Ulama Banten Sebut Cak Imin Penerus Gus Dur

Selasa, 07 November 2017 - Noer Ardiansjah

MerahPutih.com - Salah seorang ulama besar Banten menyatakan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin merupakan penerus Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"Selain keponakan Gus Dur, Cak Imin adalah santri dan murid Gus Dur. Apa pun partainya Cak Imin, karena dia santri, maka kita harus mendukungnya," kata Kiai Ade Mahrus seperti yang dikutip dari Antara, di Jakarta, Senin (6/11).

Kiai Ade Mahrus dalam orasinya saat Deklarasi Jaringan Akar Rumput (Jangkar) Cak Imin Banten di Serang, menyebutkan, sudah saatnya keterwakilan santri sebagai pucuk pimpinan bangsa ini.

"Jika dulu ada Gus Dur sebagai presiden dari latar belakang santri, saat ini ada Cak Imin yang berasal dari kalangan untuk didukung menjadi calon wakil presiden pada Pilpres 2019," katanya.

Menurutnya, Banten adalah kota santri dan ulama, sehingga sangat wajar dan sebuah keharusan jika mendukung santri seperti Cak Imin maju pada Pilpres 2019.

"Jika nggak menjadi presiden, wapres juga nggak masalah, yang penting ada santri di pucuk pimpinan negeri ini, supaya ada yang memerhatikan santri," katanya.

Dia menyebut bukti nyata kepedulian Cak Imin kepada santri adalah dilaksanakannya program-program Nusantara Mengaji dan lomba membaca Kitab Kuning.

Jaringan Akar Rumput (Jangkar) Cak Imin wilayah Banten mendeklarasikan untuk mendukung Cak Imin dalam Pilpres 2019.

Menurut Koordinator Jangkar Cak Imin wilayah Banten Indra Irawan, pihaknya secara sukarela memberikan dukungan kepada Cak Imin karena merasa satu visi dan satu pemikiran.

"Cak Imin ini santri, muda dan religius, saya merasa beliau perlu diperjuangkan untuk memperbaiki bangsa ini," katanya.

Indra berpendapat, Cak Imin ini menerapkan politik santun, politik untuk semua. Meskipun santri, tapi tetap berpandangan nasionalis, tetap mampu mendekati kalangan nonmuslim. "Langkah ini yang dilakukan oleh Gus Dur dan dilanjutkan oleh Cak Imin," kata Indra.

Karena itu, Indra akan mengajak seluruh jaringannya se-Banten untuk bergerak bersama secara sukarela karena ini adalah politik perjuangan yang harus dilakukan bersama.

"Kami berjuang karena persamaan pikiran, visi, dan ide. Saya belum pernah sacara langsung berkomunikasi dengan Cak Imin, tapi saya terus mengikuti langkah-langkahnya dari berbagai media," katanya.

Hadir dalam deklarasi tersebut KH Mas'ud (Pembina yayasan Gratmi), KH Iwan Setiawan (Pembina Yayasan As Salam), dan Ketua Pagar Nusa Wilayah Banten M Nasir. (*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan