Kesehatan

4 Panduan Jajan Sehat di Ojol

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 02 September 2024
4 Panduan Jajan Sehat di Ojol

Perhatikan kesehatan makanan saat jajan di ojol.(foto: pexels-jeff-vinluan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - JAJAN di ojol memang nyaman. Tinggal scroll, pilih, bayar, lalu tunggu dengan nyaman sampai makanan tiba. Namun, di balik kemudahan teknologi itu, ada risiko pola makan jadi sembarangan. Hal tersebut mungkin terjadi karena kemudahan akses seseorang terhadap sumber makanan tersebut.

Belum lagi kebudayaan viral dan fomo membuat makanan yang tidak sehat pun jadi mudah diketahui banyak orang ketimbang makanan yang sehat. Makanan tidak sehat bisa cepat terkenal karena rasanya yang beragam. Mulai dari menjanjikan makanan manis, makanan pedas hingga asin.

Terlepas dari faktor keviralan, health and fitness coach Mia Fitri menyampaikan sesungguhnya yang berkaitan dengan makanan merupakan kebijakan diri sendiri. Mia mengatakan memilih makanan ialah tentang seperti pilihan cerdas tiap manusia. Karena makanan, kata dia, merupakan unsur investasi kesehatan di masa depan.

Kendati lebih mudah diakses, bukan berarti jajan di ojol bisa dilakukan tanpa pertimbangan kesehatan ya. Berikut empat panduan jajan sehat di aplikasi ojek online atau market place:

Baca juga:

Tetap Makan Sehat Walaupun Sedang Travelling




1. Pilih resto yang menu makanannya sehat


Mengahabiskan aktivitas di luar rumah membuat seseorang mau tidak mau makan di luar rumah. Jangan sampai hal tersebut membuat kamu jadi sembarangan pilih makanan di aplikasi ojol ya. Pilihlah resto yang punya menu sehat.

2. Pilih menu makanan metode memasak rendah kalori

Terkadang memang sulit mencari resto yang memiliki menu sehat sebab beberapa resto justru membuat menu mengikuti selera pasar. Jika tidak ada pilihan, hal yang bisa dilakukan ialah pilih menu makanan yang ada di resto bersangkutan, tapi pilih mengolah yang rendah kalori.

Contohnya menu makanan yang dimasak dengan direbus, dipanggang, atau ditumis. Jangan sampai yang digoreng. "Kalau makanan digoreng, kalori naik 3.000 ekstra," kata dia.



3. Perhatikan porsi

Jangan biasakan makan hingga perut sangat penuh. Selain memperlambat metabolisme tubuh, hal tersebut dapat mengganggu aktivitas kegiatan di hari itu. Kekenyangan menimbulkan ketidaknyamanan tubuh hingga risiko ngantuk berat.



4. Hindari Minum manis

Pilihlah minum makanan yang sehat. Menerapkan kebiasaan ini paling mungkin, tapi memang tidak mudah, perlu komitmen. Minuman manis ini banyak bentuknya, mulai dari boba, kopi susu gula aren hingga teh manis, dan banyak lainnya.

"Pilihlah minuman yang tidak manis, pilihanannya kopi tanpa gula, air mineral 0 kalorinya," katanya.(tka)

Baca juga:

FDA Minta Produsen Makanan Kaleng untuk Kurangi Natrium dan Sodium





#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan