Akyurt)

Orang yang mengalami mabuk perjalanan biasanya akan merasakan sejumlah gejala seperti pusing nyeri perut, mual, bahkan muntah.

Untuk menghindarinya, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan seperti fokuskan pandangan pada objek yang tidak bergerak di luar kendaraan, hindari membaca buku, dan minum air putih yang cukup.

Masalah kesehatan yang kerap dialami adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) seperti flu, batuk pilek, atau bahkan COVID-19, juga rentan terjadi saat bepergian, terutama jika kamu menggunakan transportasi umum.

Baca juga:

Aplikasi untuk Konsultasi Masalah Kesehatan Perempuan

Virus atau bakteri penyebab ISPA dapat menular melalui percikan air liur orang yang terinfeksi atau dengan menyentuh benda yang terkontaminasi air liur pasien ISPA.

Semua jenis ISPA dapat menimbulkan gejala berupa batuk, bersin, hidung tersumbat, sakit kepala, demam, dan sesak napas.

Agar terhindar dari ISPA, rajinlah cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, kenakan masker, jaga jarak fisik dengan orang yang sakit, dan hindari menyentuh wajah sebelum mencuci tangan.

Selain itu, ada juga konstipasi atau sembelit yang membuat kamu sulit buang air besar (BAB). Konstipasi rentan terjadi saat bepergian karena beberapa faktor seperti berubahnya waktu dan pola makan, kurang minum, terlalu lama duduk, dan sering menahan BAB.

Baca juga:

Setelah Lebaran, Istirahat Cukup untuk Cegah Masalah Kesehatan

4 Masalah Kesehatan saat Bepergian
Rajinlah mencuci tangan. (Foto: Unsplash/Clay Banks)

Untuk menghindarinya, usahakan untuk tetap mengikuti waktu dan pola makanmu setiap harinya. Jangan lupa juga untuk minum banyak air putih, konsumsi makanan tinggi serat, dan hindari kebiasaan menahan BAB.

Yang terakhir, muncul diare ketika kamu mengalami BAB lebih sering dari biasanya dengan kondisi tinja yang encer atau berair. Penyebab utamanya adalah mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit tertentu.

Maka sebisa mungkin cegah penyakit tersebut dengan cuci tangan secara rutin, konsumsi makanan yang dimasak hingga matang, minuman air kemasan yang bersegel, dan hindari konsumsi es batu yang tidak terjamin kebersihannya. (and)

Baca juga:

Waspadai Masalah Kesehatan Setelah Lebaran

#Mabuk Perjalanan #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan