3 Tren Fashion ini Membahayakan Kesehatanmu
Sepatu hak tinggi memang bikin penampilan jadi lebih eye catching. (Foto: Unsplash/Amanda Vick)
BERAGAM tren fashion membuat seseorang ingin mengikutinya dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, jangan sampai hal ini mengganggu kesehatanmu, ya. Sebab, beberapa fashion item diketahui dapat membawa efek buruk terhadap kesehatan tubuh.
Memakai pakaian, tas, bahkan sepatu yang unik dan beraneka mode memang bisa mempercantik penampilan dan meningkatkan percaya diri. Akan tetapi, beberapa fashion item bisa membahayakan kesehatan, apalagi jika digunakan setiap hari.
Mengutip laman Alodokter, berikut tiga tren fashion yang dapat mengganggu kesehatan jika digunakan setiap hari.
Baca juga:
Orang-Orang di Balik Jenama Fesyen Ternama yang Belum Pernah Kamu Lihat
Pakaian ketat
Penggunaan pakaian ketat, seperti skinny jeans, dapat membuatmu terlihat lebih langsing dan tinggi. Namun, ada beberapa risiko kesehatan yang mengintai jika kamu sering mengenakan pakaian ketat, yaitu penggunaan celana ketat misalnya, dapat memberi tekanan di perut. Ini bisa meningkatkan asam lambung dan mengurangi keleluasaan lambung. Akibatnya, kamu bisa mengalmai nyeri ulu hati.
Penggunuaan pakaian yang terlalu ketat dapat mengganggu aktivitas berjalan, duduk, dan membungkuk. Jika dikenakan terlalu lama dan cukup sering, hal ini dapat memperparah nyeri punggung. Selain itu, pakaian ketat juga dapat menyebabkan terjadinya gesekan antara kulit dan pakaian. Ini bisa meningkatka risiko terjadinya peradangan pada folikel rambut.
Tas tangan, tas jinjing, dan tas selempang
Dari sisi fashion, penggunaan tas tangan, tas jinjing, dan tas selempang mungkin terlihat lebih modis. Ada beragam efek penggunaan tas tangan, tas jinjing, atau tas selempang terhadap kesehatan. Tas jenis ini hanya menitikberatkan beban pada satu sisi tubuhu saja. Jika digunakan dalam jangka waktu yang lama, dapat menyebabkan sakit punggung dan tulang belakang melengkung.
Terlalu banyak tekanan pada otot di satu sisi bahu dapat membuat otot menjadi tegang. Ini bisa menyebabkan munculnya rasa sakit yang menjalar hingga kepala pada sisi tubuh yang membawa tas.
Baca juga:
Kemenkop UKM Ingin Masyarakat Lebih Mengenal Fesyen Berkelanjutan
Sepatu hak tinggi
Sepatu hak tinggi memang bikin penampilan jadi lebih eye catching dan terlihat lebih tinggi. Tetapi, penggunaan sepatu ini secara terus-menerus justru berisiko menyebabkan kondisi-kondisi seperti bunion misalnya, yaitu kondisi tulang menonjol pada bagian bawah ibu jari kaki.
fAda juga Hammertoe, yaitu ketidakseimbangan ligamen dan otot di sekitar sendi jari kaki, sehingga menyebabkan kelainan pada sendiri tengah jari kaki.
Jika harus mengenakan sepatu hak tinggi, istirahatkan kaki sesekali setelah berdiri lama. Lepas sepatu saat duduk dan kenakan alas kaki datar sebagai penggantinya. (and)
Baca Juga:
Fashion Etis dan Sustainable Jadi Sorotan di ISEF 2020
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo