MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak ada aturan baru terkait penerapan sistem ganjil genap kendaraan di Jakarta, termasuk di akses jalan tol.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul beredarnya informasi yang menyebut aturan ganjil genap kini diperluas hingga ruas jalan tol dengan ancaman denda tilang maksimal Rp 500.000 bagi pelanggar.
Menurut Pramono, Jumat (26/6), informasi tersebut menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat karena aturan yang berlaku hingga saat ini masih mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019.
"Sesuai dengan Pergub Nomor 88 Tahun 2019, sebenarnya tidak ada peraturan baru mengenai ganjil genap. Dan sekarang ini di publik, di media, seakan-akan ada aturan baru, padahal tidak ada aturan baru," Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Akses Tol Sudah Lama Masuk Kawasan Ganjil Genap
Pramono menjelaskan, Pergub Nomor 88 Tahun 2019 memang telah mengatur bahwa sejumlah akses masuk (on ramp) dan akses keluar (off ramp) jalan tol menjadi bagian dari kawasan ganjil genap apabila terhubung langsung dengan ruas jalan yang menerapkan kebijakan tersebut.
Total terdapat 28 akses on ramp dan off ramp yang masuk dalam cakupan aturan tersebut.
"Termasuk 28 akses on ramp atau off ramp di gerbang tol. Kalau dia merupakan bagian dari area yang ganjil genap, maka sebenarnya yang diberlakukan itu bukan sesuatu yang kemudian hal yang baru. Jadi tidak ada aturan baru yang berkaitan dengan ganjil genap," ucapnya.
Baca juga:
Jasa Marga Bantah Kabar 28 Gerbang Tol Jakarta Kena Ganjil Genap, Begini Faktanya
Daftar 28 Akses Tol yang Masuk Kawasan Ganjil Genap
Selain ruas jalan utama, Pergub Nomor 88 Tahun 2019 juga mengatur 28 akses masuk dan keluar jalan tol yang menjadi bagian dari kawasan ganjil genap, yaitu:
- Jalan Anggrek Neli Murni–akses masuk Tol Jakarta–Tangerang
- Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang–Jalan Brigjen Katamso
- Jalan Brigjen Katamso–Gerbang Tol Slipi 2
- Off ramp Tol Tomang/Grogol–Jalan Kemanggisan Utama
- Simpang Jalan Palmerah Utara–Jalan KS Tubun–Gerbang Tol Slipi 1
- Jalan Pejompongan Raya–Gerbang Tol Pejompongan
- Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang–akses masuk Jalan Tentara Pelajar
- Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran–akses masuk Jalan Gerbang Pemuda
- Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng–Simpang Kuningan
- Jalan Taman Patra–Gerbang Tol Kuningan 2
- Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu–Simpang Pancoran
- Simpang Pancoran–Gerbang Tol Tebet
- Jalan Tebet Barat Dalam Raya–Gerbang Tol Tebet 2
- Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu–Jalan Pancoran Timur II
- Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu–Simpang Jalan Otto Iskandardinata–Jalan Dewi Sartika
- Simpang Jalan Dewi Sartika–Jalan Otto Iskandardinata–Tol Cawang
- Off ramp Tol Halim/Kalimalang–Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang
- Jalan Cipinang Cempedak IV–Gerbang Tol Kebon Nanas
- Jalan Bekasi Timur Raya–Gerbang Tol Pedati
- Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara–Jalan Bekasi Barat
- Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran–Jalan Bekasi Timur Raya
- Jalan Bekasi Barat–Gerbang Tol Jatinegara
- Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya–Jalan Utan Kayu Raya–Gerbang Tol Rawamangun
- Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung–Simpang Jalan Utan Kayu Raya–Jalan Rawamangun Muka Raya
- Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung–Simpang Jalan H Ten Raya–Jalan Rawasari Selatan
- Simpang Jalan Rawasari Selatan–Jalan H Ten Raya–Gerbang Tol Pulomas
- Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung–Simpang Jalan Letjen Suprapto–Jalan Perintis Kemerdekaan
- Simpang Jalan Pulomas–Gerbang Tol Cempaka Putih
(Asp)