MerahPutih.com - Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono mengatakan pernyataan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto merupakan bentuk bercandaan untuk mengilustrasi kondisi kesenjangan sosial dan ekonomi yang terjadi di Boyolali.
"Apa yang disampaikan Prabowo adalah komunikasi interaktif dan menyampaikan ilustrasi tentang kesenjangan," kata Ferry dalam konferensi pers di Media Center Prabowo-Sandi, di Jakarta, Selasa (7/11).
Menurut Ferry, candaan tampang Boyolali itu untuk menyindir pubik karena pada umumnya rakyat miskin tidak bisa memasuki tempat-tempat mewah karena penampilan luar mereka. Wajar, dia pun kaget dan menyayangkan adanya video Prabowo yang diedit dan dipotong secara sepihak sehingga ada kesan sepihak.
"Ketika potongan video yang diedit secara sepihak dijadikan sumber informasi dan itu digunakan Bupati Boyolali pada hari Minggu mengadakan acara melakukan mobilisasi massa, dan saat itu terjadi pembiasan isu yang sengaja upaya menggiring isu primordial," ujar dia, dilansir Antara.
Ferry mengaku telah mendapatkan bukti adanya mobilisasi massa yang terdapat unsur aparatur sipil negara dan bukti dokumentasi video pernyataan Bupati Boyolali yang mengeluarkan ujaran kebencian.
Timses Prabowo itu menilai ujaran Bupati Boyolali yang menyebut capres nomor urut 02 dengan kata-kata tidak pantas, tidak layak dilontarkan seorang kepala daerah. Semua bukti itu, lanjut dia, sudah diserahkan Tim Advokasi BPN Prabowo-Sandi ke pihak berwajib untuk ditindaklanjuti ke ranah hukum.
"Pada pernyataan kemarin, kami menganggap itu sudah berlebihan sehingga harus disikapi juga secara serius. Sebab kalau ini didiamkan dan kemudian suasana yang harus kita jaga jelang Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif ini menjadi tercurigai," tandas Ferry. (*)