TAHUN baru Imlek sudah di depan. Masyarakat keturunan Tionghoa sudah berada di tahun anjing tanah. Selain angpao dan baju baru, masyarakat etnis juga mempersiapkan makanan-makanan khas Imlek yang biasa disebut Seven Lucky Food. Tak hanya sedap, masakan ini juga memiliki makna tersendiri. Berikut tujuh makanan keberuntungan beserta maknanya:
1. Niánnián yôu yú (Ikan)
Masyarakat etnis Tionghoa senang dengan surplus dana yang didapat pada akhir tahun. Dalam bahasa Cina, makan ikan (yù) memiliki bunyi serupa dengan surplus. Memakan ikan pada saat perayaan imlek menjadi harapan kemakmuran di tahun yang baru. Dalam memakan ikan saat perayaan imlek ada aturan yang harus diikuti. Kepala ikan harus menghadap ke orang yang lebih tua. Artinya yakni menghormati orang yang lebih tua tersebut. Ketika daging di satu sisi sudah habis kita tak boleh membaliknya begitu saja. "Membalik ikan bermakna akan kebalik juga harapannya atau akan merugi," ucap Suhu Yo.
2. Chángshòu miàn (Mie Panjang Umur)
Mie ini menyimbolkan umur panjang. Masyarakat etnis Tionghoa menyajikan mie ini saat imlek dengan harapan panjang umur. Panjang mie ini juga lebih panjang dari mie pada umumnya. Dalam memakan mie ini, pemakan tak boleh memotongnya. Dengan membiarkan mie tetap panjang tanpa dipotong, pemakan mie diharapkan memiliki umur panjang. Mie ini bisa disajikan dengan cara digoreng atau direbus. Bila direbus, mie disajikan dengan kaldu yang lezat.
3. Niángão (Kue Keranjang)
Tradisi memakan kue keranjang dimulai sejak dinasti Liao (907 hingga 1125 Sebelum Masehi). Orang-orang Beijing memakan ini pada hari pertama dan bulan pertama di tahun baru Imlek. Saat ini, memakan kue keranjang bermakna harapan akan tahun yang lebih baik di masa mendatang.
4. Jiaozi (Dumpling atau Pangsit)
Jiaozi (Dumpling atau pangsit) merupakan makanan Tiongkok Klasik. Bentuk dumpling Tiongkok serupa dengan logam perak. Menurut kepercayaan Tionghoa, semakin banyak dumpling yang dimakan saat Imlek semakin banyak uang yang bisa dihasilkam di tahun berikutnya.
5. Tangyuán (Ronde)
Tangyuán alias ronde biasa disuguhkan pada Festival Lampion atau pada penutupan perayaan Tahun Baru Imlek. Memakan tangyuán pada saat penutupan dianggap membawa peruntungan baik bagi seluruh anggota keluarga. Bentuk tangyuán yang seperti bola diasosiasikan dengan reuni keluarga dan semangat kekeluargaan.
6. Chunjuan (Spring Roll)
Chunjuan atau yang biasa disebut spring roll karena makanan ini biasa disajikan pada saat Festival Musim Semi (Spring Festival). Chunjuan merupakan dimsum khas Kanton. Bentuknya serupa dengan logam emas. Adonan chunjuan dimasak dalam minyak panas dan diisi dengan sayur, daging atau makanan manis. Memakan Chunjuan saat Tahun Baru Imlek dipercaya dapat memberi kekayaan.
7. Chéng (Jeruk)
Chéng atau jeruk melambangkan kecukupan, kekayaan, dan masa depan cerah. Dalam Bahasa Tiongkok, jeruk atau chéng serupa dengan kesuksesan. Masyarakat etnis Tionghoa akan memajang dan memakan buah ini agar sukses. (avia)