4 Kriteria Daging Aman Dikonsumsi, Biar Enggak Salah Pilih
Cocok buat kamu para pemula. (Foto: Unsplash/Victoria Shes)
KALAU kamu diajak emak ke pasar, perhatiin deh pas beli daging ayam. Mereka pasti memegang dan memencet tekstur daging yang disediakan di meja penjual untuk memastikan kalau daging tersebut layak dimakan. Tak hanya itu, daging yang berkualitas dan aman juga bisa dilihat dari warna, bau, hingga tampilannya.
Supaya tidak salah membeli daging ayam, yuk simak kriteria daging yang segar dan aman seperti dilansir Alodokter. Ini juga bisa berlaku untuk varian daging lainnya ya.
Baca juga:
1. Warna tidak pucat atau kehitaman
Ini adalah cara paling mudah untuk mengetahui kualitas daging yang masih segar. Daging sapi, kambing, atau kerbau yang segar tentunya berwarna merah, tidak pucat, tidak kotor, dengan guratan lemak berwarna kuning. Daging kerbau sedikit berbeda karena warnanya cenderung merah tua.
Untuk daging ayam, bebek, atau unggas lainnya, daging dan lemaknya perlu dipastikan berwarna putih kekuningan dan lemaknya merata di bawah kulit. Untuk daging babi, daging harus berwarna merah jambu tua dan lemak yang keras berwarna putih.
2. Tekstur kenyal
Cara ini paling sering dilakukan emak-emak kalau lagi belanja di pasar. Semua daging segar, baik sapi, kerbau, unggas, ikan atau babi, harus memiliki tekstur yang terasa kenyal dan tidak berlendir. Untuk mengenalinya, kamu bisa menekan perlahan daging yang akan dibeli menggunakan jari.
Jika daging kembali ke posisi semula, berarti daging tersebut masih baru dan segar. Sebaliknya, daging yang mulai busuk biasanya akan terasa lembek dan meninggalkan bekas ketika ditekan.
3. Tidak bau busuk
Sudah jelas, kriteria daging yang segar pasti punya bau yang segar pula. Berbeda jenis daging, berbeda pula ciri khas baunya. Jadi, memang untuk mengetahui bau segar dari suatu daging diperlukan pembiasaan. Namun yang pasti, hindari daging yang berbau menyengat, tengik, amis, atau asam.
Baca juga:
4. Tidak benyek atau berair
Daging yang memiliki permukaan relatif kering bisa menahan pertumbuhan bakteri dari luar. Daging yang berair menandakan bahwa daging tersebut sudah berada cukup lama di udara bebas dan berisiko sudah terpapar bakteri berbahaya. Jadi, sebaiknya pilih daging yang tidak berair.
Bila tersedia dalam bentuk kemasan, hindari kemasan daging yang rusak, bocor, atau sobek. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Sambut Tahun Baru Imlek 2026, Hennessy Hadirkan Koleksi Tahun Kuda nan Berani
30 Kuliner Khas Riau yang Wajib Dicoba: Cita Rasa Melayu yang Kaya Rempah dan Sulit Dilupakan
Merayakan Malam Tahun Baru ala Argentina, Menikmati Torta Galesa hingga Asado
Babak Baru Restoran Latin: Pembagian Menu Lunch dan Dinner untuk Pengalaman Bersantap Lebih Fokus
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
Hasil Lab Nyatakan Halal, Bakso Viral di Solo Buka Kembali dan Bagikan 450 Porsi Gratis
Jalan Panjang Mimpi Besar Kuliner Indonesia, Saatnya Belajar Gastrodiplomacy dari Korsel & Thailand
Jamuan ala ‘Bon Appetit, Your Majesty’ di KTT APEC, Menu Khas Korea dengan Sentuhan Modern dan Kemewahan
Kuah Keju Sensasi Inovasi Baru Menikmati Bakso Tradisional
Jakarta Coffe Week 2025 'A Decade of Passion' Siap Digelar 31 Oktober - 2 November, Etalase Kopi Tanah Air