Skandal Keuangan Manchester City: Dinyatakan Bersalah, Sanksi Belum Dijatuhkan

Soffi AmiraSoffi Amira - 1 jam, 59 menit lalu
Skandal Keuangan Manchester City: Dinyatakan Bersalah, Sanksi Belum Dijatuhkan

Manchester City menanti sanksi hingga hukuman berat akibat skandal keuangan. Foto: Dok. Manchester City

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dunia sepak bola kini telah menanti selama delapan tahun untuk mengetahui skala sebenarnya dari apa yang terjadi di Manchester City.

Namun, satu-satunya pertanyaan yang tersisa adalah seberapa besar dampak hukuman tersebut bagi mereka?

Baca juga:

Manchester City Ketahuan Gelembungkan Pendapatan Rp 19,6 Triliun, ini Rinciannya

Manchester City Terlibat Dana Fiktif Rp 19,6 Triliun

Manchester City gelembungkan dana Rp 19,6 triliun
Manchester City gelembungkan dana Rp 19,6 triliun. Foto: Dok. Manchester City

Berdasarkan temuan dalam laporan Komisi Independen Premier League mengenai transaksi City selama sembilan tahun sejak musim 2009/10 sudah menunjukkan, betapa parahnya situasi tersebut.

Sky Blues terlibat dalam skema kontrak fiktif senilai 830 juta poundsterling (Rp 19,6 triliun), ditambah dana lebih dari 70 juta poundsterling (Rp 1,6 triliun) yang sumber aslinya sengaja disembunyikan.

Komisi menyatakan, bahwa penjelasan yang mengklaim dana tersebut sebagai bantuan pemerintah yang sah, merupakan tidak benar.

Pihak City bersikap tidak jujur dan memberikan keterangan palsu. Mereka melakukan pembayaran di luar pembukuan sebesar 9 juta poundsterling (Rp 212 miliar) kepada Roberto Mancini dan 7,4 juta poundsterling (Rp 174 miliar) kepada para pemain melalui pembayaran hak citra (image rights).

Selain itu, mereka juga menyembunyikan dana sebesar 24 juta poundsterling (Rp 567 miliar) yang berasal dari Abu Dhabi dan mencatatkan dana hak citra senilai 50 juta poundsterling (Rp 1,1 triliun) lainnya secara keliru dalam pembukuan.

Baca juga:

Manchester City Terancam Degradasi, Barcelona dan Real Madrid Pantau Situasi Erling Haaland

Namun, ini bukan sekadar hukuman berat, bukan pula sekadar kisah tentang pelanggaran dalam dunia sepak bola.

Hal tersebut menjadi kecaman keras atas perilaku tercela yang dilakukan secara sistematis dan masif, yakni jenis perilaku yang nyaris sulit dipercaya akal sehat.

City semestinya dinyatakan melanggar aturan Financial Fair Play UEFA serta aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan Premier League. Mereka akan dinyatakan gagal memenuhi semua ketentuan tersebut.

Begitu penyelidikan dimulai, pihak klub melakukan upaya terencana untuk menghambat dan menggagalkan proses investigasi Premier League.

Tidak mengherankan jika klub-klub lain menuntut tindakan tegas, kemudian memang wajar jika mereka bersikap seperti itu. Mulai dari klub-klub yang gagal meraih trofi, kehilangan kesempatan tampil di kompetisi Eropa, serta dirugikan.

Hukuman Berat Menanti Manchester City

Manchester City terancam hukuman berat hingga sanksi
Manchester City terancam hukuman berat hingga sanksi. Foto: Dok. Manchester City

Lantas, hukuman seperti apa yang pantas dijatuhkan? Hukuman minimalnya, tentu saja, haruslah sesuatu yang membuat klub mana pun berpikir dua kali sebelum melakukan pelanggaran serupa.

Denda semata bukanlah solusinya. Ini adalah klub yang memiliki kekayaan luar biasa. Hukuman degradasi dalam bentuk apa pun dianggap tidak cukup.

Banyak pihak mungkin berpendapat, bahwa City seharusnya dikeluarkan dari Premier League. Namun, langkah tersebut kemungkinan masih belum cukup.

Mengutip dari The Sun, tidak ada gunanya mencabut trofi, membatalkan gelar, atau memberikan tanda khusus pada catatan prestasi tersebut. Gelar-gelar itu telah dimenangkan dan kenangan tidak bisa dihapuskan.

Namun, hukumannya harus seberat vonis yang dijatuhkan. Kecuali, City berhasil memenangkan banding, yang tampaknya sulit dilakukan mengingat temuan-temuan yang memberatkan tersebut.

Baca juga:

Manchester City Terancam Sanksi, Manchester United dan Liverpool Bisa Raih Gelar Premier League

Mereka seharusnya dijatuhi denda minimal 100 juta poundsterling (Rp 2,3 triliun) dan pengurangan minimal 80 poin, yang berarti degradasi otomatis.

City mungkin juga akan dilarang tampil mewakili sepak bola Inggris di kompetisi Eropa selama lima tahun.

Situasi ini akan terasa berat bagi para pemain yang ada saat ini, para penggemar, dan mereka yang kenangannya telah tercoreng.

Namun, noda itu tidak bisa dihapuskan. Ini adalah hari yang kelam bagi City sekaligus dunia sepak bola.

Kemudian, momen ini menjadi pembuktian bagi Premier League, khususnya bagi kepala eksekutif Richard Masters yang selama ini banyak menuai kritik. (*)

#Manchester City #Sepak Bola #Premier League
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Skandal Keuangan Manchester City: Dinyatakan Bersalah, Sanksi Belum Dijatuhkan
Manchester City dinyatakan bersalah atas kasus pelanggaran keuangan. Namun, sanksi kini belum dijatuhkan.
Soffi Amira - 1 jam, 59 menit lalu
Skandal Keuangan Manchester City: Dinyatakan Bersalah, Sanksi Belum Dijatuhkan
Olahraga
Cesc Fabregas Ternyata Punya Klausul Khusus di Como, Bisa Pergi jika Dipanggil Barcelona
Cesc Fabregas bisa meninggalkan Como jika Barcelona hingga Chelsea memanggilnya. Klausul tersebut diungkapkan jurnalis Sky Sports.
Soffi Amira - 2 jam, 29 menit lalu
Cesc Fabregas Ternyata Punya Klausul Khusus di Como, Bisa Pergi jika Dipanggil Barcelona
Olahraga
Manchester City Ketahuan Gelembungkan Pendapatan Rp 19,6 Triliun, ini Rinciannya
Manchester City diketahui menggelembungkan pendapatan senilai Rp 19,6 triliun. Hal itu terungkap dalam sidang Premier League.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Manchester City Ketahuan Gelembungkan Pendapatan Rp 19,6 Triliun, ini Rinciannya
Olahraga
UEFA Nations League, Inggris dan Spanyol Kompak Raih Kemenangan
Timnas Inggris dan Spanyol sama-sama mengamankan poin dan optimisme untuk laga berikutnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
UEFA Nations League, Inggris dan Spanyol Kompak Raih Kemenangan
Olahraga
Manchester City Lawan Balik Putusan FFP Liga Primier, Banding Bawa 'Bukti Sakti'
Manchester City resmi melancarkan serangan balik hukum atas vonis bersalah FFP dari Premier League dengan mengklaim kepemilikan bukti kuat tak terbantahkan.
Wisnu Cipto - Rabu, 30 September 2026
Manchester City Lawan Balik Putusan FFP Liga Primier, Banding Bawa 'Bukti Sakti'
Olahraga
Giliran Arsenal Intip Peluang Rekrut Haaland, Siap Gelontorkan Dana Besar
Arsenal dikabarkan mulai memantau kemungkinan mendatangkan Erling Haaland jika Manchester City nantinya mendapat sanksi berat degradasi.
Yusuf Abdillah - Selasa, 29 September 2026
Giliran Arsenal Intip Peluang Rekrut Haaland, Siap Gelontorkan Dana Besar
Olahraga
San Siro Segera Dibongkar, AC Milan dan Inter Milan Siapkan Stadion Baru Rp 43,8 Triliun
AC Milan dan Inter Milan segera membangun stadion baru. Namun, stadion tersebut memiliki kapasitas penonton yang lebih sedikit dibanding San Siro.
Soffi Amira - Selasa, 29 September 2026
San Siro Segera Dibongkar, AC Milan dan Inter Milan Siapkan Stadion Baru Rp 43,8 Triliun
Olahraga
Manchester City Terancam Degradasi, Barcelona dan Real Madrid Pantau Situasi Erling Haaland
Barcelona dan Real Madrid sedang memantau Erling Haaland. Hal itu terkait situasinya di Manchester City, setelah tersandung kasus pelanggaran keuangan.
Soffi Amira - Selasa, 29 September 2026
Manchester City Terancam Degradasi, Barcelona dan Real Madrid Pantau Situasi Erling Haaland
Olahraga
Liverpool Ogah Pulangkan Trent Alexander-Arnold, Pilih Cari Alternatif Lain
Liverpool menegaskan tak ingin memulangkan Trent Alexander-Arnold. The Reds lebih memilih alternatif lain.
Soffi Amira - Selasa, 29 September 2026
Liverpool Ogah Pulangkan Trent Alexander-Arnold, Pilih Cari Alternatif Lain
Olahraga
Live Streaming Thailand vs Vietnam: Duel Sengit 2 Raksasa Asia di FIFA ASEAN Cup 2026
Link live streaming Thailand vs Vietnam akan dimulai Selasa (29/9) pukul 19.30 WIB. Duel ini menjadi partai ulangan final Piala AFF 2026.
Soffi Amira - Selasa, 29 September 2026
Live Streaming Thailand vs Vietnam: Duel Sengit 2 Raksasa Asia di FIFA ASEAN Cup 2026
Bagikan