MerahPutih.com - Banjir yang melanda Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, sejak Rabu (9/10) pukul 02.00 WIB, mengakibatkan ribuan rumah masih terendam dan puluhan ribu warga ikut terdampak.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir berdampak kepada 3.227 kepala keluarga atau 10.586 jiwa di lima kecamatan, yakni Kecamatan Rambutan, Kecamatan Tebing Tinggi Kota, Kecamatan Bajenis, Kecamatan Padang Hulu, dan Kecamatan Padang Hilir.
"Diperkirakan 2.921 unit rumah juga ikut terdampak dengan tinggi muka air (TMA) mencapai satu meter," demikian rilis resmi BNPB, dikutip dari Antara, Senin (14/10) pagi.
Masih dari rilis yang sama disebutkan sejumlah kawasan itu masih terendam. Namun, banjir akibat luapan Sungai Padang, Bahilang, Sibarau, dan Sei Kelembah, telah menunjukkan tanda-tanda surut sejak semalam.
Baca juga:
Fenomena Langka: Gurun Sahara Banjir Setelah 50 Tahun Kering
Meski begitu berdasarkan informasi BNPB, BPBD Kota Tebing Tinggi dan instansi terkait masih terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Upaya penanganan yang dilakukan BPBD dan instansi terkait mencakup koordinasi intensif dengan camat, lurah, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna memastikan respons yang efektif.
Tenda pengungsian telah didirikan di lokasi terdampak sejak tiga hari lalu dan distribusi bantuan logistik masih terus dilakukan. Tim gabungan BPBD dan SAR juga masih mencari satu korban yang dilaporkan hanyut di Sungai Bahilang.
BNPB mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi banjir susulan akibat curah hujan tinggi. Masyarakat juga diimbau untuk mengikuti informasi terbaru dari sumber resmi mengenai cuaca dan situasi darurat, serta menyiapkan langkah evakuasi jika diperlukan. (*)