Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Zion Suzuki, Kiper Jepang yang Siap Menaklukkan Premier League

Yusuf Abdillah - Selasa, 18 Agustus 2026

Merahputih.com - Zion Suzuki berada di ambang sejarah sepak bola Jepang. Kiper berusia 23 tahun itu segera bergabung dengan Aston Villa dari Parma dengan nilai transfer yang bisa mencapai 35 juta euro.

Jika transfer tersebut rampung, Suzuki akan menjadi kiper Jepang pertama yang tampil di Premier League. Ia disebut akan menandatangani kontrak berdurasi lima tahun.

Baca juga:

Para Pelatih Baru Premier League Bersiap Hadapi Tantangan

Perjalanan Suzuki menuju panggung tertinggi Inggris tidak selalu mulus. Ia harus melewati sejumlah kesalahan di awal karier hingga pengalaman menghadapi pelecehan rasial di dunia maya.

Pernah Jadi Sasaran Pelecehan Rasial

Juventus
Zion Suzuki (X/gazzetadelmilan)

Suzuki lahir di New Jersey, Amerika Serikat, dari ayah berdarah Ghana dan ibu asal Jepang. Ia kemudian pindah ke Jepang saat masih kecil dan memulai karier profesional bersama Urawa Reds.

Menariknya, Suzuki mendapat kesempatan membela timnas Jepang meski baru mencatat beberapa penampilan bersama klubnya.

Pada 2023, ia pindah ke Sint-Truiden, Belgia. Keputusan tersebut diambil untuk mendapatkan lebih banyak pengalaman.

Baca juga:

Prediksi Juara Premier League 2026-2027 Versi Superkomputer Opta

Suzuki kemudian dipercaya menjadi kiper utama Jepang pada Piala Asia 2024. Namun, performanya mendapat sorotan setelah melakukan sejumlah kesalahan yang berbuntut tersingkirnya Jepang di perempat final.

Parahnya, saat itu Suzuki menjadi sasaran pelecehan rasial secara daring. Namun semua itu justru dijadikan Suzuki sebagai pelecut.

Saya tidak akan membiarkan itu mengalahkan saya. Saya ingin membalas mereka dengan menghasilkan hasil yang baik,

ujar Suzuki kepada FIFA.

Dari Serie A ke Premier League

Suzuki bergabung dengan Parma pada 2024 dan mencatat sejarah sebagai kiper Jepang pertama yang bermain di Serie A.

Perjalanannya sempat terganggu cedera patah tangan pada akhir 2025. Namun, Suzuki berhasil pulih tepat waktu untuk tampil di Piala Dunia 2026.

Suzuki mengaku tidak hanya ingin dikenal karena penyelamatan spektakuler. Ia ingin menjadi kiper yang memberikan rasa aman dan stabilitas kepada tim.

Tentu saja penyelamatan besar itu penting, tetapi yang terpenting saya ingin menjadi seorang kiper yang membawa stabilitas bagi tim,

katanya.

Jika transfer ke Aston Villa terwujud, Suzuki akan menjadi kiper Jepang kedua yang bermain di sepak bola profesional Inggris setelah Yoshikatsu Kawaguchi, yang sempat memperkuat Portsmouth pada awal 2000-an.

Namun, target Suzuki jauh lebih besar daripada sekadar mencatat sejarah.

Saya ingin menjadi yang terbaik baik sebagai individu maupun sebagai tim, memenangkan gelar seperti Liga Champions dan Piala Dunia,

tegasnya.
Baca Artikel Asli