MerahPutih.com - Pemerintah Pusat mendorong percepatan pembangunan ekonomi di Jawa Barat, terutama Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jawa Barat Bagian Selatan, termasuk 170 proyek dan program dengan nilai investasi sebesar Rp 370,93 Triliun.
"Sesuai arahan Bapak Presiden, proyek-proyek dalam Perpres tersebut harus dapat diselesaikan konstruksinya paling lambat pada tahun 2024 atau telah memenuhi financial closing untuk proyek dengan skema KPBU," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keteranganya, Rabu (12/5).
Baca Juga:
Kuota Haji 2022; Terbesar Jawa Barat Terkecil Kaltara
Selain itu, persoalan ketersediaan lahan dan proses perizinan juga perlu diselesaikan sebelum tahun 2024.
Berdasarkan pemantauan dan evaluasi, sebanyak 2 proyek dengan nilai Rp 1,4 triliun di Jawa Barat telah selesai dibangun, 10 proyek senilai Rp 7, 7 triliun sedang dalam tahap konstruksi, 52 proyek senilai Rp 52,3 triliun dalam tahap persiapan, dan 106 proyek dengan nilai Rp 310,3 triliun dalam tahap perencanaan.
Menko Airlangga juga mendorong penyelesaian proyek-proyek yang dianggap prioritas dan memiliki dampak signifikan terhadap pemulihan ekonomi nasional, khususnya proyek yang telah memasuki tahap konstruksi dan persiapan agar mendapat dukungan alokasi anggaran dari kementerian/lembaga sehingga dapat selesai pada 2024.
Airlangga mengingatkan pentingnya komitmen Gubernur Jawa Barat dalam memenuhi kesiapan proyek untuk dapat didukung oleh kementerian/lembaga terkait.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata ia, juga perlu berkomitmen menyediakan lahan dan perizinan proyek, serta mendukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)," ujarnya.
"Pimpinan kementerian/lembaga terkait harus berkomitmen untuk mendukung akselerasi proyek/program yang menjadi amanat Perpres tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jawa Barat Bagian Selatan," katanya. (Imanha/Jawa Barat)
Baca Juga:
Gerindra Klaim Rakyat Jawa Barat Inginkan Prabowo Jadi Presiden