Merahputih.com - Otoritas sepak bola Eropa (UEFA) resmi menjatuhkan sanksi terhadap empat klub kasta utama Inggris, yaitu Aston Villa, Chelsea, Newcastle United, dan Nottingham Forest atas dugaan pelanggaran batas maksimal Squad Cost Rule sepanjang tahun kalender 2025.
Baca juga:
Emiliano Martinez Bersedia Gabung Juventus, Harga dari Aston Villa Justru Jadi Penghalang
Penilaian tersebut mengukur persentase pendapatan klub untuk pengeluaran gaji, amortisasi transfer, serta biaya agen luar.
Badan pengawas menjatuhkan sanksi finansial kepada klub-klub melampaui rasio biaya skuad sebesar 70 persen,
Tulis UEFA dalam keterangannya.
Rincian Hukuman dan Konversi Denda Sanksi UEFA
Hukuman finansial ini bervariasi tergantung tingkat keparahan pelanggaran masing-masing tim. Aston Villa menerima pukulan paling telak karena selain denda besar, terdapat ancaman pengurangan hak kompetisi musim depan. Langkah ambisius manajemen di bawah arahan Unai Emery kini menyisakan beban keuangan nyata.

Data lengkap sanksi finansial serta hukuman operasional dari UEFA:
-
Aston Villa: Total denda mencapai Rp398,25 miliar (22,5 juta Euro), senilai Rp265,5 miliar (15 juta Euro) di antaranya ditangguhkan. Klub juga terkena pembatasan pendaftaran pemain baru kompetisi Eropa musim depan akibat pelanggaran cukup berat.
-
Chelsea: Denda sebesar Rp53,1 miliar (3 juta Euro), senilai Rp35,4 miliar (2 juta Euro) berstatus ditangguhkan setelah menunjukkan tren perbaikan rasio pengeluaran.
-
Newcastle United: Denda langsung tanpa syarat sebesar Rp53,1 miliar (3 juta Euro) untuk aturan biaya skuad. Klub menyetujui penyelesaian tiga tahun tambahan berupa denda total Rp177 miliar (10 juta Euro) dengan syarat kepatuhan penuh pada musim 2028/29.
-
Nottingham Forest: Sanksi denda senilai Rp44,25 miliar (2,5 juta Euro) karena melampaui ambang batas pengeluaran 70 persen.
Pukulan Telak Pemilik Dana Melimpah
Keputusan tegas ini menjadi peringatan keras bagi aktivitas transfer klub Inggris pada bursa pemain mendatang.
Chelsea cukup beruntung karena menerima sanksi relatif ringan jika melihat rekam jejak belanja besar era konsorsium Clearlake Capital-Todd Boehly.
Sebaliknya, kubu Newcastle United harus menerima kenyataan pahit berupa pengawasan ketat aktivitas keuangan jangka panjang.
Baca juga:
Sunderland 'Semprot' Chelsea usai Tawar Granit Xhaka Rp 188 Miliar, Dianggap tak Hormati Klub
Kabar buruk ini memicu kekecewaan besar bagi pendukung The Magpies memiliki harapan tinggi bersama pemilik modal asal Arab Saudi.
Aktivitas belanja pemain bintang ke depan dipastikan terikat erat dengan target keberlanjutan finansial organisasi.
Peraturan pembatasan pendaftaran pemain baru juga memaksa manajemen Aston Villa memutar otak guna menjaga kedalaman skuad di kompetisi Eropa.