Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fashion

Tren Baju Lebaran 2026, Busana Muslim Minimalis Jadi Favorit!

Wisnu Cipto - Jumat, 20 Maret 2026

MerahPutih.com - Perkembangan busana muslim (modest wear) terus bergerak dinamis mengikuti gaya hidup masyarakat modern. Pada Ramadan 2026, tren yang semakin menonjol adalah gaya minimalis.

Gaya minimalis mengusung pendekatan yang menekankan kesederhanaan, fungsionalitas, dan efisiensi tanpa mengesampingkan nilai estetika maupun religius.

Tren ini muncul sebagai respons terhadap budaya fast fashion dan meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sederhana serta berkelanjutan, terutama di kalangan perempuan muslim generasi muda.

Baca juga:

Earth Tone, Pastel, dan Netral Jadi Tren Warna Fashion Ramadan 2026

Evolusi Modest Fashion

Gaya minimalis dalam busana muslim dianggap sebagai bentuk evolusi modest fashion yang memadukan nilai religius, kepraktisan, dan estetika modern.

“Tren modest fashion pada Lebaran 2026 menunjukkan pergeseran. Jika sebelumnya banyak desainer menitikberatkan pada detail rumit dengan banyak lapisan, kini kecenderungannya mengarah pada desain yang lebih minimalis namun tetap elegan,” ujar desainer Sparks Fashion Academy, Sophia Aradhu, dalam talkshow Build Your Style for Raya di Ramadan Runway 2026.

Baca juga:

Buka Jakarta Muslim Fashion Week, Mendag Pamer Ekspor Fesyen RI 2025 Tembus Rp 108 T

Desainer dan Koleksi

Gaya minimalis tercermin dalam karya para desainer yang tampil di Ramadan Runway 2026, seperti Indress, Genka-Lesha, Shinta Dewi, Noor Store, Zoya Lovers, Kaia, Amoure, Expand, Inabee Fashion x Yufis, dan Nonaetal. Koleksi mereka menampilkan long dress, tunik, hingga abaya dengan desain sederhana namun tetap anggun.

Fleksibilitas Gaya Minimalis

Konsep sederhana namun elegan ini tidak hanya cocok dikenakan saat Hari Raya, tetapi juga relevan untuk berbagai kesempatan lain karena sifatnya yang fleksibel. Busana minimalis memberi ruang bagi perempuan muslim untuk tampil praktis sekaligus stylish, tanpa kehilangan nilai religius. (Far)

Baca Artikel Asli