Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

UEFA Hukum 4 Klub Premier League, Aston Villa Paling Telak Kena Denda

Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026

Merahputih.com - Otoritas sepak bola Eropa (UEFA) resmi menjatuhkan sanksi terhadap empat klub kasta utama Inggris, yaitu Aston Villa, Chelsea, Newcastle United, dan Nottingham Forest atas dugaan pelanggaran batas maksimal Squad Cost Rule sepanjang tahun kalender 2025.

Baca juga:

Emiliano Martinez Bersedia Gabung Juventus, Harga dari Aston Villa Justru Jadi Penghalang

Penilaian tersebut mengukur persentase pendapatan klub untuk pengeluaran gaji, amortisasi transfer, serta biaya agen luar.

Badan pengawas menjatuhkan sanksi finansial kepada klub-klub melampaui rasio biaya skuad sebesar 70 persen,

Tulis UEFA dalam keterangannya.

Rincian Hukuman dan Konversi Denda Sanksi UEFA

Hukuman finansial ini bervariasi tergantung tingkat keparahan pelanggaran masing-masing tim. Aston Villa menerima pukulan paling telak karena selain denda besar, terdapat ancaman pengurangan hak kompetisi musim depan. Langkah ambisius manajemen di bawah arahan Unai Emery kini menyisakan beban keuangan nyata.

Unai

Data lengkap sanksi finansial serta hukuman operasional dari UEFA:

Pukulan Telak Pemilik Dana Melimpah

Keputusan tegas ini menjadi peringatan keras bagi aktivitas transfer klub Inggris pada bursa pemain mendatang.

Chelsea cukup beruntung karena menerima sanksi relatif ringan jika melihat rekam jejak belanja besar era konsorsium Clearlake Capital-Todd Boehly.

Sebaliknya, kubu Newcastle United harus menerima kenyataan pahit berupa pengawasan ketat aktivitas keuangan jangka panjang.

Baca juga:

Sunderland 'Semprot' Chelsea usai Tawar Granit Xhaka Rp 188 Miliar, Dianggap tak Hormati Klub

Kabar buruk ini memicu kekecewaan besar bagi pendukung The Magpies memiliki harapan tinggi bersama pemilik modal asal Arab Saudi.

Aktivitas belanja pemain bintang ke depan dipastikan terikat erat dengan target keberlanjutan finansial organisasi.

Peraturan pembatasan pendaftaran pemain baru juga memaksa manajemen Aston Villa memutar otak guna menjaga kedalaman skuad di kompetisi Eropa.

Baca Artikel Asli