MerahPutih.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menyatakan wabah hantavirus yang berkaitan dengan kapal pesiar MV Hondius berakhir. Pengumuman disampaikan setelah masa karantina kontak terakhir selesai dan tidak ada laporan kasus baru selama lebih dari lima pekan.
"Tidak ada kasus baru yang dilaporkan sejak 25 Mei. Oleh karena itu, kami dengan senang hati menyatakan bahwa WHO menganggap wabah hantavirus ini telah berakhir," kata Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, saat pengumuman, dikutip Jumat (3/7).
Baca juga:
Hantavirus masih Menyebar, Legislator Ingatkan Pemprov DKI untuk Waspada
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Kronologi Wabah Hantavirus
Pada 2 Mei lalu, wabah pertama kali dilaporkan International Health Regulations (IHR) National Focal Point Inggris. Penyakit ini memicu klaster penyakit pernapasan akut parah di atas kapal pesiar berbendera Belanda itu.
Sebanyak 13 kasus terkonfirmasi positif terinfeksi virus, termasuk tiga kematian. Lebih dari 650 kontak berhasil diidentifikasi dan ditindaklanjuti oleh otoritas kesehatan.
Hari ini, kontak terakhir dari seseorang yang terpapar hantavirus di kapal pesiar MV Hondius telah menyelesaikan masa karantinanya, hasil tesnya negatif, dan telah kembali ke rumah,
Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus
Respons Global dan Studi Lanjutan
Meski wabah dinyatakan berakhir, WHO menegaskan akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan mitra internasional untuk meningkatkan pemahaman mengenai hantavirus.
Saat ini dilansir Antara, WHO tengah mengoordinasikan studi yang melibatkan 21 negara untuk meneliti perkembangan penyakit, sekaligus mendukung pengembangan alat diagnostik, terapi, dan vaksin.
Baca juga:
WHO juga mengapresi respons global terhadap wabah yang didukung berbagai negara sesuai dengan IHR, termasuk Argentina, Tanjung Verde, Chile, Belanda, Afrika Selatan, Inggris, dan terutama Spanyol
"Solidaritas luar biasa dalam mendukung proses penurunan penumpang dari kapal dan repatriasi yang aman bagi para penumpang serta awak kapal di Tenerife," tandas Dirjen WHO itu. (*)