Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

4 Hal Penting dari Dokumen JFK yang Baru Dirilis, Tetap Menyisakan Pertanyaan Menggantung dan Teori Konspirasi

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 20 Maret 2025
4 Hal Penting dari Dokumen JFK yang Baru Dirilis, Tetap Menyisakan Pertanyaan Menggantung dan Teori Konspirasi

John F Kennedy.(foto: Instagram @jfklibrarydn)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - LEBIH daripada 2.000 dokumen baru yang dirilis terkait dengan investigasi pembunuhan Presiden John F Kennedy telah diungkap atas perintah eksekutif Presiden Donald Trump. Dokumen ini tidak hanya menarik karena apa yang mereka ungkapkan, tetapi juga karena apa yang tidak ada di dalamnya.

Seperti yang sudah diperkirakan banyak ahli, rilis terbaru yang dilakukan pemerintahan Trump ini tidak menjawab semua pertanyaan yang masih ada mengenai salah satu titik balik sejarah Amerika: pembunuhan Kennedy pada 1963 di Dallas. Namun, gugus dokumen terbaru ini mencakup dokumen yang sekarang sebagian atau sepenuhnya tidak lagi disunting—materi asli disertakan tanpa kata-kata yang dicoret atau kosong.

Penyelidikan pemerintah AS menyimpulkan Lee Harvey Oswald, seorang pengembara dan mantan Marinir AS yang pada satu titik membelot ke Uni Soviet, bertindak sendiri saat menembak iring-iringan Kennedy dari sebuah gedung di dekatnya. Namun, kasus ini masih memunculkan pertanyaan, bersama dengan teori konspirasi liar, lebih daripada 60 tahun kemudian. Rilis terbaru ini tampaknya tidak akan mengubah hal itu.

Dari keseluruhan dokumen yang dirilis, berikut empat hal penting di dalamnya, seperti dilansir BBC.

Baca juga:

Dokumen Terakhir Kasus Pembunuhan JFK Dirilis, Menuruti Perintah Eksekutif Donald Trump



1. Lebih Banyak Tentang Oswald, tidak Ada Kejutan Besar

Beberapa ahli memuji rilis ini sebagai langkah maju dalam hal transparansi. Di masa lalu, ratusan ribu dokumen telah dirilis, tetapi sebagian besar disunting. Dokumen lain ditahan dengan alasan kekhawatiran terhadap keamanan nasional. Banyak dokumen baru ini sebenarnya sudah pernah dirilis sebelumnya, tetapi kini versi yang lebih lengkap tersedia. Meskipun para ahli masih memeriksa, tidak ada cerita sensasional yang muncul.

Namun, Jefferson Morley, seorang mantan reporter Washington Post dan editor blog JFK Facts, menyebut ini sebagai berita paling menarik tentang catatan JFK sejak 1990-an. "Beberapa dokumen yang sangat penting kini tersedia untuk publik," katanya.

Dokumen-dokumen ini semakin memberikan gambaran lebih jelas tentang pengawasan yang kuat dari CIA terhadap Oswald, yang baru jelas beberapa tahun terakhir. "Dia merupakan subjek yang sangat menarik bagi CIA jauh sebelum pembunuhan itu," kata Morley.

Philip Shenon, yang menulis buku tentang pembunuhan tersebut pada 2013, mengatakan kepada Associated Press bahwa dokumen yang sebelumnya dirilis menggambarkan perjalanan Oswald ke Mexico City pada September 1963, beberapa bulan sebelum pembunuhan. CIA memantau perjalanannya pada waktu itu. "Ada alasan untuk percaya bahwa dia berbicara terbuka tentang membunuh Kennedy di Mexico City dan bahwa orang-orang mendengarnya,” jelasnya.


2. Metode Intelijen yang Terungkap



Beberapa dokumen juga mengungkapkan hubungan Kennedy dengan CIA sebelum kematiannya serta teknik-teknik pengumpulan intelijen. Hal ini memberikan pandangan tentang operasi Perang Dingin. Sebuah memo baru yang tidak disunting mengungkapkan versi yang lebih lengkap dari sebuah catatan yang ditulis asisten Kennedy, Arthur Schlesinger. Dalam catatan tersebut, Schlesinger mengkritik CIA dan peranannya dalam membentuk kebijakan luar negeri Amerika, serta memperingatkan Kennedy tentang pengaruh besar CIA di kedutaan-kedutaan AS, bahkan di negara-negara sekutu seperti Prancis.

Dokumen lainnya merinci penggunaan pemindaian fluoroskopik menggunakan sinar-X untuk menunjukkan gambar bagian dalam objek. Teknik ini dikembangkan untuk mendeteksi mikrofon tersembunyi yang mungkin digunakan untuk menyadap kantor CIA. Dalam dokumen lain, CIA menjelaskan sistem untuk menandai dan mengidentifikasi kotak telepon umum yang disadap dengan menggunakan cat yang hanya terlihat di bawah cahaya ultraviolet.

Baca juga:

Donald Trump Jawab Penantian Panjang Warga AS, Mengungkap Tabir Misteri Pembunuhan JFK



3. Teori Lama yang Dihidupkan Kembali



Beberapa akun daring terkenal mengklaim dokumen-dokumen baru ini mengungkapkan rincian baru tentang dugaan konspirasi terhadap Kennedy. Meskipun demikian, beberapa pengungkapan tersebut sebenarnya sudah dipublikasikan sejak lama. Ini termasuk beberapa unggahan viral tentang Gary Underhill, seorang agen intelijen militer Perang Dunia Kedua. Underhill dilaporkan mengklaim sekelompok agen CIA berada di balik pembunuhan tersebut, sebuah teori yang diterbitkan di majalah kiri Ramparts pada 1967. Meski kematian Underhill pada 1964 dinyatakan sebagai bunuh diri, majalah tersebut meragukannya.

Foto-foto memo tujuh halaman yang menyangkut Underhill menjadi viral pada Selasa (18/3). Namun, sebagian besar memo tersebut tidak baru. Kisahnya telah lama dibahas secara daring dan memo CIA yang menyebutnya pertama kali dirilis pada 2017. Hanya beberapa kalimat di satu halaman memo yang baru tidak disunting dalam rilis terbaru ini. Namun, teori tersebut didasarkan pada laporan kedua yang diterbitkan setelah kematian Underhill dan tidak menyertakan bukti keras.



4. Keraguan Dokumen Ini Benar-Benar Tanpa Penyuntingan



Pada 1992, sebuah undang-undang mengharuskan semua dokumen yang terkait dengan pembunuhan dirilis dalam waktu 25 tahun. Namun, undang-undang itu juga mencakup pengecualian untuk keamanan nasional. Dorongan untuk transparansi yang lebih besar telah menyebabkan lebih banyak rilis seiring waktu, seperti Presiden Trump di masa jabatan pertamanya maupun Presiden Biden, baru-baru ini pada 2023, merilis gugus dokumen.

Menjelang rilis terbaru ini, Presiden Trump mengatakan ia telah meminta stafnya untuk tidak menyunting apa pun dari dokumen tersebut. Namun, perintah itu tampaknya tidak sepenuhnya benar. Dokumen terbaru ini masih memiliki beberapa bagian yang disunting. Meskipun demikian, para ahli sebagian besar sepakat bahwa rilis terbaru ini merupakan langkah maju untuk transparansi.

Morley, jurnalis catatan JFK, mengatakan ada lebih banyak dokumen di Arsip Nasional yang belum dirilis dan beberapa lainnya disimpan oleh CIA dan FBI yang belum dipertanggungjawabkan. Meskipun mungkin masih ada rilis lebih lanjut yang akan datang, termasuk dokumen yang dijanjikan tentang pembunuhan Robert F Kennedy Sr dan Martin Luther King Jr, pertanyaan-pertanyaan seputar pembunuhan JFK hampir pasti akan terus berlanjut.

"Setiap kali ada pembunuhan, akan ada perdebatan dan, dalam beberapa hal, teori konspirasi. Itu tidak akan berubah karena dokumen-dokumen ini atau dokumen lainnya,” kata David Barrett, seorang sejarawan Villanova.(dwi)

Baca juga:

Janji-Janji Kontroversial Trump sebelum Pelantikan, Dari Memperketat Imigran Sampai Buka Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK

# John F Kennedy #Donald Trump #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Presiden AS Donald Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran jika Kesepakatan Mentok
Trump mengatakan serangan terhadap infrastruktur penting Iran akan dilakukan apabila tidak ada kemajuan dalam negosiasi.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Presiden AS Donald Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran jika Kesepakatan Mentok
Indonesia
Tarif 20 Persen Trump untuk Kargo Selat Hormuz, Komisi I DPR Minta Pemerintah Tenang
Indonesia perlu bersikap tenang sambil mengkaji dampak kebijakan tersebut terhadap kepentingan nasional.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Tarif 20 Persen Trump untuk Kargo Selat Hormuz, Komisi I DPR Minta Pemerintah Tenang
Dunia
Baku Tembak Terbaru Rudal AS Vs Iran di Selat Hormuz, Bandar Abbas Membara
Angkatan Laut Iran (IRGC) bentrok dengan pasukan AS di Selat Hormuz. Ledakan mengguncang Bandar Abbas dan kota pesisir Iran. CENTCOM sebut serangan untuk melemahkan kapabilitas Iran.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Baku Tembak Terbaru Rudal AS Vs Iran di Selat Hormuz, Bandar Abbas Membara
Indonesia
Amerika Serikat Tutup Perundingan Dengan Iran
Pasukan AS telah melakukan beberapa rangkaian serangan terhadap Iran sejak 8 Juli 2026 yang diklaim Komando Pusat AS sebagai tanggapan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Amerika Serikat Tutup Perundingan Dengan Iran
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Cermati Tarif Trump untuk Kargo di Selat Hormuz
Pemerintah perlu melakukan antisipasi potensi dampak ekonomi, terutama terhadap pasokan energi, biaya logistik, dan aktivitas perdagangan nasional.
Frengky Aruan - Rabu, 15 Juli 2026
DPR Minta Pemerintah Cermati Tarif Trump untuk Kargo di Selat Hormuz
Indonesia
AS Serang Bushehr, Chabahar, Jask, Konarak, dan Bandar Abbas Iran, 50 Ribu Tentara Sudah di Timur Tengah
Trump telah memerintahkan blockade selat hormuz dan berencana menarik pungutan 20 persen dari kargo yang diangkut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Juli 2026
AS Serang Bushehr, Chabahar, Jask, Konarak, dan Bandar Abbas Iran, 50 Ribu Tentara Sudah di Timur Tengah
Dunia
Trump Dikabarkan Setujui Serangan ke Bandara Yaman, Sasar Pimpinan Hauthi Balik dari Iran
Mohammed al-Farah, anggota biro politik gerakan Houthi, mengatakan bahwa AS mendorong Arab Saudi menuju perang melawan Houthi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Juli 2026
Trump Dikabarkan Setujui Serangan ke Bandara Yaman, Sasar Pimpinan Hauthi Balik dari Iran
Indonesia
Trump Blokade Selat Hormuz, Akan Terapkan Biaya Keamanan 20 Persen Atas Kargo
Trump mengatakan AS akan memberikan jaminan keamanan di jalur perairan tersebut dan memungut biaya kepada operator kargo.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Juli 2026
Trump Blokade Selat Hormuz, Akan Terapkan Biaya Keamanan 20 Persen Atas Kargo
Indonesia
Iran dan AS Kembali Memanas, Pengiriman Minyak Lewat Selat Hormuz Melambat
Lalu lintas pelayaran komersial di Selat Hormuz kembali melambat akibat meningkatkan risiko keamanan di jalur distribusi energi utama dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Juli 2026
Iran dan AS Kembali Memanas, Pengiriman Minyak Lewat Selat Hormuz Melambat
Dunia
Selat Hormuz Panas Lagi, Serangan Balasan Iran Hantam Pangkalan Militer AS di 3 Negara Arab
Iran melalui IRGC meluncurkan serangan balasan ke pangkalan militer AS di Yordania, Bahrain, dan Kuwait. Serangan ini menyasar silo rudal, sistem Patriot, radar FPS, hingga pusat komando drone
Wisnu Cipto - Senin, 13 Juli 2026
Selat Hormuz Panas Lagi, Serangan Balasan Iran Hantam Pangkalan Militer AS di 3 Negara Arab
Bagikan