Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Ustaz Nahdliyin Diminta Isi Ceramah dan Kajian di Masjid Perkantoran BUMN

Angga Yudha Pratama - Selasa, 17 November 2020

Merahputih.com - PBNU diminta agar para kiai dan ustaz dari kalangan Nahdliyin mengisi ceramah dan kajian di berbagai masjid yang terdapat di seluruh perkantoran BUMN.

“Sebelumnya kami sudah bertemu dengan PBNU untuk membicarakan kerja sama dengan kami. Antara lain, masjid-masjid di BUMN mendapatkan bantuan penceramah dari para kiai dan ustadz PBNU. Hal lain akan ditindaklanjuti segera,” ujar Sekretaris Kementerian BUMN, Susyanto dikutip dari laman resmi NU, Selasa (17/11).

Baca Juga:

Kegiatan Rizieq Shihab Juga Berimbas Terhadap Nasib 2 Kapolres

Kerjasama itu dilakukan agar Islam ramah ala NU dapat mewarnai pemahaman keagamaan di lingkungan kementerian BUMN.

Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada saat penyerahan kepercayaan kepada PBNU berupa Mobil Diagnostic Real Time PCR untuk pengendalian COVID-19, di Gedung PBNU lantai 8 Jl Kramat Raya 164 Jakarta, Senin (16/11) sore.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengungkapkan terima kasih kepada Kementerian BUMN yang telah menyerahkan bantuan satu unit mobil PCR kepada PBNU. Pada momen tesebut, Kiai Said juga mengajak warga NU untuk bersyukur karena memang sangat layak mendapatkan mobil PCR itu.

“Terima kasih (atas penyerahan) mobil PCR ini baru satu. Nanti ronde kedua, diharapkan ada lagi. Karena kita ada lebih dari 200 ribu titik Satgas COVID-19 di seluruh Indonesia. Ini harus kita syukuri dan memang layak mendapatkan mobil PCR,” ungkap Kiai Said, disambut tawa audiens yang hadir terbatas dan menerapkan protokol kesehatan.

Lebih jauh, ia mengatakan bahwa COVID-19 merupakan desain azali dari Allah. Karena itu, warga NU sebagai orang beriman harus siap menerima berbagai cobaan yang datang. Kiai Said menganjurkan agar dalam menghadapi COVID-19 jangan sampai putus asa.

“Tapi juga tidak boleh sembarangan atau sembrono. Kita harus tetap dewasa dan tenang. Mari kita terus berupaya mengatasinya dengan langkah-langkah sesuai ilmu pengetahuan, aturan, kebenaran ilmiah. Tidak boleh emosional,” tegas kiai kelahiran Cirebon ini.

Baca Juga:

Polisi Periksa Panitia Penyelenggara Acara Rizieq Shihab

Sebagai masyarakat, Kiai Said mengimbau warga NU untuk tetap saling peduli terhadap sesama. Di antaranya, memperkuat mental bangsa. Hal ini sejalan dengan revolusi mental yang dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo.

“Revolusi mental Pak Jokowi itu sekarang sedang diuji. Bagaimana kita harus punya mental yang tangguh, kokoh, tegar, dan tidak menyerah terhadap apa pun. Tapi harus tetap profesional,” ungkap Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini. (*)

Baca Artikel Asli