Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

2 Kapal Angkat Laut AS di Selat Taiwan, ini Reaksi China

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 12 Februari 2025
2 Kapal Angkat Laut AS di Selat Taiwan, ini Reaksi China

Ilustrasi Selat Taiwan. (Foto: Unsplash/Joseph Barrientos)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Situasi di Selat Taiwan memanas. Militer China melaporkan dua kapal angkatan laut AS melintas di sana dan meyakini adanya potensi ancaman.

Dua kapal tersebut bernama USS Ralph Johnson, kapal perusak angkatan laut, dan USNS Bowditch, kapal survei. Militer China telah melakukan pemantauan sejak Senin hingga Rabu pekan ini, untuk memastikan pergerakan kedua kapal itu tidak membahayakan kedaulatan.

"Tindakan AS mengirimkan sinyal yang salah dan meningkatkan risiko keamanan," kata Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, (12/2) seperti diberitakan Aljazeera.

Pasukan Teater China dalam Keadaan Siaga Tinggi

China segera bereaksi terhadap masalah ini, dengan bersiaga untuk memastikan tidak ada ancaman nyata di Selat Taiwan. Kolonel Li Xi, yang mewakili Pasukan Teater China, memastikan anggotanya akan merpertahankan stabilitas di negara mereka.

Baca juga:

Perang Dagang Memanas, China Berencana Selidiki App Store

“Pasukan di teater selalu dalam keadaan siaga tinggi dan bertekad dalam mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional serta perdamaian dan stabilitas regional,” kata juru bicara Teater Timur Kolonel Li Xi.

Angkatan Laut AS kemudian mengonfirmasi pergerakan kedua kapal melalui selat tersebut, yang menurut mereka itu hanyalah kegiatan latihan rutin.

“Transit itu terjadi melalui koridor di Selat Taiwan yang berada di luar wilayah laut teritorial negara pantai mana pun,” kata Komandan Angkatan Laut Matthew Comer, juru bicara Komando Indo-Pasifik militer AS, memastikan tidak ada aktivitas membahayakan di Selat Taiwan. (ikh)

#China
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Alarm Darurat Kedubes China di Jepang Menyala 2 Hari Pasca Gempa, Apa Pemicunya?
Kedubes China di Jepang aktifkan alarm darurat pasca gempa 7,1 di Kumamoto. 17 orang tewas, puluhan ribu mengungsi, Jepang bentuk satgas darurat.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Alarm Darurat Kedubes China di Jepang Menyala 2 Hari Pasca Gempa, Apa Pemicunya?
Indonesia
Indonesia Tawarkan Investasi Data Center ke China, Potensi USD 3,48 Miliar
Nilai pasar data center Indonesia mencapai sekitar 1,44 miliar dolar AS pada 2025 dan diperkirakan meningkat menjadi 1,83 miliar dolar AS pada 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Indonesia Tawarkan Investasi Data Center ke China, Potensi USD 3,48 Miliar
Indonesia
Indonesia Cermati Uji Coba Peluncuran Rudal Balistik China Dari Kapal Selam Bertenaga Nuklir
Uji coba tersebut menjadi peluncuran rudal dari kapal selam nuklir pertama yang dilakukan Pasukan Pembebasan Rakyat China (PLA) sejak 2024
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Indonesia Cermati Uji Coba Peluncuran Rudal Balistik China Dari Kapal Selam Bertenaga Nuklir
Indonesia
Menkeu Purbaya Terima Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Universitas Nankai China
Menteri Keuangan Purbaya menerima gelar Profesor Kehormatan bidang Ekonomi dari Universitas Nankai, China, pengakuan atas kontribusinya di sektor ekonomi
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 24 Juni 2026
Menkeu Purbaya Terima Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Universitas Nankai China
Indonesia
Indonesia Amankan Pendanaan Rp 275 Triliun dari AIIB untuk Proyek Pembangunan 2025-2029
Menkeu Purbaya mengamankan komitmen pendanaan USD 17 miliar atau Rp 275 triliun dari AIIB untuk mendukung proyek pembangunan Indonesia hingga 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Indonesia Amankan Pendanaan Rp 275 Triliun dari AIIB untuk Proyek Pembangunan 2025-2029
Indonesia
Menteri Keuangan Purbaya ke China untuk Penerbitan Panda Bond, Perkuat Ketahanan Fiskal Indonesia
Panda Bond merupakan instrumen surat utang pemerintah berdenominasi Renminbi yang akan dipasarkan kepada investor China.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
Menteri Keuangan Purbaya ke China untuk Penerbitan Panda Bond, Perkuat Ketahanan Fiskal Indonesia
Dunia
Beijing Tersinggung, Menhan Filipina dan Keluarganya Diblacklist Masuk China Termasuk Hong Kong
China melarang Gilberto Teodoro Jr, istri, dan anaknya memasuki wilayah China daratan, Hong Kong, maupun Makau.
Wisnu Cipto - Jumat, 12 Juni 2026
Beijing Tersinggung, Menhan Filipina dan Keluarganya Diblacklist Masuk China Termasuk Hong Kong
Dunia
BYD hingga Alibaba Masuk 188 Perusahaan Daftar Hitam Pentagon, China Murka
Pemerintah China mengecam AS yang memasukkan Alibaba, BYD, dan Baidu ke daftar hitam Pentagon sebagai perusahaan pendukung militer. Daftar kini mencakup 188 entitas.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
BYD hingga Alibaba Masuk 188 Perusahaan Daftar Hitam Pentagon, China Murka
Indonesia
KADI Selidiki Interim Review Antidumping Impor Produk Tinplate Asal China
Berdasarkan hasil kajian atas kecukupan dan ketepatan bukti awal, KADI menemukan adanya peningkatan impor dari China, baik secara absolut maupun relatif.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
KADI Selidiki Interim Review Antidumping Impor Produk Tinplate Asal China
Indonesia
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Situasi global saat ini "kompleks dan bergejolak" karena meningkatnya "hegemoni sepihak," tetapi perdamaian, pembangunan, dan kerja sama tetap menjadi aspirasi utama dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Bagikan