Merahputih.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menjelaskan upaya penyelamatan terhadap empat anak buah kapal (ABK) Indonesia di kapal tanker MT Honour 25 yang dibajak perompak Somalia.
Kini, Kemlu masih berkoordinasi dengan pihak terkait di Somalia.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah mengatakan, kapal tersebut diawaki oleh belasan kru dari berbagai negara.
Selain empat orang WNI, ada juga kru asal Pakistan, India, dan Myanmar.
"Berdasarkan informasi yang diperoleh saat ini, pada kapal tersebut diawaki oleh 4 ABK WNI, 10 ABK Pakistan, dan 1 ABK India serta Myanmar," tuturnya kepada wartawan di kantornya, dikutip Kamis (30/4).
Baca juga:
Komisi I DPR Desak Pemerintah Segera Pulangkan 13 ABK yang Dievakuasi dari Iran
Keempat WNI adalah Ashari Samadikun selaku kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Adi Faizal selaku 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba, Wahudinanto selaku Chief Officer asal Pemalang, dan Fiki Mutakin asal Bogor.
Ia mengungkapkan, upaya penyelamatan melibatkan berbagai pihak di Somalia, mulai dari pemerintah hingga tokoh masyarakat setempat.
"Upaya saat ini difokuskan pada tindak lanjut penanganan yang melibatkan otoritas pemerintah setempat, tokoh masyarakat serta pelaku usaha terkait," tutur Heni.
Baca juga:
Presiden Prabowo akan ‘Pilih’ WNI untuk Pergi ke Luar Angkasa Bersama Rusia
Berdasarkan informasi terakhir yang diterima dari KBRI Nairobi, keempat WNI tersebut dalam keadaan sehat. Dia juga menjamin upaya penyelamatan terus dilakukan.
"Sejauh ini para ABK WNI yang berada di kapal tersebut dalam kondisi baik," ujarnya. (knu)