12 Orang Masih Hilang, Tim SAR Persempit Pencarian Korban Longsor di Cilacap
Apel persiapan operasi SAR hari keempat di lokasi bencana tanah longsor, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (16/11/2025). ANTARA/HO-Basarnas Cilacap
MerahPutih.com - Bencana tanah longsor terjadi pada Kamis (13/11), sekitar pukul 19.00 WIB, serta menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap.
Berdasarkan pendataan sementara usai kejadian, total korban mencapai 46 orang, terdiri atas 23 selamat, dua meninggal dunia, dan 21 orang dilaporkan hilang.
Pada hari kedua pencarian, Jumat (14/11), tim SAR menemukan satu korban meninggal dunia. Selanjutnya pada hari ketiga pencarian, Sabtu (15/11), ditemukan sebanyak delapan korban meninggal dunia, sehingga masih terdapat 12 korban dalam pencarian.
Tim SAR gabungan mempersempit sektor pencarian pada hari keempat operasi penanganan longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, dengan fokus pada dua sektor dan empat worksite, setelah area sebelumnya dinilai tuntas dan seluruh titik prioritas dievaluasi.
Baca juga:
Longsor Susulan Berpotensi Terjadi di Cilacap, 28 Keluarga Terpaksa Harus Direlokasi
Kepala Kantor SAR Cilacap Muhammad Abdullah di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu, mengatakan penyempitan skema itu dilakukan karena Worksite A3 telah selesai dan seluruh korban di titik tersebut ditemukan.
“Hari ini (16/11) pencarian dipusatkan di sektor A dan sektor B, masing-masing pada Worksite A1, A2, B1, dan B2. Kita mengerahkan 21 ekskavator, 17 alat bantu kompresor, sembilan anjing pelacak, serta lebih dari 600 personel,” katanya.
Ia mengatakan, pada Worksite A1 dan A2 yang berada di Dusun Cibuyut masih ada enam korban dalam pencarian, sedangkan pada Worksite B1 dan B2 di Dusun Tarukahan juga terdapat enam korban dalam pencarian.
Menurut dia, asesmen lapangan pada pukul 05.30 WIB oleh Basarnas, TNI, Polri, dan unsur SAR lain memastikan titik-titik pencarian tidak mengalami perubahan.
“Setiap worksite seluas 500 meter persegi. Jika ada pergeseran satu hingga dua meter, area itu masih terkendali dalam rencana operasi,” katanya.
Sementara itu Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf Andi Aziz mengatakan kondisi cuaca menjadi kendala karena hujan deras yang terjadi pada Sabtu (15/11) malam membuat lokasi tergenang dan tanah berubah seperti bubur.
“Ini menambah tantangan bagi kami, sehingga koordinasi antar-tim harus lebih solid,” katanya.
Dukungan alat berat terus ditingkatkan, termasuk tiga unit ekskavator PC200 dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap.
“Kami berharap pencarian berjalan cepat dan tuntas. Semoga 12 korban (bukan 10 seperti yang diwartakan sebelumnya) yang masih tertimbun dapat ditemukan seluruhnya,” katanya.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Berangkat Umrah saat Dilanda Bencana, Komisi II DPR Minta Mendagri Tindak Tegas Bupati Aceh Selatan
DPR Minta Riset Kebencanaan Harus 'Membumi', Kesiapsiagaan Bencana Melalui Pendidikan dan Riset
Gempa Magnitude 7,6 Guncang Wilayah Timur Laut Jepang, 7 Orang Terluka dan 90 Ribu Penduduk Dievakuasi
Pergi Umrah saat Wilayahnya Dilanda Bencana, Mirwan MS Minta Maaf dan Janji Bertanggung Jawab
Kemendagri Telusuri Sumber Biaya Umrah Bupati Aceh Selatan di Tengah Bencana
4 Gajah Bantu Pemulihan Bencana di Aceh, Bersihkan Sisa Kayu dan Material Berat
Update Terkini Korban Bencana Aceh-Sumatera: 961 Tewas, 5 Ribu Orang Terluka
Deputi KPK Diterjunkan Kawal Donasi & Anggaran Bencana Sumatera Biar Tidak Dikorupsi
Kemendikti Saintek Anggarkan Rp 50 Miliar untuk Bencana Sumatra, Legislator: Terlalu Kecil, Harusnya 10 Kali Lipat
PKB Sentil Golkar Ngomong Koalisi Permanen di Tengah Derita Warga Akibat Bencana