14 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Masih Dua Lagi

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 16 September 2021
14 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Masih Dua Lagi

Jenazah korban kebakaran lapas. (MP/ Rizky Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali mengidentifikasi jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang. Ditambah satu jenazah WN Nigeria, total secara keseluruhan sudah 41 jenazah yang teridentifikasi.

"Pada hari ini tim DVI berhasil mengidentifikasi 14 korban (kebakaran Lapas Tangerang)," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam keterangan persnya di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (15/9).

Baca Juga

Mayoritas Napi Pasien Kebakaran Lapas Tangerang Dalam Kondisi Kritis

Keseluruhan jenazah teridentifikasi melalui DNA dan rekam medis. Tetapi, masih ada dua jenazah yang masih dibutuhkan datanya.

"Ada dua jenazah yang secara fisik sudah dikenali. Namun tim DVI masih butuh data-data tertentu untuk lebih meyakinkan terhadap dua jenazah yang masih tertinggal, yaitu Samuel Macado Nafene dan Bambang Guntara Wibisana bin Ahmad," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Komandan DVI Pusdokkes Polri Kombes Hery Wijatmoko menjelaskan pihaknya menerima 41 jenazah pada 8 September 2021 dan menerima data missing person sejumlah 41 nama.

"Jadi kami menyampaikan dari awal bahwa ini adalah close disaster, potensi missing person itu ada 41," ungkap Herry.

Keluarga korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang menangis usai menerima peti jenazah korban kebakaran dari Tim DVI Polri di RS Polri, Kramat Jati di Jakarta Timur, Jumat (10/9/2021). Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menyerahkan satu jenazah korban kebakaran lapas yang telah teridentifikasi atas nama Rudhi bin Ong Eng Cue kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Keluarga korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang menangis usai menerima peti jenazah korban kebakaran dari Tim DVI Polri di RS Polri, Kramat Jati di Jakarta Timur, Jumat (10/9/2021). Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menyerahkan satu jenazah korban kebakaran lapas yang telah teridentifikasi atas nama Rudhi bin Ong Eng Cue kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Hery mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi 39 dari 41 jenazah. "Alhamdulillah sampai hari ini kami sudah menyelesaikan 39 jenazah yang berhasil kami identifikasi dan segera kami tindak lanjuti untuk penyerahan pada keluarga," jelasnya.

Di bawah ini, identitas 14 jenazah yang teridentifikasi, Rabu (15/9):

1. Andi Tubin Bin Ahmad Gempa

2. Marjuki Bin Nipan

3. Chepy Hidayat Bin Didin Komarudin

4. Jueni Bin Karna.

5. Pajar Prio Bin Sunarto

6. Ajum Bin Jaya

7. Doni Candra Bin Alinodan

8. Setiawan Bin Sumarna

9. Hermawan Bin Nunung

10. Muhammad Yusuf Bin Mamat

Baca Juga

Polda Metro bakal Periksa Kalapas Tangerang Terkait Kasus Kebakaran

11. Sugeng Cahyono Bin Sujono

12. Mohamad Ilham Bin Juyono

13. Kurniawan Bin Sahuri

14. Hengky Gunawan Tjong Bin Liu Pen Hin. (Knu)

#Kebakaran #Lapas Tangerang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
20 Korporasi Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan
Penyidik Bareskrim Polri juga merekomendasikan pencabutan izin usaha terhadap 23 korporasi yang diduga terkait karhutla.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
20 Korporasi Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan
Berita Foto
Warga Mengais Sisa Barang Pascakebakaran di Permukiman Padat Menteng, Jakarta
Warga mencari barang berharga yang masih tersisa pascakebakaran di permukiman padat penduduk kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 28 Oktober 2026
Warga Mengais Sisa Barang Pascakebakaran di Permukiman Padat Menteng, Jakarta
Indonesia
Asap Karhutla Meluas, Ganguan Penerbangan Sampai ke Ambon dan Papua
Asap mengurangi jarak pandang di sekitar bandar udara. Kondisi ini mempengaruhi proses lepas landas, pendaratan, dan pergerakan pesawat
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Asap Karhutla Meluas, Ganguan Penerbangan Sampai ke Ambon dan Papua
Indonesia
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
warga juga diminta memantau kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, atau Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
Indonesia
Kepala BNPB Baru Akan Pertimbangkan Usulan Karhutla Jadi Bencana Nasional
BNPB akan memetakan kemampuan dan sumber daya yang tersedia di pemerintah pusat maupun daerah sebelum menentukan kebutuhan bantuan tambahan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Kepala BNPB Baru Akan Pertimbangkan Usulan Karhutla Jadi Bencana Nasional
Indonesia
Dampak Karhutla Dikeluhkan Singapura dan Malaysia, Prabowo Panggil Para Menteri
Dudung turut merespons pertanyaan mengenai dampak karhutla yang saat ini turut dialami negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Dampak Karhutla Dikeluhkan Singapura dan Malaysia, Prabowo Panggil Para Menteri
City Property
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memprioritaskan berbagai upaya preventif terhadap potensi kebakaran.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Indonesia
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Objek yang terbakar rumah tinggal dengan kategori bangunan rendah.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Indonesia
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Konsentrasi Partikulat dalam Indeks Standar Pencemaran Udara sejak Kamis dini hari masuk kategori sangat tidak sehat di atas 200 mikrogram per meter kubik.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Indonesia
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Sampel dari lokasi perusahaan yang telah disegel kini telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Bagikan