20 Tahun Reformasi, Demokrasi Terbaik di ASEAN Tapi Belum Konsisten

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Minggu, 20 Mei 2018
20 Tahun Reformasi, Demokrasi Terbaik di ASEAN Tapi Belum Konsisten

Ibu Sumarsih menyaksikan pameran XX Tahun Reformasi - Segenggam Refleksi. (foto: ANTARA/Fanny Octavianus)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Bertepatan dengan momentum 20 tahun reformasi, Indo Barometer merilis survei nasional bertajuk “Evaluasi 20 Tahun Reformasi”. Survei ini memotret bagaimana tingkat kepuasan masyarakat terhadap perjalanan demokrasi sejauh ini.

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari mengungkapkan mayoritas publik 79,1 persen menilai negara Indonesia bergerak ke arah yang benar. "Yang menilai Indonesia sedang bergerak ke arah yang salah sebanyak 11,7 persen,“ kata dia, saat memaparkan hasil survei di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (20/5).

Menurut Qodari, lima alasan publik berpendapat demokrasi merupakan sistem terbaik antara lain, adanya kebebasan berpendapat, melahirkan pemimpin yang berkualitas, rakyat bebas memilih, langsung, umum dan rahasia, dan dari rakyat, oleh rakyat untuk rakyat.

Lima alasan utama public yang berpendapat demokrasi bukan sistem terbaik antara lain, karena melahirkan banyak KKN, demokrasi belum baik, perpecahan di masyarakat, tidak sesuai dengan sila ke-4 Pancasila, dan kebablasan berpendapat.

Pameran lukisan 20 Tahun Reformasi
Foto-foto yang ditampilkan dalam peringatan 20 Tahun Reformasi (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

“Mayoritas publik 69.9 persen menyatakan puas atau cukup puas terhadap jalannya demokrasi di Indonesia. Alasannya, karena demokrasi melahirkan pemimpin berkualitas, kebebasan berpendapat, demokrasi berjalan baik, pemimpin tidak bisa otoriter dan pendidikan politik di masyarakat," tutur dia.

PR Reformasi

Sedangkan, 19,5 persen publik menyatakan tak puas dengan jalannya demokrasi. Adapun alasan utama mereka demokrasi melahirkan kebablasan berpendapat, semakin banyak isu SARA, semakin banyak korupsi, banyak pelanggaran dan kecurangan serta fanatisme agama dan politik.

Meski demikian, lanjut Qodari, ada lima permasalahan penting di Indonesia yang banyak dipersepsikan publik yakni perekonomian rakyat, sulitnya lapangan pekerjaan, KKN, harga kebutuhan pokok yang mahal, dan tingkat kemiskinan.

Seorang pengunjung menyimak karya pewarta Antara, Saptono. Karya itu menjadi ikon omega pergerakan Reformasi. (foto: ANTARA/Wahyu Putro)

Profesor riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris berpendapat, banyak hal positif yang telah dicapai bangsa ini selama 20 tahun reformasi. Menurut dia, banyak ahli mengakui bahwa demokrasi Indonesia cenderung stabil.

Muncul Inkonsistensi

Haris menilai, demokrasi Indonesia jauh lebih baik dibanding negara lain yang mengalami gelombang ketiga demokratisasi seperti Filipina dan Thailand. Meski demikian, banyak ahli sependapat bahwa demokrasi Indonesia mengalami stagnan.

Meskipun Indonesia memiliki institusi politik yang lengkap, reformasi politik masih ambigu dan mengalami tambal sulam. "Misal DPD lembaga yang dipilih secara pemilu tidak jelas statusnya. Ini menjadi faktor sebab DPD fungsinya enggak jelas," ujar Haris.

Begitu juga soal inkonsistensi, di satu sisi ingin memperkuat presidensil namun di sisi yang lain kekuatan presiden dipreteli. Hal tersebut mencolok pada masa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dimana ketegangan presiden dan parlemen tinggi sekali.

"Demokrasi kita cukup baik tapi baiknya itu dalam konteks kebebasan sipil di satu pihak dan hak politik di pihak lain," terangnya.

Foto 4 Pahlawan Reformasi. Foto: Merah Putih

Meski demikian, kata Haris, saat ini kebebasan sipil mulai merosot karena intoleransi politik itu sendiri. Dia pun menyoroti di usia reformasi yang ke 20 tahun ini, kinerja lembaga demokrasi seperti partai politik dan parlemen tidak kunjung membaik.

“Walau demokrasi stabil namun stagnan, karena pada saat yang sama dibajak oleh kekuatan oligarki disemua cabang pemerintahan sehingga dampaknya demokrasi kita stabil tapi hanya pada level demokrasi elektoral yang procedural,” tandas dia.

Sebagai informasi, survei Indo Barometer ini dilakukan sejak 15-22 April 2018. Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden dengan margin of error sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuisioner. (Pon)

#Demokrasi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bukan Cuma Janji, PKB Tekankan Peran Partai Hadir untuk Masyarakat
PKB Jakarta Barat menekankan peran penting partai yang hadir untuk masyarakat. Kepercayaan masyarakat tidak bisa dibangun lewat narasi politik saja.
Soffi Amira - Senin, 20 April 2026
Bukan Cuma Janji, PKB Tekankan Peran Partai Hadir untuk Masyarakat
Indonesia
The Habibie Center Kembali Gelar 'Habibie Democracy Forum' Hadirkan Mahfud MD Sebagai Pembicara
Kali kedua The Habibie Center menyelenggarakan Habibie Democracy Forum.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 16 November 2024
The Habibie Center Kembali Gelar 'Habibie Democracy Forum' Hadirkan Mahfud MD Sebagai Pembicara
Lifestyle
Apa Itu Demokrasi? Pengertian, Penjelasan, Makna hingga Sejarah di Indonesia
Apa Itu demokrasi? Demokrasi adalah sistem pemerintahan di mana kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat.
ImanK - Minggu, 21 Juli 2024
Apa Itu Demokrasi? Pengertian, Penjelasan, Makna hingga Sejarah di Indonesia
Indonesia
Ditanya Bakal Bahayakan Demokrasi, Prabowo: Itu Hanya Akal-Akalan Saja
Prabowo mengatakan, justru saat ini bertekad untuk bekerja keras sehingga tak mengecewakan rakyat.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Mei 2024
Ditanya Bakal Bahayakan Demokrasi, Prabowo: Itu Hanya Akal-Akalan Saja
Indonesia
Perindo: Jokowi Bapak Perusak Demokrasi
Sekjen Partai Perindo, Ahmad Rofiq mengatakan, Jokowi layak masuk Guiness Book Record sebagai Bapak Perusak Demokrasi.
Soffi Amira - Jumat, 22 Maret 2024
Perindo: Jokowi Bapak Perusak Demokrasi
Berita
Dosen FISIP UI: Demokrasi Indonesia Mundur Satu Generasi
Dosen FISIP UI, Reni Suwarso mengatakan, banyak yang merasa bahwa demokrasi Indonesia mundur satu generasi.
Soffi Amira - Jumat, 22 Maret 2024
Dosen FISIP UI: Demokrasi Indonesia Mundur Satu Generasi
Indonesia
Pemilihan Ketua Baru MK Digelar Hari ini, Anwar Usman Diminta Tak Ikut Memilih
Pemilihan ini berlangsung Kamis (9/11) ini. Anwar Usman tidak berhak mencalonkan diri atau dicalonkan sebagai pimpinan MK sampai masa jabatan sebagai Hakim Konstitusi berakhir.
Mula Akmal - Kamis, 09 November 2023
Pemilihan Ketua Baru MK Digelar Hari ini, Anwar Usman Diminta Tak Ikut Memilih
Bagikan