4 Kebiasaan Memperparah Kulit Berminyak

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 24 November 2022
4 Kebiasaan Memperparah Kulit Berminyak

Pemilik kulit berminyak kerap jerawatan. (Foto: Unsplash/Andrea Piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMU terbangun di pagi hari dan langsung berkaca. Niat hati ingin menyambut pagi, tetapi justru beberapa jerawat memerah terasa sakit yang menyapamu. Hal ini rasanya sangat menyebalkan. Apalagi jika hari ini atau dalam beberapa saat ke depan kamu akan punya acara penting.

Hal yang pertama kali terlintas di otakmu adalah cara menghilangkan jerawat dengan cepat. Sayangnya, jerawat tidaklah bisa selalu diatasi dengan cepat. Tergantung jenis jerawatnya. Di sisi lain, kamu bisa jadi kesal dengan wajahmu sendiri dan tidak ingin melihat kaca.

Baca Juga:

Pilihan Cushion Bagi Kulit Wajah Kering dan Berminyak

Hal-hal ini secara tidak langsung membuatmu melakukan kebiasaan yang bisa memperburuk kondisi kulit berjerawat. Terutama bagi yang punya jenis kulit oily alias berminyak. Menurut laman Sunday Edit, ada sederet kebiasaan yang harus kamu hindari supaya jerawatmu tidak semakin merah dan membengkak di hari-hari penting, antara lain:

1. Memakai banyak produk sekaligus

Jerawat kempes dan punya wajah yang mulus kembali adalah keinginanmu. Akhirnya, kamu coba untuk memakai berbagai produk skincare atau perawatan kulit sekaligus dengan harapan semuanya akan membantu kulitmu. Padahal menurut dermatolog The Ohio State University Wexner Medical Center Susan Massick, memakai produk dengan formula berbeda sekaligus dapat merusak kulit semakin jauh. Nantinya produksi minyak malah akan semakin banyak dan membuat kelembapan kulit tak seimbang.

2. Mencuci wajah terlalu sering

Kadang, munculnya jerawat membuatmu merasa kulitmu sedang dalam kondisi yang kotor. Akhirnya, kamu memutuskan untuk sering membersihkan dan mencuci muka dengan harapan kulit jadi bersih dan bakteri pergi. Nyatanya, sering memakaikan sabun ke wajah dapat menyebabkan kulit jadi kering dan kehilangan minyak alaminya. Lalu, hindari produk pembersih berbahan oil-based. Sebaliknya, gunakan produk berbahan clay atau berbahan khusus untuk mengobati kulit berjerawat.

Baca Juga:

Merawat Kulit Berjerawat dan Berminyak

3. Tidak membersihkan wajah setelah memakai makeup

Setelah beraktivitas dan memakai makeup seharian, wajahmu pasti akan jadi kotor. Oleh karena itu, sebelum tidur baiknya membersihkan wajah lebih dulu supaya benar-benar bebas dari kotoran dan sisa makeup. Namun, ketika sedang lelah, kamu jadi merasa malas untuk merawat wajah. Terlebih ketika berpikir bahwa wajahmu sudah terlanjur berjerawat. Padahal, kotoran yang menumpuk di kulit akan membuat pori-porimu tersumbat dan menyebabkan jerawat semakin parah.

4. Memecahkan atau memencet jerawat

Salah satu cara menghilangkan jerawat yang dianggap cepat nan ampuh adalah dengan memecahkan, mencakar, atau memencetnya. Sekilas memang hal ini terasa memuaskan. Namun, hal ini bisa merusak jaringan kulit di sekitarnya dan menyebabkan iritasi. Akibatnya, kulit jadi lebih memerah, sakit, dan membuat jerawat memburuk. (mcl)

Baca Juga:

4 Tips Make-Up Tetap On Point Walau Pakai Masker ala Y.O.U

#Kesehatan Kulit #Kesehatan #Kecantikan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Lifestyle
Mengintip Pabrik MS Glow di Malang, ini Sistem Produksi dan Distribusi di Baliknya
MS Glow memiliki pabrik dan gudang utama di Malang. Setiap harinya, ribuan pengiriman diproses.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Mengintip Pabrik MS Glow di Malang, ini Sistem Produksi dan Distribusi di Baliknya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan